Profil

Graece Tanus, Berdamai dengan Kanker Payudara

Penilaian Pembaca: / 5
JelekBagus 

Nopiyanti

Selasa, 10 Januari 2012

Graece Tanus, tetap ceria (Foto: Nopiyanti)Graece Tanus, tetap ceria (Foto: Nopiyanti)JUMAT, 5 Januari kemarin, langit Jakarta tak bersahabat. Mendung hitam, disusul hujan deras, petir menyambar dan angin yang diduga puting beliung tengah berputar di angkasa. Jakarta mencekam.

Sepertinya, itulah yang dirasakan Graece Tanus yang saat itu sedang menjalani kemoterapi kelima atas kanker payudara stadium 2B yang diterimanya. Namun, ternyata tidak demikian bagi wanita yang berusia 41 tahun ini. Ia coba kemoterapi yang sedang dijalankannya, terasa nikmat dan menyenangkan. Untuk itulah, dia berusaha melempar senyum pada siapapun yang melihatnya.

Sebelum divonis kanker (Foto: Istimewa)Sebelum divonis kanker (Foto: Istimewa)“Ini proses hidup yang sedang saya jalankan,” ujar wanita yang aktif sebagai anggota komunitas pecinta seni, budaya dan sejarah di Love Our Heritage (LOH).

Graece yang berhasil ditemui TNOL di RS Kramat 128 Jakarta ini, saat itu sedang menjalani kemoterapi kelimanya di salah satu ruangan rumah sakit tersebut. Kebetulan  ruang perawatan Graece menghadap ke jalan utama sehingga ia bisa melihat lalu lalang kendaraan serta turunnya hujan dari balik jendela.

Bersama anak dan ibu (Foto: Istimewa)Bersama anak dan ibu (Foto: Istimewa)Dan, sore itu Graece memang menyaksikan turunnya hujan lebat dari balik jendela. Sambil menjalani kemoterapi, Graece yang terus umbar senyum berucap, “Inilah penyakit mental, kita seperti bertarung dengan diri sendiri.”

Ada benarnya Graece berkata demikian, lantaran kanker payudara merupakan penyakit kanker berbahaya kedua setelah kanker serviks. Tak heran, ketika seseorang divonis mengidap penyakit tersebut, dunia seakan runtuh dan banyak yang tidak bisa menerima. Awalnya Graece memang seperti itu, dia tidak percaya kalau ditubuhnya bersemayam kanker payudara. Terlebih, dia adalah sosok yang sangat aktif dalam berbagai kegiatan.

Mencoba Pasrah

Dijenguk TNOL dan LOH (Foto: Nopiyanti)Dijenguk TNOL dan LOH (Foto: Nopiyanti)Perempuan yang menjadi Humas Gereja Katedral ini baru menyadari ada yang tidak beres ditubuhnya ketika merasa pusing dan masuk angin saat bangun tidur. Dia memeriksa kondisi tubuhnya dengan tangan sendiri, saat itulah dia menemukan benjolan di ketiak.

Graece tidak menaruh curiga berlebihan, karena dia harus berangkat ke Belitung untuk menjalankan tugas. Namun rasa penasaran mendorong Graece untuk cek up di rumah sakit. Usai menjalankan tugas, Graece segera menuju salah satu rumah sakit swasta.

Dia berharap benjolan di ketiaknya hanya sekedar lemak saja. Harapan Graece tak berbuah manis lantaran setelah dilakukan pemeriksaan dia langsung divonis kanker payudara stadium dua. Betapa kaget anak kelima dari enam bersaudara ini mendengarnya.

Pasrah namun tetap semangat (Foto: Nopiyanti)Pasrah namun tetap semangat (Foto: Nopiyanti)Dia segera menyampaikan kepada keluarga besarnya dan meminta maaf, termasuk kepada anaknya yang duduk di bangku kelas lima sekolah dasar, juga kepada ibundanya. Mendapat penjelasan dari sang anak, ibunda Graece, Elizabeth Tanus segera menguatkan hati anaknya.

“Kita harus berusaha, jangan khawatir dan jalani ini karena ada Tuhan,” ucap Elizabeth Tanus. Graece pun langsung browsing berbagai hal berkaitan dengan kanker payudara. Dia juga mencari dokter ahli yang menangani penyakit tersebut. Usahanya tidak sia-sia, dia mendapat kemudahan mencari berbagai informasi hingga nama dokter yang sering menangani kanker payudara.

Graece segera menghubungi tempat bekerja sang dokter untuk memeriksakan diri. Ditahap ini, Graece tidak mengalami kesulitan. Mendapat kemudahan demi kemudahan, membuat Graece menyerahkan hidup matinya kepada Tuhan. Dia juga mau berdamai dengan diri sendiri.

Berusaha tegar (Foto: Nopiyanti)Berusaha tegar (Foto: Nopiyanti)“Saya pasrah kepada Tuhan, kalau memang saya mau diambil memang hak-Nya. Tapi, saya mohon diberi waktu untuk medampingi anak saya sampai dewasa dan berkarya untuk kemuliaan Tuhan,” ucap Graece.
Berbekal itu, Graece tetap otimis menjalani hidup.

Dia yakin ini jalan Tuhan sehingga Tuhan akan menolong dan menunjukkan mukjizat-Nya. Tinggal kita berusaha untuk sembuh dari penyakit. Graece pun bersedia operasi pengangkatan payudara kirinya agar sel-sel kanker tidak menyebar ke bagian lain.

Takut Karena Teman Meninggal

Graece menjalani operasi pada 9 September 2011 lalu, bertepatan dengan usianya yang ke-41 tahun. Ketika operasi, Graece ditemani anggota LOH dan keluarga besar lainnya, salah satunya adalah sang adik yang bermukim di Jerman yang menyempatkan diri menemani Graece.

Usai operasi, Graece harus menjalani enam kali kemoterapi. Saat ini sudah menjalani lima kali, tinggal satu kali lagi kemoterapi yang harus dijalani. Efek dari kemoterapi menyebabkan rambut Graece rontok, kulit tangan dan kaki menghitam. Walau begitu, ia tetap optimis menjalaninya.

Dokter yang merawat Graece (Foto: Istimewa)Dokter yang merawat Graece (Foto: Istimewa)Graece mengaku, awalnya saat menjalani kemoterapi dia selalu menangis lantaran kawan seperjuangannya yang juga melawan kanker meninggal dunia. Mereka bertemu saat kemoterapi pertama. Bahkan, salah satu pasien kanker yang menjadi inspirasinya pun meninggal dunia. Graece baru semangat lagi mengikuti kemoterapi setelah mendapat penjelasan dokter.

Dokter berkata, kalau orang meninggal saat kemoterapi adalah suratan takdir. “Ternyata orang yang menginspirasi saya meninggal karena kelainan darah, bukan akibat kemoterapi,” tutur Graece. Sejak saat itu Graece berjanji kepada dirinya agar tidak menitikan air mata.

Graece sukses melakukannya di kemoterapi kelima. Dia pun selalu tersenyum ketika orang-orang berdatangan ke ruangannya. Tak ketinggalan sang anak selalu menjenguk Graece sepulang sekolah. Selain kemoterapi, Graece menjalani terapi obat dengan mengonsumsi empat tablet setiap pagi dan tiga tablet di malam hari.

Memang, kata Graece, apa yang dilakukan tidak 100 persen membuat dirinya sembuh. “Tingkat kesembuhan 97 persen, jadi masih ada tiga persen lagi. Untuk mengatasinya, kita harus menjaga pola hidup,” jelas perempuan yang hobi fotografi ini. Antara lain dengan olahraga, mengonsumsi buah dan sayur. Hindari makanan junk food serta makanan mengandung bumbu penyedap.

Puisi Sang Anak

Penyakit kanker payudara yang menimpa Graece membuatnya banyak memetik hikmah. Setidaknya, dia bisa mengetahui mana  sahabat sejati dan tidak. Dia pun merasa bersyukur, ternyata teman-teman maupun keluarga memberikan support.

Bahkan, sang anak khusus membuatkan puisi bertajuk Ibuku. Sampai-sampai Graece hafal betul setiap bait puisi sang buah hati.Perempuan berdarah Flores ini sempat membacanya tanpa melihat catatan.

Menurut Graece, puisi sang anak menjadi penyemangat dirinya untuk hidup lebih lama lagi. Terlebih sang anak tidak malu melihat dirinya berkepala botak dan akan selalu menemaninya. “Dia juga berkata kita harus percaya kepada Tuhan,” ucap perempuan yang bekerja di perusahaan swasta ternama ini. Graece juga berterimakasih kepada tempatnya bekerja yang masih menganggapnya sebagai karyawan.

Buku doa yang selalu menemani Grace (Foto: Nopiyanti)Buku doa yang selalu menemani Grace (Foto: Nopiyanti)Graece mendapatkan gaji penuh selama menjalani perawatan dan mendapat THR pula. Graece juga mengikuti pelatihan motivasi dari Andri Wongso atas biaya kantor. Mendapat perhatian seperti itu, Graece merasa tidak enak sehingga menyempatkan diri datang ke kantor.

Namun, atasannya menyarankan untuk tetap fokus menjalani penyembuhan terlebih dahulu. Ini semakin mempertebal semangat Graece. “Saya menghargai teman-teman yang berkunjung dan memberi dukungan karena mereka ikut berkorban dan berjuang bersama saya. Saya harus semangat menjalani hidup ini,” tegas Graece.

Graece pun ingin mengisi waktunya untuk berbagi kepada sesama mengenai kanker payudara. Dia juga tidak sungkan melakukan road show bila memang diperlukan. Sebab, selama ini sosialisasi mengenai kanker payudara terasa kurang banyak dilakukan pemerintah.

Dalam kesempatan itu, Graece berpesan agar setiap orang menjalani pola hidup sehat dengan teratur berolahraga, makan buah dan sayur, lakukan cek up minimal satu tahun sekali serta masuk asuransi kesehatan.

 
Share to Facebook Share to Twitter Email the article

Comments  

 
#6 mega berlianti 2012-02-24 12:59
Graece... sorry baru tau keadaanmu... tetep semangat, sll kuat dan cepet sembuh ya... huuugsss...
Quote
 
 
#5 Otje Manado 2012-01-25 09:12
Maju terus adikku. Hidup adalah perjuangan jangan pernah mundur sebab TUHAN besertamu. We are proud and love you.
Quote
 
 
#4 Ina Dio 2012-01-11 21:21
Mba Grace...maaf baru tahu kabarnya.
Keep the spirit ya mba...God is good...semoga lekas beraktifitas kembali.
Quote
 
 
#3 Toni 2012-01-11 20:56
tiada usaha yang sia-sia,
tiada doa yang tak didengar,
tiada harapan yang redup dan pudar,
Tuhan ada di sana.
Quote
 
 
#2 zachri 2012-01-11 08:17
mbak graece doa kami bersamamu,
smoga cepat sembuh.

- zachri tnol
Quote
 
 
#1 saprol 2012-01-11 01:45
Tetap semangat dan semoga cepat pulih ya mbak :)
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh