Liputan

Kasus Narkoba, Lion Air Periksa Semua Pilot dan Kru

Penilaian Pembaca: / 1
JelekBagus 

Safari Sidakaton

Kamis, 09 Pebruari 2012

Kru maskapai Lion Air/ Foto: IstimewaKru maskapai Lion Air/ Foto: IstimewaMaskapai Lion Air akan mengecek pilot dan kru pesawat terkait indikasi penggunaan narkoba dan alkohol. Pemeriksaan ini akan dilakukan di seluruh bandara yang disinggahi maskapai berlambang 'singa bersayap' tersebut.

"Untuk jangka pendek, kami akan cek seluruh pilot dan kru kami di seluruh bandara yang disinggahi. Namun, selanjutnya, akan dikurangi, hanya mengecek di bandara-bandara yang potensial menjadi tempat penggunaan narkoba," kata Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait dalam jumpa pers bersama Direktur Tindak Kejar Badan Narkotika Nasional (BNN), Brigjen Benny Mamoto, Rabu, (8/2).

Edward menambahkan, saat ini ada 650 pilot di Lion Air, untuk jangka pendek akan dites terus di setiap bandara sampai dinilai bersih. Selanjutnya, akan lakukan dites pada tempat-tempat yang dinilai berpotensi.

"Tes narkoba sebenarnya sudah kami lakukan secara periodik enam bulan sekali. Dari medical record, kalau ada yang harus diteliti, misalnya high kolesterol tinggi, juga tidak kita perbolehkan terbang. Dia bisa stroke, serangan jantung, dia di-grounded dulu sampai dinyatakan sehat. Apalagi kalau terindikasi narkoba, ini sudah kelas berat," tuturnya.

Lebih lanjut Edward menjelaskan manajemen tidak memberikan toleransi terhadap para pegawai yang terindikasi menggunakan narkoba dan minuman keras. Bila diketahui menggunakan, pihak manajemen langsung melakukan pemecatan. Ia juga mengatakan, bahwa jauh sebelum pihak BNN menangkap pilot Lion Air, pihak manajemen telah melakukan aksinya dengan memecat seorang pegawai yang terindikasi menggunakan narkoba.

"Sebelumnya juga pernah terjadi, terindikasi menggunakan narkoba langsung kami pecat," tegasnya.

Edward juga menjelaskan rekrutmen pilot dilakukan sesuai standar yang telah diatur dalam undang-undang. Terutama saat dilakukan tes kesehatan, bila terindikasi langsung diputus. "Kalau yang sekarang ini sedang bertugas membawa pesawat, saya jamin tidak terlibat menggunakan narkoba, karena sebelum terbang mereka kami periksa," katanya.

Kendati demikian, sambungnya, manajemen tidak berhenti sampai disitu, yakni menggandeng BNN untuk menangkal pegawai menggunakan narkoba akan lebih lancar. "Kami kerjasama dengan BNN. Kalau dengan ahlinya kan menjadi lebih mudah," katanya.

Masih menurut Edward,  pemeriksaan kesehatan untuk menangkal penggunaan narkoba ini, bukan hanya terhadap penerbang namun juga pegawai di darat (ground crew).

Direktur Tindak Kejar BNN Brigjen Benny Mamoto mengatakan, dua pilot yang tertangkap itu kini dalam pemeriksaan dan setelah itu akan dibawa ke pusat rehabilitasi di Lido, Sukabumi-Jawa Barat. Dari dua tersangka ini BNN terus melakukan pengembangan, yang diakui Benny tidak menutup kemungkinan akan ada lagi penerbang yang menggunakan narkoba. Hanya saja dia belum bisa menyebutkan maskapai penerbangan mana saja yang pilotnya dicurigai menggunakan narkoba.

"Penyelidikan terus kami lakukan, bukan hanya terhadap Lion. Cuma kami belum bisa bertindak sebelum ada bukti," kata Benny.

Dia juga menjelaskan, sejauh ini pilot yang tertangkap menggunakan narkoba hanya sebatas pengguna, bukan pengedar. Ia juga yakin, saat ini tidak ada satupun pilot yang berani menggunakan narkoba pasca penangkapan pilot Lion Air tersebut. (Sbh)

 
Share to Facebook Share to Twitter Email the article

Comments  

 
#1 Estherlita 2012-02-09 11:59
iyalah harus begitu, tegas banget, ini kan urusan membawa nyawa orang....
juga jangan bikin takut para turis asing naik pesawat domestik, udah ctitra pesawat domestik jelek tambah yang beginian.
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh