Amien S Sutanto tak pernah menyerah dalam membuka usaha/ Foto2: Nopi TNOLSABTU PAGI (9/10) di kawasan Fatmawati Raya No. 100 D atau Petrof House begitu ramai oleh para ‘penggila’ sepeda. Karena baru saja dibuka Cafe Sixty Niner Bicycle Club.
Nggak heran, cafe tersebut kepunyaan salah satu sesepuh komunitas Sixty Niner Amien S Sutanto. Yang juga merupakan adik dari ketua komunitas Sixty Niner Hanny Sutanto yang memang ‘biangnya’ penggowes sepeda.
Amien (tengah) saat meresmikan cafe miliknya...Cafe berkonsep tempat kumpul dan penjualan sepeda ini merupakan usaha Amien yang ketiga. Pertama, Amien membuka usaha konsultan IT pada tahun 2000 lalu. Dirinya membuka usaha tersebut karena sudah bertahun-tahun bekerja pada salah satu perusahaan ternama di Indonesia. Berhubung ingin mengembangkan kreasi dan ingin membuka lapangan kerja, Amien melepas pekerjaannya.
Amien bersama Hanny Sutanto (kanan)Padahal, sebagai karyawan di bidang IT kala itu, penghasilan Amien cukup besar. Apalagi, ia bekerja di perusahaan swasta yang memiliki prestise di Indonesia. Namun, semua tak membuatnya gelap mata. Bagi Amien, bila bekerja dengan orang lain berarti menjadi pegawai selamanya.
Tentu ia tak ingin seperti itu, ia ingin memiliki usaha sendiri serta membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain. Amien pun membuka usaha konsultan IT. “Menjadi wiraswasta itu enak, bisa mengembangkan kreasi. Beda bila menjadi pegawai, kita hanya menerima gaji saja,” ujarnya kepada TNOL.
Usaha pria jebolan teknik komputer Institute Tecnology of Sidney tahun 1986 ini berlanjut membuka usaha kuliner di Bintaro pada tahun 2008. Kala itu, ia membuka Mie Raja. Sayang warung Mie-nya hanya bertahan beberapa bulan. Tapi, ia tak patah semangat.
Amien tampak sibuk melayani_tamu...Justru, memotivasi dirinya untuk lebih meningkatkan lagi usahanya. Bagi Amien, kegagalan mengelola Mie Raja adalah langkah menuju sukses ke bisnis lain. Berbekal masukan dari anak-anak Sixty Niner, putra keempat dari empat bersaudara ini membuka cafe. Pembukaan cafe dihadiri beberapa komunitas sepeda dan diresmikan oleh ketua Sixty Niner Hanny Sutanto.
Hanny didampingi anggota perempuan Sixty Niner Mirna Harahap memotong pita sebagai tanda dibukanya cafe. Amien sendiri tergabung dalam Sixty Niner sejak awal berdirinya komunitas tersebut. Amien menyukai sepeda saat masih kecil. Bahkan, semasa kanak-kanak ia kerap menggowes sepeda ontel bersama teman-teman satu perumahannya yang terletak di Blok S. Maklum, tahun 1966 masyarakat Indonesia marak menggunakan sepeda tersebut.
Amien terjun langsung melayani permintaan pengunjung yang datang... Kesukaan pria kelahiran 13 Mei 1961 ini berlanjut hingga saat ini. Namun, Amien tak lagi menggunakan sepeda ontel. Melainkan sepeda jenis MTB. Dengan sepeda itu, ia sering mengikuti touring Sixty Niner. Ia juga “meracuni” sang kakak Hanny Sutanto agar menyukai sepeda.
“Dulu dia tidak suka sepeda, tapi saya ‘racuni’ biar suka. Nah, melalui cafe ini pula saya ingin menulari orang yang tak suka bersepeda mau bersepeda,” papar ayah satu anak ini.
Dimata Amien sepeda bisa membuat refreshing seseorang dan menjadi ajang bergaul. “Sepeda olahraga yang merakyat, beda dengan golf yang hanya bisa dinikmati kalangan tertentu saja,” tandasnya sembari tersenyum.
Comments
RSS feed for comments to this post