Inilah pejuang cilik dari Pakistan yang berupaya membebaskan 30.000 anak dari belenggu perbudakan yang dijadikan buruh di pabrik-pabrik karpet di Pakistan [Foto: Istimewa]
Iqbal Masih, seorang anak laki-laki yang dilahirkan di Mudrike sebuah desa kecil di luar
Akibat terbelit kesulitan ekonomi serta ditinggal pergi oleh ayahnya, Saif Masih, Inayat, sang Ibu terpaksa menjual Iqbal sebagai budak kepada industri alat tenun karpet di umur 4 tahun seharga US$12 karena tidak mampu mengurusnya lagi.
Bekerja keras selama sekitar 12 jam sehari selama enam tahun lamanya, tanpa cukup makan dan perawatan, serta posisi kerja yang membungkuk, bahkan dipaksa berjongkok dan seringkali dirantai, membuat fisiknya tumbuh tidak normal bagi anak seusianya (bungkuk).
Alhasil, tangannya penuh goresan dan kapalan serta jari-jarinya keriput akibat bekerja berulang-ulang untuk ribuan ikatan knot setiap hari. Napasnya memburu dari debu karpet yang ia hirup sehingga mempengaruhi kesehatan paru-parunya.
Iqbal Masih, akhirnya bergabung dengan BLLF [Foto: Istimewa]Pada usia 10 tahun, dia berhasil melarikan diri dari perbudakan brutal tersebut dan kemudian bergabung dengan Front Pembebasan Buruh Berikat (BLLF)
BLLF ini didirikan pada tahun 1988 untuk memerangi berikat dan pekerja anak di Pakistan, telah
berhasil membebaskan lebih dari 30.000 anak-anak dari tenaga kerja berikat, dan menjalankan sekolah sendiri dimana Ihsan Ulla Khan sebagai pendirinya.
Dari sanalah, perjuangannya dalam segala macam aktivitas dalam mencoba menolong para pekerja anak-anak yang tertindas membuahkan hasil dan kontribusi yang sangat sempurna bagi dunia. Kala itu pula, setidaknya, lebih dari 3.000 anak
Sebagai seorang pekerja dengan BLLF, ia berbicara dengan anak-anak tentang hak mereka berdasarkan undang-undang yang melarang tenaga kerja berikat. Sebagai juru bicara internasional untuk BLLF, ia pergi ke Amerika Serikat
Foto: Istimewadan Eropa menyerukan untuk mengakhiri pekerja anak berikat.
Setahun sesudah Ia menerima anugrah Reebok Human Rights Award pada 1994, pada hari Minggu 16 April 1995, tepat diusianya yang ke-12, Iqbal ditemukan tewas mengenaskan dengan luka tembakan dari bagian belakang dengan senjata laras panjang ukuran dua belas ketika sedang bersepeda dengan temannya.
Selamat jalan, Iqbal, semoga usahamu tidak sia-sia dan menjadi cahaya terang bagi perjuangan generasi lainnya di negerimu bernama Pakistan itu [Foto: Istimewa]Kuat dugaan, ia dibunuh oleh ‘mafia karpet’ yang menjadi musuhnya selama ini. Karena, berkat perjuangannya, seruan untuk memboikot produk karpet
Foto: IstimewaBegitupun pada tahun-tahun sesudahnya.
Dari sanalah, Iqbal menjadi objek kebencian untuk produsen karpet
Comments
mulia sekali...
patut jd contoh..
ayo qta truskan perjuangan Iqbal !!!
RSS feed for comments to this post