Kesra

Iqbal Masih, Kematian Misteirus Sang Pejuang Cilik

Penilaian Pembaca: / 16
JelekBagus 

Iskandar Bakrie/Firmansyah

Minggu, 19 September 2010

Inilah pejuang cilik dari Pakistan yang berupaya membebaskan 30.000 anak dari belenggu perbudakan yang dijadikan buruh di pabrik-pabrik karpet di Pakistan [Foto: Istimewa]Inilah pejuang cilik dari Pakistan yang berupaya membebaskan 30.000 anak dari belenggu perbudakan yang dijadikan buruh di pabrik-pabrik karpet di Pakistan [Foto: Istimewa]

Iqbal Masih, seorang anak laki-laki yang dilahirkan di Mudrike sebuah desa kecil di luar Lahore Pakistan pada 1983. Perjuangannya membebaskan 30.000 anak-anak di Pakistan dari perburuhan membuat dirinya dianugrahi Reebok Human Rights Award sekaligus mengantarkannya pada kematian yang tragis.

Akibat terbelit kesulitan ekonomi serta ditinggal pergi oleh ayahnya, Saif Masih, Inayat, sang Ibu terpaksa menjual Iqbal sebagai budak kepada industri alat tenun karpet di umur 4 tahun seharga US$12 karena tidak mampu mengurusnya lagi.

Bekerja keras selama sekitar 12 jam sehari selama enam tahun lamanya, tanpa cukup makan dan perawatan, serta posisi kerja yang membungkuk, bahkan dipaksa berjongkok dan seringkali dirantai, membuat fisiknya tumbuh tidak normal bagi anak seusianya (bungkuk).

Alhasil, tangannya penuh goresan dan kapalan serta jari-jarinya keriput akibat bekerja berulang-ulang untuk ribuan ikatan knot setiap hari. Napasnya memburu dari debu karpet yang ia hirup sehingga mempengaruhi kesehatan paru-parunya.

Iqbal Masih, akhirnya bergabung dengan BLLF [Foto: Istimewa]Iqbal Masih, akhirnya bergabung dengan BLLF [Foto: Istimewa]Pada usia 10 tahun, dia berhasil melarikan diri dari perbudakan brutal tersebut dan kemudian bergabung dengan Front Pembebasan Buruh Berikat (BLLF) Pakistan untuk membantu menghentikan perburuhan pekerja anak di seluruh dunia.

BLLF ini didirikan pada tahun 1988 untuk memerangi berikat dan pekerja anak di Pakistan, telah Foto: Istimewaberhasil membebaskan lebih dari 30.000 anak-anak dari tenaga kerja berikat, dan menjalankan sekolah sendiri dimana Ihsan Ulla Khan sebagai pendirinya.

Dari sanalah, perjuangannya dalam segala macam aktivitas dalam mencoba menolong para pekerja anak-anak yang tertindas membuahkan hasil dan kontribusi yang sangat sempurna bagi dunia. Kala itu pula, setidaknya, lebih dari 3.000 anak Pakistan mampu terlepas dari perburuhan.

Sebagai seorang pekerja dengan BLLF, ia berbicara dengan anak-anak tentang hak mereka berdasarkan undang-undang yang melarang tenaga kerja berikat. Sebagai juru bicara internasional untuk BLLF, ia pergi ke Amerika Serikat Foto: IstimewaFoto: Istimewadan Eropa menyerukan untuk mengakhiri pekerja anak berikat.

Setahun sesudah Ia menerima anugrah Reebok Human Rights Award pada 1994, pada hari Minggu 16 April 1995, tepat diusianya yang ke-12, Iqbal ditemukan tewas mengenaskan dengan luka tembakan dari bagian belakang dengan senjata laras panjang ukuran dua belas ketika sedang bersepeda dengan temannya.

Selamat jalan, Iqbal, semoga usahamu tidak sia-sia dan menjadi cahaya terang bagi perjuangan generasi lainnya di negerimu bernama Pakistan itu [Foto: Istimewa]Selamat jalan, Iqbal, semoga usahamu tidak sia-sia dan menjadi cahaya terang bagi perjuangan generasi lainnya di negerimu bernama Pakistan itu [Foto: Istimewa]Kuat dugaan, ia dibunuh oleh ‘mafia karpet’ yang menjadi musuhnya selama ini. Karena, berkat perjuangannya, seruan untuk memboikot produk karpet Pakistan di dunia sangat berpengaruh. Bahkan pada tahun 1992, ekspor karpet ‘anjlok’ untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade. Foto: IstimewaFoto: IstimewaBegitupun pada tahun-tahun sesudahnya.

Dari sanalah, Iqbal menjadi objek kebencian untuk produsen karpet Pakistan atau ‘mafia karpet. Walaupun pemerintah setempat belum mengungkiapkan siapa yang bertanggung jawab akan pembunuhan ini, hingga kini, mimpinya masih tetap berlanjut yaitu untuk dapat terus berjuang bagi kebebasan tujuh setengah juta anak-anak Pakistan yang diperbudak secara illegal oleh produsen karpet.

 
Share to Facebook Share to Twitter Email the article

Comments  

 
#7 ayu melanie.. 2012-04-30 09:37
oh my GOD..
mulia sekali...
patut jd contoh.. :roll:
Quote
 
 
#6 gusjawi 2012-04-27 21:20
inilah...gambaran real dr sebuah perjuangan
Quote
 
 
#5 bella widya 2012-01-09 22:02
:cry:
Quote
 
 
#4 Nurhidayatullah 2012-01-09 21:59
hebat nih iqbal :cry:

ayo qta truskan perjuangan Iqbal !!!
Quote
 
 
#3 azhri 2011-09-20 14:49
bener2 sebuah perjuangan yang sangat mengagumkan! ;-) :lol: :D
Quote
 
 
#2 aldi 2011-05-24 11:10
Ada gak yaaa di negara kita yang kayak dia ?
Quote
 
 
#1 kaprawi 2010-12-30 20:39
salut....
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh