Wisata & Griya

Bajawa, Keindahan Alamnya Bak Lukisan

Penilaian Pembaca: / 0
JelekBagus 

Subhan Hardi

Jumat, 06 Januari 2012

Keindahan alam Bajawa/ Foto-foto: IstimewaKeindahan alam Bajawa/ Foto-foto: IstimewaNama Bajawa menurut penuturan masyarakat setempat berasal dari kata bhajawa. Bhajawa adalah nama salah satu nua yaitu rumah atau kampung terbesar dari 7 kampung yang berada di tepi barat Kota Bajawa. Kata bha artinya piring dan djawa berarti Pulau Jawa, atau perdamaian.

Bajawa dengan penduduk sekitar 45.000 meski tidak semodern kota kabupaten lain di Nusa Tenggara Timur lainnya, namun cukup cantik alamnya dan juga bersih udaranya. Di sini udaranya cukup dingin dan sejuk tetapi telah dihangatkan keramahan penduduknya yang bersahabat.

Kota Bajawa dihubungkan jaringan jalan arteri dari kawasan paling timur Pulau Flores, yaitu dari Larantuka melewati Kota Bajawa hingga ke bagian Flores Barat yaitu Kota Labuan Bajo.

Di Kota Bajawa dan sekitar Gunung Inie Rie akan Anda nikmati udara sejuk dan berpanorama alam yang indah. Bentang alam yang sangat indah tersajikan di sini seperti Laut Sawu di Selatan dan Gunung Ebulobo di timur. Di Kota Bajawa sendiri dapat dilihat bangunan-bangunan lama berupa gereja yang masih nampak indah dan terawat sebagai  salah satu peninggalan penguasa kolonial.

Pulau Tiga Riung-riungPulau Tiga Riung-riungAdalah Kapiten Christoffel dan pasukan kolonial-nya yang berhasil menguasai Larantuka, Sikka dan Ende, pada 27 Agustus 1907. Berikutnya mereka mencoba menaklukkan Ngada. Pergolakan pun terjadi di Rowa, Sara, Mangulewa dan Rakalaba, tetapi berhasil ditekan hingga 12 September 1907. Akhirnya, tahun 1910 seluruh wilayah Flores dikuasai Pemerintah Kolonial Belanda.

Pemerintahan Hindia Belanda mencoba menerapkan bentuk pemerintahan baru yang belum pernah dikenal oleh masyarakat Flores. Termasuk, Ngada yang secara turun temurun mengenal sistem pemerintahan otonom berbentuk nua, ulu eko, dan woe yang tradisional dan tak ada yang lebih tinggi darinya.

Pemerintahan Hindia Belanda membentuk pemerintahan yang diarahkan agar suku-suku dapat disatukan, dimana asalnya selalu berseteru dan berperang satu sama lain. Pendidikan pun didatangkan dari Larantuka sehingga masyarakat dapat membaca dan menulis, termasuk belajar agama Katolik. (Sumber: Indonesia.travel)

 
Share to Facebook Share to Twitter Email the article

Comments  

 
#1 bryant floresto 2012-05-12 23:34
Bajawa tempat ku dilahirkan & dibesarkan :-) 8) ....aQ mrindukan Bajawa...dngan mlamnya yg dingin....nongkrong brsma teman2 d bolivard smbil brmain gitar & mnikmati sebotol moke... :lol: :lol: :lol: mantap,,!!!
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh