Dari TNOL

Temu Komunitas TNOL Penuh Kejutan!

Penilaian Pembaca: / 0
JelekBagus 

Nopiyanti

Selasa, 15 Maret 2011

TNOL dan komunitas menyatu... /Foto: FikryTNOL dan komunitas menyatu... /Foto: Fikry

Setelah sukses menyelenggarakan silaturahmi pada akhir Januari  lalu, TNOL sebagai portalnya komunitas kembali menggelar acara yang sama pada Sabtu, 5 Maret kemarin. Di acara temu komunitas jilid dua ini justru banyak dipenuhi kejutan. Seperti apa? Simak aja ceritanya...

Bertempat di Flora Garden Cafe, Pancoran, silatuhrahmi TNOL  digelar untuk yang kedua kalinya. Sejumlah komunitas pun berdatangan di acara tersebut. Mulai dari komunitas Electron Berry, Asosiasi Honda Motor Tangerang (AHMT), Batalyon 13, AMP Cosplayer, Soneta Fans Club Indonesia (SFCI), Indonesian Subculture, I “Light” This, Spartan Air Softgun, KOC, BMC Jakarta Barat dan Komunitas Kring-kring Kampus (K3).

Saling berkenalan... /Foto: MSSaling berkenalan... /Foto: MSAda juga komunitas Piets Onthel TMII, Formi, Asosiasi Penulis Cerita (Anita), Kedailalang dan Ikatan alumni 8_79. Seluruh komunitas tersebut membawa perlengkapan mereka masing-masing. Ini tentu menjadi kejutan. Terlebih, masing-masing komunitas memakai atribut kostum berbeda-beda. Menariknya, mereka tidak sungkan memakai kostum tersebut dari kediamannya sampai tiba di lokasi.

Lihat saja, beberapa komunitas otomotif yang menghadiri silaturahmi. Mereka membawa motor dan mobil dengan bertuliskan nama komunitasnya. Bahkan, ketua chapter di luar daerah ikut serta, seperti ketua Batalyon 13 chapter Bandung dan Cirebon Andry Wien Gutama menyempatkan diri hadir di silaturahmi TNOL dengan komunitas-komunitas.

Komunitas Elektron Berry /Foto: MSKomunitas Elektron Berry /Foto: MSKemudian, ada juga Sumarto dari komunitas Piets Onthel TMII. Sumarto yang mengidolakan Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno ini, tampil benar-benar menyerupai Soekarno. Dengan menggunakan seragam, kacamata hitam, peci dan tongkat komando berkepala Garuda, Sumarto mengayuh sepeda onthel dari tempat tinggalnya di Cilangkap ke Pancoran.

Lalu, ada Teguh dari Soneta Fans Club Indonesia (SFCI). Teguh yang merupakan fans berat dari kelompok musik Soneta, terutama ‘dedengkotnya’ Rhoma Irama mengenakan pakaian layaknya Bang Haji. Mengenakan pakaian serba putih dengan selendang di dada dan gitar di tangan, Teguh membuat komunitas lainnya berdecak kagum. Apalagi, pria yang  bekerja di salah satu sekolah menengah pertama negeri ini sempat medendangkan lagu Keramat!

Teguh dari SFCI /Foto: MSTeguh dari SFCI /Foto: MSSontak, ruangan café menjadi riuh lantaran memberikan aplaus kepada Teguh. Teguh sendiri datang ke café menggunakan sepeda motor kesayangannya. Motor tersebut, dipenuhi dengan berbagai gambar Bang Haji dan kelompoknya. Termasuk, foto anak Bang Haji, Ridho Irama yang sempat foto bersama Teguh.

Selain keduanya, ada pula komunitas Spartan Air Soft Gun. Komunitas ini datang dengan segala perlengkapan baik kostum maupun pistol air soft gunnya. Selain itu ada juga komunitas AMP Cosplayer, yang tak kalah heboh karena mereka memakai kostum bertemakan film-film kartun Jepang. Mereka juga tak sungkan bergaya seperti di film kartun tersebut. Untuk mengenakan kostum-kostum itu, mereka membutuhkan persiapan beberapa menit, namun demi silaturahmi TNOL dengan komunitas-komunitas, AMP Cosplayer tidak sungkan mengenakannya.

Berbaur dengan komunitas... /Foto: MSBerbaur dengan komunitas... /Foto: MSSelanjutnya komunitas Forum Musik Indie (Formi) yang kerap menyelenggarakan acara musik membawa sebuah poster kecil. Di poster itu, tertulis beberapa band Formi yang akan tampil di sebuah tempat. Nah, di poster tersebut pula portal TNOL tercantum. TNOL tertera di poster Formi karena dianggap sebagai portal yang selalu berdampingan dengan komunitas dan menyebarkan kegiatam Formi. Kejutan tak berhenti di sana, lantaran ditengah-tengah kehangatan silaturahmi TNOL dengan komunitas, Komisaris TNOL, Adhyaksa Dault datang dan menyempatkan diri berbaur dengan komunitas-komunitas yang hadir sehingga tak ada jarak diantara mereka.

Dua Arah

Sebagai salah satu media online, TNOL yang memfokuskan diri sebagai portalnya komunitas tak hanya menjalankan komunikasi satu arah. Melainkan, komunikasi dua arah pun dilakukan. Dengan komunikasi dua arah ini, pembaca TNOL memiliki kesempatan yang luas untuk berbagi informasi kepada khalayak melalui konten-konten yang tersedia di TNOL. Dengan begitu, TNOL tidak hanya menjadi wadah bagi komunitas, namun juga sebagai fasilitator komunitas.

TNOL, portalnya komunitas! /Foto: MSTNOL, portalnya komunitas! /Foto: MS“Kita portal dua arah dan interaktif,” imbuh Web Developer TNOL, Zachri Kumoring. Menurut Zachri, kegiatan interaktif bisa dilakukan melalui beberapa cara. Antara lain, lewat group atau rubrik Community Writes. Di rubrik ini, komunitas bisa mengirimkan artikel, foto dan video kegiatan-kegiatan komunitas mereka. Sedangkan di group, tidak ubahnya seperti jejaring sosial lain.

Hanya saja, grup yang berada di TNOL banyak memiliki kelebihan, yakni komunitas teraktif akan mendapat reward dari TNOL. Penilaian dilakukan setiap bulan berdasarkan keaktifan komunitas. So, bagi komunitas-komunitas yang mau bergabung, silahkan aja klik TNOL dan bersiaplah untuk saling menyapa di dalamnya..(Subhan)

 
Share to Facebook Share to Twitter Email the article

Comments  

 
#7 pije 2011-03-18 14:13
Quoting K3K:
mudah2an Komunitas bisa Jaya bersama TNOL..

aamiin.. :)
Quote
 
 
#6 K3K 2011-03-18 13:59
mudah2an Komunitas bisa Jaya bersama TNOL..
Quote
 
 
#5 knop 2011-03-17 22:09
Terus berkibar TNOL di penjuru nusantara ini...
Quote
 
 
#4 knop 2011-03-17 22:07
Terus berkibat TNOL...
Quote
 
 
#3 uhuyy 2011-03-17 16:11
TNOL uhuyy.. :-)
Quote
 
 
#2 Indri 2011-03-17 10:14
Go TNOL Go, maju terus pantang munduuurr!!!
Quote
 
 
#1 sumarto karno 2011-03-15 17:43
Maju terus TNOL,portalnya komunitas
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh