Pakar Perawatan Mesin Konversi Energi dan Tribiologi, Tri Yuswijayanto Zaenuri saat memberikan pemaparannya/ Foto: Nopi TNOL SELAMA ini masyarakat hanya mengetahui membeli bahan bakar minyak (BBM) berdasarkan liter. Tak heran, banyak orang memilih dan mencari harga BBM murah per liternya. Eits, jangan salah, ternyata memilih BBM murah belum tentu bagus buat mesin. Selain itu, harga murah belum tentu murah pula dalam segi tinjauan harga energi.
Ini terkuak dalam workshop Pertamina Menjual Energi Bukan BBM di Jakarta Kamis (9/12). Sebagai pembicara adalah pakar Perawatan Mesin, Konversi Energi dan Tibologi yang sekaligus Sekretaris Kelompok Keahlian Konversi Energi ITB Tri Yuswijayanto Zaenuri dan Asisten Manager Marketing Support PT. Pertamina Pemasaran BBM, Industri & Marine Iwan Yudha Wibawa.
BBM PertaminaMenurut Tri Yuswijayanto Zaenuri atau biasa disapa Yus, bahan bakar berkualitas tinggi adalah bahan bakar yang bersih, mengandung energy tinggi dan tidak menimbulkan kerusakan pada mesin. Dengan begitu, katanya, jangan terkecoh dengan harga murah. Dari sisi fisik, bisa jadi BBM terkesan sama. Namun, kandungan energi di dalamnya berbeda.
“Murah dari segi harga belum tentu murah dari segi tinjauan energy. Kita membeli BBM adalah membeli energy, bukan membeli komoditas,” ujar Yus.
Menyaksikan video bagaimana cara kerja mesin...Bahan bakar di Indonesia sendiri terbagi dalam dua kategori. Subsidi dan non susidi. Subsidi digunakan untuk transportasi, bahan bakar ini ada tiga jenisnya Premium, Minyak Solar dan Bio Solar. Sementara Non Subsidi kerap dipakai industry dan marine. Bahan bakar non subsidi terdiri atas, Pertamax Plus, Pertamax, Bio Pertamax, Premium, Minyak Solar, Bio Solar, Pertamax Dex, Minyak Tanah, Minyak Diesel dan Minyak Bakar.
Demi mendalami masalah, Yus lebih fokus membahas Minyak Solar, Minyak Diesel dan Minyak Bakar. Solar merupakan suatu fraksi crude oil dengan boiling range sekitar 275-375 derajat celsius. Warnanya kecoklat-coklatan dan mempunyai viskositas lebih tinggi dar karosine, tetapi lebih kecil dari residu.
ilustSolar biasa disebut ADO (Automotive Diesel Oil) atau HSD (High Speed Diesel) atau Gas Oil. Solar digunakan untuk semua mesin putaran tinggi dengan kecepatan lebih dari 1000 rpm. Minyak Diesel adalah bahan bakar cair yang merupakan hasil dari pengolahan minyak mentah dari bumi. Minyak Diesel digunakan untuk mesin diesel putaran sedang atau lambat (300-1000 rpm). Minyak Diesel biasa disebut Industrial Diesel Oil (IDO) atau Marine Diesel Fuel (MDF).
Sedangkan, Minyak bakar adalah bahan bakar cair yang merupakan hasil pengolahan minyak mentah dari bumi. Minyak Bakar, jenisnya lebih kental daripada minyak diesel. Ditambah lagi, mempunyai titik tuang lebih tinggi dari minyak diesel. Minyak Bakar disebut juga sebagai Marine Fuel Oil (MFO).
Asisten Manager Marketing Support PT Pertamina Pemasaran BBM Industri Marine Region II, Iwan Yudha WibawaMengenai MFO ini, Pertamina telah meluncurkan MFO 380 cSt pada 4 April 2008 lalu. MFO 380 cSt merupakan inovasi Pertamina dalam rangka memberikan nilai tambah pada produk akhir penyulingan minyak bumi. MFO 380 cSt ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen terutama kapal besar di dalam negeri, seperti kapal-kapal pengangkut batu bara, peti kemas (kapal kargo), minyak mentah (kapal tanker), dan kapal pengangkut gas Elpiji (Liquefied Petroleum Gas/LPG).
Asisten Manager Marketing Support, PT. PERTAMINA (Persero) Pemasaran BBM Industri & Marine Region II, Iwan Yudha Wibawa menyatakan, “Mutu produk BBM Pertamina secara kualitas dan kuantitas selalu terjamin serta memenuhi standar Internasional.”
Yudha menambahkan, di regionnya jumlah konsumsi MFO mencapai 300 ribu kilo liter per tahun. Pertamina Industri dan Marine Regional II saat ini sendiri memperluas
sasaran sosialisasi penggunaan MFO 380 cSt meliputi kota-kota padat industri yang memiliki pelabuhan atau dekat dengan pelabuhan laut seperti Merak, Cirebon, Karawang, Cilegon, dan Jakarta.