Profil

Bunda Estherlita Suryoputro, Dari Dunia Maya ke Dunia Cetak

Penilaian Pembaca: / 5
JelekBagus 

Fitryan GD

Senin, 30 Januari 2012

Estherlita (Foto: Fitryan GD)Estherlita (Foto: Fitryan GD)

MENGAKU tak pernah bisa diam, selalu ingin memberi manfaat setiap menit per menit dalam hidupnya, itulah yang membuat Bunda Esther dikenal sebagai workaholic. Padahal, di rumahnya di Abu Dhabi, dia hanya tinggal bersama suaminya, Bambang Santoso yang bekerja di sebuah perusahaan minyak. Sementara putra tunggalnya, Bestramy D Santoso, sedang kuliah S3 di Doha.

"Dengan banyak aktivitas membuat saya sehat dan bisa terhindar dari pikun, apalagi menulis resep masakan," ujar wanita kreatif yang ditemui TNOL di penghujung tahun 2011, saat ia berkunjung ke Indonesia. Seperti biasa, setahun sekali Bunda Esther kembali ke tanah air dalam rangka liburan. Menengok apartemennya di kawasan Taman Anggrek, Slipi, menengok orangtua di Depok, dan silaturahmi dengan teman-teman, "Pokoknya banyak deh yang aku kunjungi," ujar Esther.

Foto: IstimewaFoto: IstimewaNamun, tak cuma untuk semua itu saja kunjungannya kali ini, ia pun juga me-launching buku resep perdananya yang berjudul d’ez Kitchen. Buku berisi 42 resep lengkap dengan tips olahan bumbu, cara menyimpan bumbu, dan cara mendapatkannya ini, sengaja dibuat Esther dalam rangka memenuhi permintaan teman-teman blogger-nya, peserta demo masak, para tetangga, dan sahabatnya.

Selalu menyempatkan menulis (Foto: Istimewa)Selalu menyempatkan menulis (Foto: Istimewa)"Mereka sudah lama menunggu resep-resep saya dalam buku karena mereka suka sekali dengan masakan yang saya olah," jelas Esther tersenyum gembira.

Menjajah Dunia Maya

Esther yang lahir di Jakarta, 23 September 1958 ini mengaku suka memasak sejak masih remaja. Setelah menikah dan tinggal di Delft, Belanda tahun 1983-1985, hobi ini terus ditekuninya hingga teman-teman dan tetangganya selalu mencicipi bahkan minta dibuatkan masakan olahannya. Akhirnya Esther pun mencoba bikin katering kecil-kecilan, padahal saat itu Esther bekerja paruh waktu di sebuah toko makanan Indonesia yang sangat terkenal di kota itu.

Di Kedubes RI bersama teman-teman (Foto: Istimewa)Di Kedubes RI bersama teman-teman (Foto: Istimewa)Hingga akhirnya, Esther pun mencoba mengikuti kursus menyiapkan hidangan untuk skala konferensi di Swiss tahun 1996. Pengalaman inilah yang akhirnya diterapkan di Bontang, Kalimantan Timur saat mengikuti suaminya bertugas di sana.

Di Bontang, Esther menjalankan bisnis katering selama lebih kurang 14 tahun. Lumayan menyenangkan karena peminatnya cukup banyak, namun sayang Esther harus mengikuti tugas suaminya ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Bersama suami dan anak (Foto: Istimewa)Bersama suami dan anak (Foto: Istimewa)Namun, meski Esther tak bisa mengolah masakan lagi untuk teman-temannya dan pelanggannya di Bontang, ia masih setia mengirim resep-resep masakannya lewat blog, Multiply ataupun Facebook. Buka saja di blog-nya d’ez Kitchen, pasti akan menemukan resep-resep olahan Esther.

Dan, dengan menjamah dunia maya, penggemar resep-resep Esther sangat banyak, hingga akhirnya dia harus memenuhi keinginan mereka dengan membuat buku resep masakan. "Buku ini juga sumbangan buat bangsaku karena semua resep masakan dan minuman khas Indonesia," jelas Esther.

