Saat ini sudah banyak perusahaan yang menawarkan jasa Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) limbah. Proses pengolahan ini menjadi sangat penting dikarenakan limbah memiliki dampak yang sangat berbahaya bagi manusia. Umumnya, Water Treatment Plant (WTP) memiliki berbagai pengolahan agar air bisa digunakan kembali.

Mulai dari penyaringan, pencampuran senyawa kimia, hingga penampungan air bersih. Tentunya, pengolahan ini sudah disesuaikan berdasarkan standar untuk menghilangkan partikel jahat hingga menjaga kualitas mutu air. Di bawah ini adalah pengertian dan prinsip kerja Water Treatment Plant (WTP).

Penjelasan Water Treatment Plant

Water treatment plan merupakan instalasi konstruksi yang digunakan sebagai pengolahan air bersih. Proses pengolahan air ini dibutuhkan dikarenakan air memiliki kualitas yang berbeda-beda. Meskipun air tampak bersih, namun belum tentu air ini layak untuk dikonsumsi oleh manusia. Bisa saja air ini memiliki kandungan bakteri dan jamur berbahaya untuk kelangsungan hidup.

Proses pengolahan air ini harus dilakukan oleh perusahaan profesional agar air yang dihasilkan memiliki kandungan kualitas yang layak untuk diminum. Pasalnya, metode yang diterapkan bisa berbeda sesuai dengan kondisi air dan juga kebutuhannya. Namun secara umum pengolahan air ini terbagi dalam tiga prinsip kerja, yakni intake, pengolahan, dan penampungan awal atau reservoir.

foto pipa pengolahan limbah cair
foto pipa pengolahan limbah cair

Cara Kerja Water Treatment Plant

1. Intake

Intake merupakan konstruksi pertama sebagai tempat untuk masuknya air. Pada konstruksi intake biasanya terdapat bar screen yang memiliki fungsi untuk menyaring benda-benda yang ada di dalam air. Setelah air berhasil disaring, maka selanjutnya air ini akan dipompa menuju konstruksi Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA).

2. Water Treatment Plant atau Instalasi Pengolahan Air

Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) adalah sistem yang berfungsi sebagai pengolah air dari kualitas terkontaminasi menuju perawatan air yang memiliki mutu standar. Sistem ini sangat penting agar air yang sebelumnya keruh menjadi bersih dan layak untuk dikonsumsi oleh manusia. Pada dasarnya, prinsip sistem Water Treatment Plant (WTP) terbagi dalam lima proses.

· Koagulasi

Pada proses koagulasi bertujuan untuk memisahkan air dengan pengotor yang tercampur secara fisik. Cara yang dilakukan, yakni dengan sistem pengadukan cepat atau rapid missing yang kemudian dikombinasikan bersama hidrolis.

· Flokulasi

Proses berikutnya yang ada pada Water Treatment Plant (WTP) adalah flokulasi. Pada proses ini memiliki tujuan untuk membentuk dan memperbesar flok atau pengotor yang diendapkan. Di sini, proses pengadukan yang dilakukan tergolong lambat. Selain itu, untuk meningkatkan efisiensi pengguna menambahkannya dengan campuran senyawa kimia yang bisa mengikat flok.

· Sedimentasi

Proses sedimentasi menggunakan prinsip berdasarkan berat jenis. Tujuan proses ini untuk mengendapkan partikel koloid yang sudah didestabilisasi oleh proses sebelumnya.

· Filtrasi

Pada proses keempat limbah yang diolah harus mengalami penyaringan agar partikel-partikel yang tersisa dapat tertahan dan dibuang. Terdapat berbagai jenis teknologi filtrasi yang bisa Anda gunakan, seperti Multi Media Filter, Ultrafiltration, Nanofiltration, Microfiltration, dan Reverse Osmosis.

· Desinfeksi

Proses yang terakhir dalam Water Treatment Plant (WTP) adalah desinfeksi. Pada proses ini bertujuan untuk mematikan kuman yang tersisa pada bagian air limbah agar lebih aman untuk digunakan kembali.

Skema sederhana pengolahan limbah cair / Indonesian Water Association
Skema sederhana pengolahan limbah cair / Indonesian Water Association

3. Reservoir

Konstruksi reservoir memiliki manfaat sebagai tempat untuk penampungan air bersih sementara sebelum dilakukan proses distribusi. Umumnya, tempat atau wadah ini sangat besar dan memiliki bahan yang aman agar komposisi kandungan air tetap terjaga.

Ketiga konstruksi ini menjadi hal wajib yang diperlukan oleh perusahaan, agar air limbah yang dihasilkan memiliki mutu tinggi. Selain itu, air yang dihasilkan sudah memiliki komposisi yang layak untuk digunakan kembali oleh masyarakat dalam berbagai kebutuhan.

Write A Comment