Banjir di Banten mulai surut, tapi puting beliung menerjang Padang, dan gempa menggoyang Maluku....
IstimewaBencana memang bukanlah hal yang diharapkan. Namun, kita mesti bersyukur apabila ia telah berlalu. Warga Banten yang beberapa hari kemarin terusir dari rumahnya karena banjir, kini telah kembali pulang, sebab banjir mulai surut. Warga Jakarta juga merasa sedikit lega karena ancaman banjir besar 'siklus 5 tahunan' sepertinya tak akan terjadi. Akan tetapi, datang kabar dari Padang dan juga Wonosobo, bahwa angin puting beliung telah 'mengamuk' di sana, Selasa kemarin. Juga dari Halmahera, Maluku Utara, datang kabar tentang adanya guncangan gempa yang melanda.
Bencana angin puting beliung telah menerjang Kota Padang pada hari Selasa, 17 Januari 2012, pada pukul 10.00 WIB. Dalam bencana ini, terjangan angin puting beliung telah menyebabkan sekitar 30 warga terluka di Kampung Batu, Kelurahan Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang. Tercatat 6 rumah, 1 warung, dan 1 masjid, rusak terkena puting beliung. Sementara itu, pada waktu yang hampir bersamaan, angin puting beliung juga terjadi di Kecamatan Kretek dan Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Persisnya pada hari Selasa, pukul 09.45 WIB. Di Wonosobo ini, tercatat ada 13 rumah rusak ringan, dan 5 rumah rusak sedang.
Di Indonesia, angin puting beliung merupakan bencana yang tingkat kenaikannya sangat drastis. Dan proses terjadinya angin puting beliung ini sangat terkait erat dengan fase pertumbuhan awan Cumulonimbus. Saat ini angin puting beliung sangat marak di Indonesia. Bencana angin puting beliung dari tahun ke tahun terus menunjukkan tren yang naik. Dalam 10 tahun terakhir, yaitu dari 2002-2011, telah terjadi 1.564 kejadian angin puting beliung, atau 14% dari total kejadian bencana di Indonesia. Antara tahun 2002-2011, telah terjadi kenaikan 28 kali lipat kejadian angin puting beliung. Jika tahun 2002 kejadiannya hanya 14 kali, di tahun 2006 mencapai 84 kejadian. Namun pada tahun 2010 ada 402 kejadian. Di tahun 2011, bencana angin puting menyurut hingga hanya tinggal 285 kejadian, dengan korban meninggal 21 orang, mengungsi 9.081 orang, dan 13.684 unit rumah rusak.
Banjir surut, pengungsi pun menyusut
Dari Banten, ada kabar melegakan, yaitu bahwa banjir telah surut, dan pengungsi telah beranjak pulang ke rumahnya. Namun pada pukul 21.05, dilaporkan oleh Sekretaris Binuang melalui telepon, bahwa ada 4 desa yang kembali terendam banjir, yaitu Desa Renged, Desa Cakung, dan Desa Lamaran dengan ketinggian air 20 cm, serta Desa Gembor (Kampung Pule Sasak) dengan ketinggian air mencapai 1 m. Penanganannya sepenuhnya dilakukan oleh unsur Muspika.
Gempa di Halmahera Selatan
Kemarin, Rabu, 18 Januari 2012, dari Maluku Utara datang kabar adanya gempa berkekuatan 5,7 SR yang menggoyang wilayah Halmahera Selatan, Maluku Utara. Gempa tersebut terjadi pada pukul 19:50:25 WIB. Pusat gempa berada pada 0.91 LS - 126.77 BT (144 km barat daya Halmahera Selatan-Maluku Utara) di kedalaman 69 km. Namun demikian, tidak berpotensi tsunami. Gempa dirasakan oleh masyarakat dengan durasi sekitar 3 detik. Cukup singkat dan tak terlalu kuat, sehingga aktivitas masyarakat masih tetap normal, meski seraya waspada.
Jakarta aman dari banjir
Debit semua sungai di Jakarta saat ini kondisinya normal. Tinggi muka air masih dalam kondisi aman dan normal. Tidak ada kenaikan tinggi muka air sungai yang meningkat. Sehingga, diperkirakan Jakarta untuk sementara ini aman dari banjir. Namun begitu, kewaspadaan dan kesiap-siagaan terus ditingkatkan seiring dengan memasuki curah hujan yang akan makin meningkat.
Update tinggi muka air: 18 Januari 2012, Pkl. 18.00 WIB: Katulampa 50cm (Siaga IV), Depok 115cm (Siaga IV), Manggarai 720cm (Siaga IV), Karet 400cm (Siaga IV), P. Ikan 130cm (Siaga IV), S. Hulu 50cm (Siaga IV), P. Gadung 375cm (Siaga IV), Cipinang Hulu 80cm (Siaga IV), Angke Hulu 60cm (Siaga IV), Pesanggrahan 80cm (Siaga IV), K. Hulu 90cm (Siaga IV).