Foto: IstimewaFoto: IstimewaDari Teknik ke Boga

Jika menilik latar belakang pendidikan Esther, cukup membuat kita bertanya-tanya juga. Pasalnya, pendidikan Esther adalah lulusan Fakultas Teknik Sipil, Universitas Kristen Indonesia. Bahkan dia pernah kerja di bidang sesuai pendidikannya, namun dia mampu menekuni dunia boga.

"Untung saya suka memasak, jadi saya tak pernah menganggur," katanya. Kemampuannya mengolah berbagai masakan Indonesia membuatnya banyak mengikuti berbagai bazaar di dalam dan luar negeri. Beberapakali mengadakan demo masak di KBRI.

Dalam sebuah acara kemah (Foto: Istimewa)Dalam sebuah acara kemah (Foto: Istimewa)Banyak pengalaman dan informasi yang ia dapatkan dari kegiatannya ini, sehingga Esther merasa informasi yang dimilikinya harus di share ke teman maupun penggemarnya. Beruntung ia aktif di dunia maya sehingga niatan itupun tercapai. Sukses di profesi juga membuatnya sukses sebagai ibu, terbukti dia mampu menjadikan putra tunggalnya sebagai anak pandai dan berbakat. Dalam usia yang relatif muda, Bestramy sudah menekuni jenjang S3.

"Sekarang saya di rumah banyak berdua sama suami, akhirnya kalau liburan kami berdua kemping ke luar kota," ujar Esther. Persamaan hobi, membuat pasangan ini seperti sahabat. "Kami jadi saling mengisi," tambahnya.

Saat 'talkshow' di sebuah radio di Jakarta (Foto: Istimewa)Saat 'talkshow' di sebuah radio di Jakarta (Foto: Istimewa)Seru juga mendengar cerita berkemahnya Esther dan suami. Keduanya selalu membawa peralatan masak lengkap di mobil yang memang didisain khusus untuk berkemah. Di area perkemahan, mereka menggelar peralatan masak, bangku dan kursi serta peralatan lainnya. Mereka membuka tenda tak jauh dari kendaraan.

"Kalau berkemah, di sini sangat aman; kalau di Indonesia, nggak tau deh!" ujar Esther tertawa. Rencananya, tahun ini Esther akan menerbitkan buku keduanya. Saat ini dalam tahap seleksi resep. "Pokoknya saya tidak akan menyia-nyiakan waktu saya," jelasnya.

Ingin tahu lebih banyak kemampuan Esther mengolah masakan, juga cerita suka-dukanya hidup di Timur Tengah? Ikuti d'ez Balcony, mulai Februari 2012, rubrik khusus yang ia asuh langsung; hanya di TNOL.

 
Share to Facebook Share to Twitter Email the article

Comments  

 
#9 Bambang S. Santoso 2012-02-01 22:30
Jadi ikut penasaran nunggu launching edisi pertama d'ez balcony, nih ..... Bravo utk tulisan profilenya, mBak Fitriyan. Mudah2an nanti sempat dikenalkan sama Mas Istimewa nya ... :-)
Quote
 
 
#8 Sukirno Maskur 2012-02-01 08:01
mantaabb!...Bu Ester, artikel dan ilustrasi photo2 nya sangat menarik dan ciamiikk!. Thanks juga utk postingan bekas pacar (bu Kirno)di laman ini,..semoga suksess selalu!...hehehe
Quote
 
 
#7 Mina 2012-01-31 16:29
Muaaantappp mb...suksesss....trss...
Quote
 
 
#6 Tanti 2012-01-31 10:50
mbak esther TOP Bangets... semoga ilmunya berkah terus
Quote
 
 
#5 ningnong 2012-01-31 09:09
Kereeenn!! Sukses terus ya Bunda...
Quote
 
 
#4 Arianty Ridwan 2012-01-31 08:33
Salut dgn kreatifitas bunda
Quote
 
 
#3 Esti Harmiatri 2012-01-30 21:40
Semangat maju terus mbak...Tambah Sukses ke depannya yaa
Quote
 
 
#2 Shanti 2012-01-30 21:22
I wanna be like you, sampai berumur harus tetap aktif biar tidak stress & sehat ya bunda..;)
Quote
 
 
#1 Dani Ardiansyah 2012-01-30 20:00
Keren, Bunda, produktif sepanjang masa :) :D
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh