Waktu. Apalagi cuma satu menit, kita pasti akan menganggapnya sepele. Soalnya, sudah pasti waktu satu menit itu tidak akan cukup, (bahkan) buat kita menyelesaikan urusan darurat di jamban. Apalagi buat melakukan sesuatu yang lebih kita sukai?
IstimewaMari kita bicara soal waktu dan harganya. Walah, waktu ada harganya, tho? Ya sudah pasti ada. Telepon kita per detik ada harganya. Sewa organ tunggal juga pakai hitungan waktu. Sewa mobil, sewa gedung, sewa cakram video, dan masih banyak lagi. Jadi, mari kita berhenti mengira bahwa waktu itu gratis. Buat orang yang sudah kehilangan kewarasan, waktu memang sudah tak ada nilainya lagi. Juga buat pengangguran bodoh yang kerjanya cuma berandai-andai sambil mengecat langit. Tapi buat kita, yang masih bisa menghasilkan uang satu dua rupiah, waktu tetap ada harganya. Mari kita lihat, berapa sebenarnya harga si waktu ini – dan berapa pula harga waktu kita per menitnya. Silakan....
Belanda barangkali satu-satunya negara yang menghalalkan pelacuran; sampai-sampai penyandang cacat pun berhak mendapat tunjangan dari negara, untuk memanggil atau pergi ke pelacuran. Pekerja seks komersial (PSK) dianggap sebagai “pengusaha”, yang karenanya harus mengikuti pendidikan resmi untuk menjadi pelacur. Mereka juga wajib memiliki nomor wajib pajak. Santo Agustinus menilai, pelacuran adalah kebutuhan umum kaum pria, dan ditaksir 16% pria pernah menggunakan jasa PSK.
IstimewaDi negeri kincir angin ini, tarif PSK per 30 menitnya sekitar 50 Euro (€). Dan tarif itu bisa menjadi berlipat tiga, apabila pelanggan tidak ingin menggunakan kondom. Angka pengali tersebut dianggap sudah bisa mewakili persentase kemungkinan terjangkit HIV. Pendek kata, “harga satu menit” buat para PSK di Belanda adalah Rp. 15 ribu, atau Rp. 45 ribu kalau memasukkan unsur resiko terkena AIDS.
Sekarang, mari kita perbandingkan harga waktu PSK Belanda itu dengan profesi lain.
Gaji Tukul Arwana per episode (60 menit), pernah sebesar Rp. 3 juta, atau setara Rp. 50 ribu per menitnya. Pengacara di Washington, rata-rata memasang tarif 590 dolar Amerika per jam, atau sekitar Rp. 89 ribu per menit. Konsultan McKinsey, biasanya dibayar di atas 10,000 dolar Amerika per hari (5 jam) per tim (3 orang). Jumlah ini setara dengan Rp. 100 ribu per menit per orang — bisa lebih bila memasukkan bonus, benefit, dan lainnya.
Gaji David Beckham di LA Galaxy sekitar Rp. 9 milyar per minggu, atau Rp. 880 ribu per menit. Gaji tersebut di luar endorsement dan merchandise fees, yang jumlahnya berkali lipat dari gaji pokoknya. Sedangkan Paris Hilton memasang tarif 200 ribu dolar Amerika, untuk tampil di sebuah party selama 20 menit; atau setara dengan Rp. 90 juta per menit.
IstimewaSementara Bill Gates, manusia terkaya di dunia, konon menghasilkan 250 dolar Amerika tiap detiknya; atau setara Rp. 135 juta per menit. Konon, kekayaannya belum akan habis kendati setiap harinya ia belanjakan sekitar 6,78 juta dola Amerika.
Namun, dalam soal efisiensi waktu, tetap saja tidak ada yang mampu mengalahkan orang Jepang.
Kereta api peluru Shinkansen N700, bisa melaju dengan kecepatan hingga menembus 300 km/jam pada trek lurus, dan 270 km/jam pada rel menikung radius 2500 meter. Tapi kereta ini hanya lebih cepat 20 km/jam dari generasi pendahulunya.
Dengan kereta ini, waktu tempuh dari Tokyo ke Osaka hanya 2 jam lebih 25 menit; atau 5 menit lebih cepat dari kereta generasi terdahulu. Dan itu artinya, orang Jepang rela mengorbankan 2,1 milyar dolar Amerika “hanya” untuk menghemat waktu 5 menit. Dan artinya juga, harga satu menit menurut orang Jepang setara dengan Rp. 3,78 trilyun — hampir 30 ribu kali harga waktu Bill Gates per menitnya.
IstimewaSebuah riset menunjukkan, butuh waktu setidaknya 9 jam untuk melahap 759 halaman buku Harry Potter — dengan asumsi mengabaikan aktivitas harian, menonton televisi, tak menjawab telepon, dan lainnya, kecuali untuk urusan perut dan toilet. Dengan kemampuan manusia “normal”, mungkin butuh waktu 24-48 jam untuk bisa khatam buku itu.
Dalam dunia ekonomi, uang bisa dijadikan tolak ukur mengenai nilai waktu. Karena sifatnya yang teramat terbatas (hanya sepanjang usia manusia), maka waktu menjadi salah satu “komoditi” termahal yang tak tergantikan.
Andai seorang pelacur membaca buku Harry Potter, maka itu akan membuatnya kehilangan peluang pemasukan setidaknya sebesar Rp. 8,1 juta. Kalau ia seorang konsultan keuangan, buku Harry Potter akan membuatnya terancam kehilangan Rp. 54 juta. Dan jika ia seorang Bill Gates, maka ia harus menangisi “lost” sebesar Rp. 72,9 milyar. Angka yang tidak bisa dibilang sedikit, kan?
Nah, sekarang giliran Anda menghitung, berapa harga satu menit Anda?