Liputan

'Adi Wastra Nusantara', Kemilau Kain Tradisional Indonesia

Penilaian Pembaca: / 0
JelekBagus 

Nopiyanti

Jumat, 17 Juni 2011

Kain tradisional dengan kaya corak, warna dan kreasi menjadi pemandangan yang mendominasi Jakarta Convention Center di perhelatan 'Adi Wastra Nusantara'...

Gerai OH Boutique/ Foto-foto: Nopi TNOL Gerai OH Boutique/ Foto-foto: Nopi TNOL

AJANG tahunan Adi Wastra Nusantara kembali bergulir mulai tanggal 15 hingga 19 Juni 2011. Di acara ini, pengunjung bisa berburu berbagai macam jenis kain dari nusantara. Ada kain tapis Lampung, tenun, jumputan dan batik. Nah, mengenai batik, pengunjung dapat melihat beragam batik dari daerah-daerah di Indonesia semisal Batik Tegal, Garut, Kudus, Sidorajo serta dari wilayah lainnya.

Batik TegalBatik TegalBatik-batik itupun disertai keterangan sehingga membuat pengunjung mudah membedakan batik dari daerah satu dengan daerah lain. Batik Sidoarjo memiliki garis-garis tegas dan motifnya besar. Batik Kudus, berdasarkan keterangan yang dipasang, umumnya memiliki latar belakang agak rumit dan berwarna cokelat.

Corak utamanya bisa burung, bunga dan kupu-kupu. Batik Garut, tak lepas dari batik Solo, Yogya, Pekalongan maupun Cirebon. Kebudayaan Cina dan Belanda juga mempengaruhi batik Cirebon.

Pengunjung melihat batik buatan nusantaraPengunjung melihat batik buatan nusantara Sementara corak batik Tegal termasuk besar, berupa flora dan fauna. Semua kain batik tersebut berada dekat pintu masuk.

Tak jauh dari batik nusantara, pengunjung dapat menyaksikan seni serat. Seni serat menampilkan beberapa gambar yang terbuat dari serat. Hasilnya tidak kalah jauh dari lukisan hanya mediumnya saja yang berbeda. Dari beberapa bingkai yang dipajang terlihat beberapa tokoh yang berpengaruh di dunia.

Puas menyaksikan pemandangan itu, pengunjung bisa menuju ruang pameran yang berisikan berbagai jenis kain dan pakaian. Harga yang ditawarkan pun bervariasi. Bahkan, ada salah satu stand yang memberikan diskon hingga 50 persen. Stand tersebut adalah OH Boutique.

Deretan kain di OH BoutiqueDeretan kain di OH Boutique“Di pameran ini, kita bisa memberikan diskon 30-50 persen,” ucap penjaga stand OH Boutique, Noer.

Dengan diskon sebesar itu, pengunjung bisa memilih kain maupun pakaian yang diinginkan. Terlebih OH Boutique menyediakan pakaian yang terbuat dari batik, katun dan sutera sehingga banyak pilihan. Bentuknya sangat beragam, ada baju muslim dan kebaya pengantin. Di stand itu, pengunjung juga bisa membeli kain-kain batik.

Kain Tapis Lampung

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Linda GumelarMenteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Linda GumelarSelain pameran kain dan pakaian, Adi Wastra Nusantara juga berisikan kegiatan-kegiatan lain. Salah satunya menampilkan pagelaran kain Tapis Lampung. Dalam acara ini, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Linda Gumelar membuka acara. Menurut Linda, kain Tapis Lampung sangat menarik dan spesifik.

Kain Tapis LampungKain Tapis LampungIa pun sangat menyukainya, bahkan menggunakan kain tersebut. “Kain Tapis saya ini dari 2003, tapi tidak berubah warna walau sudah tahun 2011,” ucapnya.

Dengan begitu, kata Linda, pembuat kain Tapis harus tetap ada dan perlu ditekuni secara turun temurun. Membuat kain Tapis, tambahnya, menjanjikan dari segi ekonomi. Sedangkan dari market sangat bagus.

Pengunjung mengamati seni seratPengunjung mengamati seni seratLinda menyatakan, di Indonesia ada sekitar 237 juta penduduk dan 49 persennya adalah perempuan.

“Kalau 50 jutaan orang yang memakai kain Tapis, bisa dibayangkan bagaimana luar biasanya market kain tersebut sehingga berpotensi menyejahterakan orang, terutama kaum perempuan yang melakukannya,” jelasnya.

Linda berharap, kain Tapis Lampung terus dikembangkan dan tak boleh hilang karena merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia. (Sbh)

 
Share to Facebook Share to Twitter Email the article

Comments  

 
#1 H.Ch.Faurozi 2012-02-18 14:37
Benar Bu..sebaiknya Ibu-ibu berkain samping (jarit) lagi kesehariannya dan berkebaya, seperti perempuan Malaysia yang selalu berpakaian Khas Malaysia. Perempuan sekarang suka berlevis ketat, karena berkebaya ribet. Batik Sarung Pekalongan lakunya di Thailand menjaga kepribadian busana (Batik Encim), di Pekalongan tidak laku, karena berlevis semua.
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh