Selain kejadian jembatan runtuh di Bogor, bencana lain juga terjadi di tempat lain....
IstimewaMeski Lokon Meletus Dua Kali, Namun Belum Perlu Pengungsian
Sampai kemarin, 21 Februari 2012, tercatat Gunung Lokon telah meletus dua kali, dengan intensitas yang tidak terlalu besar. Berdasarkan informasi PVMBG Badan Geologi, letusan Gunung Lokon terjadi pada pukul 11:52 WITA, dengan lama letusan 75 detik, dan pukul 11:56 WITA, dengan lama letusan 450 detik. Terdengar suara gemuruh, namun tidak berhasil teramati adanya asap atau material letusan, karena saat terjadinya letusan sedang terjadi hujan lebat. BPBD Sulawesi Utara melaporkan, tidak ada pengungsian terkait letusan tersebut.
Sebelum meletus, kegempaan vulkanik pada Gunung Lokon meningkat sejak sehari sebelumnya, 20 Februari 2012, pukul 16.00 WITA. Sampai saat ini, status Gunung Lokon masih tetap Siaga (Level III). Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 2,5 km dari Kawah Tompaluan.
Longsor dan Banjir Lahar Dingin Terjang Jawa Tengah
Foto: SoloposHujan deras yang terjadi pada kemarin malam, telah menyebabkan terjadinya longsor dan banjir lahar di Kabupaten Karanganyar dan Magelang, Jawa Tengah. Longsor terjadi pada pukul 23.30 WIB, 21 Februari 2012, di 5 kecamatan yaitu: Kecamatan Jenawi, Ngargoyoso, Karangpandan, Tawangmangu dan Matesih, Kabupaten Karanganyar. Tercatat, 2 orang meninggal dunia akibat longsor tersebut, yaitu Resowiyono (60 tahun), warga Banjar RT. 3 RW. 4, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, dan Sukiningsih (70 th), warga Drojo, Desa Puntukrejo, Kecamatan Ngargoyoso. Selain itu, juga terdapat 8 rumah yang mengalami rusak total serta puluhan rumah rusak sedang/ringan.
Longsoran juga telah menimbun Jalan Raya Karanganyar - Tawangmangu di 2 titik. Petugas dan masyarakat segera bergotong-royong membersihkan material longsor, sehingga jalan dapat dilalui kembali tadi pagi, pada pukul 07.30 WIB.
Hujan juga telah menimbulkan masalah di daerah sekitar Gunung Merapi, karena sudah menyebabkan terjadinya banjir lahar dingin pada hari Selasa, 21 Februari 2012. Banjir lahar dingin ini terjadi di Kali Bebeng, Krasak dan Putih. Penduduk yang berada di daerah rawan telah dievakuasi. Di Kali Bebeng ada 2 truk yang hanyut. Truk pertama diidentifikasi dengan nomor polisi H 1981 GY, milik Yusmanto, warga Dowakan, Jumoyo, Kecamatan Salam, Magelang. Sopir dan 3 kernetnya berhasil diselamatkan. Sementara 1 truk lainnya belum berhasil teridentifikasi.
BPBD Jawa Tengah dan BPBD Kabupaten Karanganyar dan Magelang masih melakukan penanganan bencana di daerah tersebut. Untuk info detail, silakan hubungi Kepala BPBD Jawa Tengah, Sarwa di nomor telepon: +628122923656.
Jawa Timur Dilanda Banjir Bandang
IstimewaDari Provinsi Jawa Timur datang kabar musibah mengenai banjir bandang yang menerjang beberapa kecamatan di Kabupaten Trenggalek. Kejadiannya pada hari Selasa, 21 Februari 2012, pukul 15.00 WIB. Lokasi bencana di Kecamatan Pugalan dan Kecamatan Trenggalek, di Kabupaten Trenggalek.
Tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun sekitar 200 sampai 300 KK tempat tinggalnya terkena genangan air. Dikabarkan tidak ada kerugian materiil yang berarti karena bencana tersebut. Dilaporkan, BPBD setempat telah melakukan pendataan dan penanganan darurat. Saat ini, kondisi sudah dinyatakan aman karena di sebagian daerah yang tergenang banjir telah surut.
BPBD Kabupaten Trenggalek dan instansi terkait sudah mengirimkan bantuan berupa makanan siap saji, dapur umum, lauk pauk, sembako, dan kebutuhan air bersih. BPBD Provinsi Jawa Timur juga sudah memberikan bantuan 1.600 paket makanan siap saji ke BPBD Kabupaten Trenggalek.
Gempa 6,1 SR, Tidak Dirasakan Masyarakat Maluku Tenggara
Berdasarkan informasi dari BMKG, telah terjadi gempa bumi berskala 6,1 SR, yang terjadi pada hari ini, Rabu, 22 Februari 2012, pukul 17:45:23 WIB. Lokasi gempa berada pada 5.21 LS - 133.58 BT, yaitu pada 98 km Timurlaut Maluku Tenggara, di kedalaman 14 km. Pusat gempanya berada di laut.
Setelah dilakukan konfirmasi oleh Posko BNPB disampaikan bahwa gempanya tidak dirasakan oleh masyarakat, karena intensitas gempa II-IV MMI (lemah hingga ringan). Karenanya aktivitas warga tetap normal. Selain itu, gempa juga tidak berpontensi tsunami. BPBD melakukan pemantauan ke lokasi untuk memperoleh informasi lebih detail.
Untuk mengetahui peta dampak getaran gempa (shakemap) dengan intensitasnya, silakan membuka situs BNPB di www.bnpb.go.id.