TNOL Peduli

Jembatan Runtuh di Bogor

Penilaian Pembaca: / 0
JelekBagus 

DR. Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

Senin, 20 Pebruari 2012

Jembatan hasil swadaya itu runtuh saat 24 warga tengah melintas di atasnya....  

Foto: Dok. Tri Budiarto, Dir. Tanggap Darurat BNPBFoto: Dok. Tri Budiarto, Dir. Tanggap Darurat BNPBSebuah jembatan bambu yang terentang sepanjangnya 25 meter di atas Kali Cihideung, di Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, telah runtuh kemarin, Minggu, 19 Februari 2012, pada sekitar pukul 10.00 WIB. Nahasnya, jembatan yang menghubungkan Desa Cibanteng Pabuaran dan Kompleks IPB itu, runtuh pada saat 24 warga Desa Cibanteng sedang melintas di atasnya. Akibatnya, 1 orang meninggal, 7 hanyut, dan 15 lainnya selamat dengan luka-luka ringan. Kemarin petang, pukul 18.30 WIB, ketika tim SAR gabungan menghentikan pencarian atas 7 orang yang hanyut, belum satu pun yang berhasil ditemukan. Namun dalam pencarian hari ini, tadi siang telah diketemukan lagi satu korban yang hanyut, di Rumpin, sekitar 15 km dari lokasi kejadian. Berjenis kelamin perempuan, dan saat ini masih diidentifikasi. Sementara tim SAR masih terus menyusuri sungai untuk mencari 6 korban lainnya.

Foto: Dok. Tri Budiarto, Dir. Tanggap Darurat BNPBFoto: Dok. Tri Budiarto, Dir. Tanggap Darurat BNPB Foto: Dok. Tri Budiarto, Dir. Tanggap Darurat BNPBFoto: Dok. Tri Budiarto, Dir. Tanggap Darurat BNPB

Korban yang ditemukan dalam keadaan telah meninggal dunia kemarin, bernama Umamah, umur 35 tahun. Almarhumah adalah warga Kampung Pabuaran, RT. 01 RW. 3, Desa Cibanteng. Tujuh orang yang hanyut tersebut diketahui juga merupakan warga Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang saat itu hendak menghadiri acara Maulid di Kampus IPB, mereka adalah: 1. Eka, 9 tahun; 2. Rafi, 5 tahun; 3. Dini, 9 tahun; 4. Zahra, 6 tahun; 5. Apoy, 9 tahun; 6. Tiara, 10 tahun; 7. Maesaroh, 10 tahun. Sedangkan 15 korban selamat sudah pulang ke rumah masing-masing, pada umumnya hanya mengalami luka ringan seperti lecet dan shock.

Sebagian besar korban adalah anak-anak. Dan mereka kesulitan menyelamatkan diri karena kondisi aliran sungainya agak deras. Jembatan tersebut adalah jembatan bambu yang dibangun oleh masyarakat secara swadaya, untuk menghubungkan kampung Cibanteng, Pabuaran dengan Kompleks IPB. Jembatan runtuh atau putus, pada saat mereka melintas di atasnya karena akan menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW di wilayah Kampus Darmaga IPB.

Foto: Dok. Tri Budiarto, Dir. Tanggap Darurat BNPBFoto: Dok. Tri Budiarto, Dir. Tanggap Darurat BNPBTim SAR gabungan sebanyak 98 orang terdiri dari BPBD Bogor, SAR, TNI, Polri dan masyarakat telah melakukan penyisiran hingga 15 km ke arah hilir, sampai mencapai Jembatan Rumpin. Namun usaha pencarian kemarin hanya berhasil menemukan satu korban yang tewas. Pencarian diteruskan mulai pagi tadi, Senin, 20 Februari 2012, dan baru satu korban lagi yang ditemukan -di Rumpin.

Untuk informasi lebih detail silakan menghubungi Kalaksa BPBD Bogor, Yos Sudrajat: 08111101481, dan Kepala Seksi Logistik, Budi: 081210546592.

 
Share to Facebook Share to Twitter Email the article

Comments  

 
#3 Thamrin Mahesarani 2012-02-23 14:38
Tri Budiarto adalah Direktur Tanggap Darurat BNPB.

Terima kasih atas komennya, Pak.
Quote
 
 
#2 Tri Budiarto 2012-02-23 14:37
Tapi sedihnya, masyarakat sendiri juga rodo slordeh. Buang sampah ke sungai. Maka, sungai dengan batu-batu besar itu (tanda dulunya airnya bersih), saat ini airnya jadi keruh dan kotor. Sampah berserakan di mana-mana. Rumah warga juga mepet-mepet ke sungai. Pemda tau kok soal jembatan ini. Dan mereka menyebutnya sebagai jembatan ilegal. Sementara rakyat, menyebutnya jalan (jembatan) pintas yang dapat memperpendek waktu ke sekolah (dan tentu menghemat biaya). Ini dua persepsi yang berbeda dalam perspektif yang sangat dikotomis banget. Mengenai nasib jembatan ini, insya Allah, kami akan bangun yang lebih baik dan menjamin keselamatan.
Quote
 
 
#1 Tri Budiarto 2012-02-23 14:34
Jembatan swadaya masyarakat ini (saya menyebutnya jembatan partisipasi rakyat) dianggap sebagai jembatan ilegal oleh pemda, karena masuk dan lewat lahan kampus IPB, belakang Dramaga. Jembatan ini, karena made in rakyat, tentu gak mampu yang bagus. Anak sekolah biasanya banyak lewat. Tapi waktu libur Minggu kemarin, hanya anak-anak yang mau ambil nasi kotak Mauludan. Ironis banget ya. Kemiskinan dan kelupaan pemda menjadi hal utama dari kejadian ini yang mengenaskan ini.
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh