Profil

Yanto Koba, Wajahnya 'Wara-wiri' di Layar Lebar

Penilaian Pembaca: / 2
JelekBagus 

Nopiyanti

Kamis, 02 Pebruari 2012

Penampilannya yang khas, dan selalu menggunakan sepeda onthel tua menjadikan pria ini kerap diajak bermain film layar lebar...

Yanto dengan sepeda onthel yang kerap menemaninya/ Foto-foto: Nopi TNOLYanto dengan sepeda onthel yang kerap menemaninya/ Foto-foto: Nopi TNOL

Meski wajahnya 'wara-wiri' di layar lebar maupun layar kaca, tak membuat pria satu ini lupa terhadap kesukaannya menggowes onthel. Baginya, jika tidak mengendarai kendaraan roda dua tersebut membuat badan terasa 'tidak enak'. Tak heran, dalam berbagai kesempatan, dia selalu menggowes onthelnya.

Pria yang sudah berumur lanjut ini, juga selalu menyempatkan diri kumpul bersama Komunitas Onthel Batavia (KOBA) setiap Minggu. Dialah Sutowidjoyo, atau lebih dikenal dengan Yanto.

"Saya masuk komunitas sejak 2004 lalu di Silang Monas," jelas Yanto kepada TNOL di Gedung Joang '45, Minggu (29/1).

Perkenalannya dengan KOBA terjadi secara tidak sengaja. Kala itu, ia sedang berjalan-jalan di sekitar daerah Kota dan Glodok. Ia melihat sekumpulan orang mengendarai onthel. Hati Yanto tertarik untuk memiliki sepeda jenis tersebut. Dia pun berusaha mencari onthel ke berbagai wilayah, termasuk ke tempat mereka berkumpul di Silang Monas.

Tulisan KOBA terpasang di sepeda onthel milik YantoTulisan KOBA terpasang di sepeda onthel milik YantoAlhasil, Yanto pun memperolehnya di sana. Tak berselang lama, ia pun mulai mengenal satu-persatu anggota komunitas onthel. Selanjutnya, memutuskan bergabung dengan KOBA. Selama bergabung, Yanto telah mengikuti beberapa kegiatan yang diselenggarakan KOBA. Salah satunya, saat pemilihan ketua baru KOBA periode 2012-2014 di Gedung Joang '45.

Yanto yang tinggal di Pasar Rebo ini mengayuh onthel mulai pukul 06.00 WIB. Sebelum ke lokasi acara, Yanto mampir terlebih dahulu ke Slipi. Setelah itu, mengarah ke Gedung Joang. Dia mengendarai onthel Humber buatan tahun 1960-an. Onthel Yanto dihiasi bendera KOBA yang telah memudar.

"Sampai sekarang saya tidak mencopotnya karena ini bendera lama," imbuh Yanto. Selain bendera KOBA, terpasang pula bendera merah putih.

Lalu lampu, dua buah bel yang diletakkan di dekat stang dan jok. Di boncengan, Yanto memasang tas di kiri dan kanannya. Tas Yanto isi dengan berbagai pernak-pernik zaman dulu seperti ketapel. Ada juga dua buah gelas 'tempo doeloe' beserta sendoknya. Yanto sengaja memasang perlengkapan itu agar terkesan 'jadul'. Demi mendukung penampilan, ia pun menggunakan kostum veteran.

Yanto dengan gayanya yang khasYanto dengan gayanya yang khas"Terkadang saya pakai kostum Yogya, Betawi dan Jawara," jelasnya. Yanto juga sering membawa rantang berisi makanan dari rumah. Rantang dia letakkan diboncengan belakang. Dia membawa rantang ketika melakukan perjalanan sendiri. Saat pemilihan ketua KOBA, Yanto tidak membawanya karena dia mampir ke beberapa tempat.

Yanto sampai ke lokasi pemilihan saat panitia melakukan perhitungan suara. Terpilih H Zainal sebagai ketua untuk periode dua tahun ke depan. Yanto berharap, ketua baru lebih bagus lagi dari sebelumnya. Ditambah lagi bisa merangkul, menjaga kerukunan, kekompakan dan persatuan anggota. Usai pemilihan, Yanto tidak langsung pulang. Dia menunggu azan Dzuhur, selanjutnya melakukan perjalanan ke daerah Kota untuk jalan-jalan.

Dia memilih memakai sepeda agar cepat. "Kalau naik bus way, pindah-pindah. Jadi tidak keburu," ucap pria yang memiliki empat onthel ini.

Selain itu, Yanto sering juga mengikuti touring ke Bogor, Karawang dan Bandung. Dengan onthel yang dimiliki, Yanto juga sering mendapat rezeki. Onthelnya sering disewa untuk properti syuting sinetron. Harga sewa Rp 50 ribu perhari. Sepeda disewa selama delapan hari. Pekerjaan Yanto sehari-hari adalah wiraswasta.

Yanto saat menggowes onthel tuanyaYanto saat menggowes onthel tuanyaDisela-sela bekerja, Yanto kerap menjadi figuran di sejumlah film dan sinetron. Baru-baru ini, dia bermain di sinetron Satria. Sebelumnya, bermain di Inayah, Si Entong, Jaka Tarub, Karma Pala dan Tutur Tinular.

"Di Tutur Tinular saya sebagai orang yang memata-mata- Mei Shin," imbuhnya. Kemudian di sinetron Pelangi Taman Bunga yang pemeran utamanya Ria Irawan; Surga di Depan Mata, Mendung Berlalu, hingga Si Manis Jembatan Ancol. Di sinetron ini, Yanto kebagian peran menjadi dukun.

Di film Yanto juga sering muncul seperti di Misteri Guci yang dimainkan Suzanna, Koboi Insyaf dengan pemain utama Benyamin Sueb dan Untukmu Kuserahkan Segalanya dengan bintang utama Rano Karno dan Lydia Kandou.

Menurut Yanto, itu merupakan film pertamanya. Sementara filmnya di tahun 2011 kemarin, Yanto main di film Di Bawah Lindungan Kabah. "Saya menjadi figuran ustad yang membaca Labbaik allahummaa labbaik," tutur Yanto.

Saat menjadi figuran, Yanto menggunakan nama Suyanto. Selain sinetron dan film, Yanto juga berperan di salah satu reality show. Dalam waktu dekat dia akan bermain sinetron dan film lagi. Yanto bisa terlibat di beberapa sinteron dan film karena tahun 1977 dia pernah berlatih di Sanggar Empat Satu dan Calon Bintang (CB) Group. Dia juga sering ikut lomba teater dan akting. (Sbh)

 
Share to Facebook Share to Twitter Email the article

Comments  

 
#1 mars 2012-02-07 07:35
bersepeda buat badan bugar dan lebih greeng :D :D :D
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh