Dari TNOL

KJS Berkunjung ke TNOL

Penilaian Pembaca: / 10
JelekBagus 

Safari Sidakaton

Senin, 17 Oktober 2011

Setelah sempat tertunda selama beberapa minggu, akhirnya 'goweser' KJS kunjungi kantor TNOL.... 

Foto: Dok. TNOLFoto: Dok. TNOLSelaku media yang mengusung tagline sebagai 'portalnya komunitas', salah satu capaian yang ingin diraih TNOL adalah adanya kedekatan secara emosional antara komunitas yang dirangkum dengan personil TNOL. Dan hal tersebut, harusnya terwujud dalam aktivitas timbal balik di antara komunitas dan TNOL. Memang, biasanya, secara aktif TNOL-lah yang datang ke komunitas untuk melakukan tugas liputan. Namun, alangkah indahnya apabila kunjungan tugas itu dibalas dengan kunjungan silaturahim oleh komunitas. Sehingga bukan hanya TNOL yang mengenal komunitas dan keluarga besarnya, tapi komunitas juga mengenal kerabat TNOL sebagai mitra media dan sosialnya. Dan yakinlah, bahwa setiap kunjungan oleh komunitas itu adalah berarti sebuah kehormatan bagi TNOL.

Foto: Dok. TNOLFoto: Dok. TNOL Foto: Dok. TNOLFoto: Dok. TNOL
Kuncen KJS dan Ibu Negara-nya. (Foto: Dok. TNOL)Kuncen KJS dan Ibu Negara-nya. (Foto: Dok. TNOL) Foto: Dok. TNOLFoto: Dok. TNOL

Demikian juga dengan kunjungan silaturahim yang dilakukan oleh goweser KJS atau Komunitas Sepeda Kaskus (Koskas) regional Jakarta Selatan ke TNOL pada Jumat, 14 Oktober 2011 malam, dalam agenda NR Hahay (Nite Ride Hahay) – yang biasa dilaksanakan oleh komunitas ini pada minggu kedua setiap bulan. Namun kunjungan itu bukan hanya dalam rangka NR Hahay, tapi sekaligus juga untuk menyosialiasasikan logo baru mereka.

Foto: Dok. TNOLFoto: Dok. TNOLAda sekitar 30 anggota KJS yang hadir di kantor TNOL malam itu, 20 orang lebih dalam keadaan berkeringat, haus dan lapar karena habis menggenjot sepeda dari tikum (titik kumpul) di FX Sudirman sampai Kompleks Rukan D'best, Jalan Fatmawati, Cipete. Dengan waktu start pukul 18.30 WIB mereka berhasil mencapai Kantor TNOL pada pukul 21.00, setelah berjuang menerobos kepadatan lalu lintas Jumat malam yang memang selalu dihiasi kemacetan di mana-mana.

'Sajen'-nya Palawija

Dan seperti sudah diperkirakan sebelumnya, ruang kerja TNOL – yang biasanya hanya berisi maksimal 20 orang – akan penuh kalau tamu yang datang jumlahnya lebih dari sepuluh orang. Maka, Jumat malam itu, ruang kerja kantor TNOL serasa penuh sesak oleh sekitar 40 orang yang berkumpul. Namun begitu, suasananya terasa benar-benar penuh kehangatan dan kegembiraan. Lontaran canda dan komentar nakal mengisi jalannya acara.

Foto: Dok. TNOLFoto: Dok. TNOL Foto: Dok. TNOLFoto: Dok. TNOL Foto: Dok. TNOLFoto: Dok. TNOL

Dalam menyambut tamu, selain menghidangkan keramahan tuan rumah, TNOL juga menyediakan 'sajen' (istilah KJS-er untuk hidangan yang disajikan) yang berupa hidangan spesial yakni makanan ringan tradisional. 'Sajen' tersebut adalah berbagai macam palawija yang direbus seperti, kacang, jagung, talas, ubi, singkong dan pisang.  Sedangkan minuman yang disediakan adalah teh manis dingin yang telah disiapkan dalam termos besar – yang harus segera diisi ulang dalam waktu relatif singkat, maklum tamunya baru menggowes dari FX Sudirman ke Cipete. 

Foto: Dok. TNOLFoto: Dok. TNOL Foto: Dok. TNOLFoto: Dok. TNOL
Foto: Dok. TNOLFoto: Dok. TNOL Foto: Dok. TNOLFoto: Dok. TNOL

Tak dinyana, 'sajen' tersebut langsung diserbu oleh para goweser KJS dengan antusias. Tak jelas apa karena lapar, atau karena memang sajennya yang spesial. Namun kalau melihat pada larisnya jagung rebus yang memang memiliki cita rasa manis dan aroma yang khas, sepertinya 'sajen' yang disediakan TNOL memang cocok dengan selera mereka malam itu. Sehingga, agak takjub juga kerabat TNOL demi melihat para KJS-er langsung menyerang jagung rebus, yang berwarna kuning dengan bijinya yang besar-besar itu.

Nyonya rumah dan para tamunya. (Foto: Dok. TNOL)Nyonya rumah dan para tamunya. (Foto: Dok. TNOL)Menurut Thamrin Mahesarani, Manajer Komunitas TNOL, makanan ringan tradisional itu telah diputuskan oleh manajemen TNOL akan menjadi menu wajib ketika TNOL menerima tamu. Apalagi menu tersebut merupakan produk asli Indonesia, yang memang perlu diperkenalkan ulang pengonsumsiannya – agar mampu mengimbangi serbuan makanan cepat saji impor. “Ini akan menjadi menu wajib sebagai hidangan untuk tamu TNOL,” tegasnya. Kalau bukan kita yang melestarikan makanan tradisional kita itu, siapa lagi?

Dalam kesempatan tersebut, Thamrin, yang mewakili manajemen TNOL, sangat berterima kasih atas kunjungan para KJS-er ke Redaksi TNOL. Thamrin berharap kunjungan yang dilakukan KJS juga bisa dilakukan kembali pada waktu-waktu mendatang.

“Mudah-mudahan kunjungan yang dilakukan KJS bisa berlanjut di kemudian hari,” paparnya.

Pemenang ketiga. (Foto: Dok. TNOL)Pemenang ketiga. (Foto: Dok. TNOL) Rezky dan logo rancangannya. (Foto: Dok. TNOL)Rezky dan logo rancangannya. (Foto: Dok. TNOL)

Sementara itu menurut Bolank, Kuncen KJS, kunjungannya ke Redaksi TNOL adalah dalam rangka silaturahmi. Apalagi selama ini berbagai kegiatan KJS selalu diliput oleh TNOL. Selain itu, kunjungannya ke Redaksi TNOL juga untuk mengumumkan hasil lomba logo baru KJS, memperkenalkannya kepada TNOL, dan sekaligus me-launching-nya.

Pemenang Kedua, karya Abee. (Foto: Dok. TNOL)Pemenang Kedua, karya Abee. (Foto: Dok. TNOL)

Menurut Bolank, ada tiga desain logo baru KJS yang masuk menjadi nominasi dalam lomba logo yang hanya khusus untuk kalangan KJS-er itu. Dari ketiga finalis itu, yang memperoleh penilaian tertinggi adalah Yudhi Kusadhitama. Sementara yang menduduki peringkat kedua dan ketiga ialah Abee dan Rezky. Dan sebagai pemenang suatu lomba, tentu saja para pemenang berhak memperoleh hadiah-hadiah, yang antara lain berupa kaos dengan logo baru KJS tersebut. Namun karena hadiah-hadiahnya lupa dibawa, maka penyerahan hadiahnya akan disampaikan pada lain kali saja – komunitas banget deh.

“Sepertinya keren nih kalau dibuat logo. Akhirnya saya orat-oret hingga akhirnya menjadi logo KJS,” jelasnya. Yudhi Kusadhitama, sebagai kampiun, dalam sambutannya mengatakan, ide logo baru KJS yang dibuatnya itu didapat ketika ia terjebak kemacetan di Prapatan Pancoran, Jakarta Selatan. Ketika menunggu bergantinya lampu traffic light, di tengah kemacetan itulah dirinya melihat ke atas, dan matanya terantuk pada Patung Dirgantara yang menjulang di tengah Prapatan Pancoran itu.

Pemenang Pertama. (Foto: Dok. TNOL)Pemenang Pertama. (Foto: Dok. TNOL) Foto: Dok. TNOLFoto: Dok. TNOL

Menurut Yudhi, Patung Dirgantara yang terdapat di Prapatan Pancoran, Jakarta Selatan, itu dapat dijadikan sebagai sebuah icon. Karena selain mudah dikenali, Patung Dirgantara itu adalah bangunan bersejarah yang hanya terdapat di Jakarta Selatan. Oleh karena itu, didalamnya mengandung filosofi yang sangat kuat tentang sejarah kota Jakarta.

Yudhi dan logo karyanya yang menang itu. (Foto: Dok. TNOL)Yudhi dan logo karyanya yang menang itu. (Foto: Dok. TNOL)Dalam logo KJS yang baru, Patung dirgantara divisualisasikan dalam bentuk garis-garis simpel dan dinamis. Garis lengkung dengan sudut lancip mengartikan cepat, tegas dan percaya diri. Icon Patung Dirgantara dibalut bidang dasar segi enam dengan sudut melengkung agar terkesan eksklusif dan dikelilingi garis untuk mempertegas.

Sementara tulisan KOSKAS Jakarta Selatan dibuat melengkung dengan huruf-huruf tegas, simple, dan modern. Sedangkan warna logo menggunakan turunan dari warna orange. Orange adalah warna senja yang mengartikan harapan dan semangat baru.

“Logo komunitas sepeda tidak harus identik dengan unsur-unsur sepeda. Banyak sekali unsur lain selain sepeda yang dapat dijadikan sebuah icon,” jelas Yudhi.

Foto: Dok. TNOLFoto: Dok. TNOLSelain mengumumkan pemenang lomba logo dan menyosialisasikannya, kedatangan KJS-er ke TNOL juga untuk menyampaikan agenda kegiatan yang sedang dipersiapkan penyelenggaraannya oleh para KJS-er yang antara lain adalah perayaan ulang tahun pertama, yang akan diselenggarakan di Pantai Anyer, dan Jambore Koskas di Jogja pada awal tahun depan.

Terima kasih karena telah berkunjung KJS-er, dan semoga sukses selalu!

 
Share to Facebook Share to Twitter Email the article

Comments  

 
#8 H.Ch.Faurozi 2012-02-18 14:44
Lebih keren dan berbudaya apabila "Berbatik Ria" juga.
Quote
 
 
#7 PPSY 2011-10-20 17:14
mantabsssss
salut n salam kenal dari kami keluarga besar Paguyuban pecinta sepeda yogyakarta
Quote
 
 
#6 bolank 2011-10-19 07:45
Quoting originalshit:
kok ga ada foto ane ya?


bukannya ente ada di bawah?
bawah apa hayoo?

Quoting ardivari007:
wooohhhh ni gue lupa ni kasih tau Rona utk beli Ubi..!!! pasti kurang berkesan deh...hehehe


ubi?
ckckckckck... bisa semerbak donk
Quote
 
 
#5 TheNoenu 2011-10-18 19:11
wow kakak wow...
crottt dl dah
Quote
 
 
#4 ardivari007 2011-10-18 17:15
wooohhhh ni gue lupa ni kasih tau Rona utk beli Ubi..!!! pasti kurang berkesan deh...hehehe
Quote
 
 
#3 originalshit 2011-10-18 14:44
kok ga ada foto ane ya?
Quote
 
 
#2 bolank 2011-10-18 07:03
sik asik...
kapan2 main lagi dah....
Quote
 
 
#1 nando85 2011-10-17 20:10
sedikit koreksi nih om "waktu start pukul 18.30 WIB mereka berhasil mencapai Kantor TNOL pada pukul 21.00". Untuk Tikum di FX jam 19.30 trus berger dari Tikum ke Kantor TNOL Sekita jam 20.00 lewat. Makasih ya om dan seluruh manajemen TNOL sudah mau menyambut kita. Jangan kapok ya om. :-)
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh