Berkumpul dalam Natal bersama untuk memuji Tuhan dan berbagi dengan sesama....
Foto: Novriyadi/ TNOLMalam kudus... sunyi senyap....
Sayup-sayup terdengar lagu pujian berjudul Malam Kudus dari ruang Kenisah Ministry, Selasa malam, 6 Desember 2011. Di dalam ruang Kenisah Ministry itu, sekitar 250 jemaah Persekutan Doa Alumni SMA 3, Setiabudi, Jakarta, sambil memegang lilin, terlihat begitu khidmat melantunkan lagu puji-pujian. Bahkan ada diantara mereka yang sampai menitikkan airmata karena begitu menjiwai syair dalam lagu-lagu pujian itu.
Hari itu, Persekutuan Doa Alumni SMA 3 Jakarta, memang sedang mengadakan acara Natal Bersama Lintas Angkatan SMA 3 Jakarta. Makanya pada malam itu banyak Alumni SMA 3 Jakarta dari berbagai angkatan yang datang, mulai dari alumni angkatan '65, '67, '81 hingga tahun 2009. Semua berkumpul, berhimpun, dalam ruangan itu untuk merayakan Natal bersama.
“Puji Tuhan, saya sama sekali tidak menyangka ternyata yang datang ke dalam acara ini di luar perkiraan. Banyak sekali,” kata Micky Paula Tanod Rosandi, Ketua Persekutuan Doa Alumni SMA 3 Jakarta.
Dalam acara tersebut, para anggota jemaah, mengikuti beragam kegiatan keagamaan yang dapat semakin mendekatkan mereka kepada Tuhan, mulai dari mendengarkan Choir Tabernacle, Choir Alumni dan Siswa SMA 3 Teladan, hingga mendengarkan ceramah dari Pdt. DR. Ruyandi Hutasoit (Alumni angkatan '69).
Foto: Novriyadi/ TNOLSelain itu, dalam acara tersebut, juga hadir beberapa guru serta kepala sekolah SMA 3 Jakarta. Dan kehadiran mereka itu, tentu semakin menghangatkan suasana. Karena pada kesempatan itu juga, para alumni yang hadir jadi bisa menyambangi dan berinteraksi kembali dengan para guru mereka serta bernostalgia.
Selain mengundang, ternyata panitia acara juga memberikan bantuan kepada guru-guru yang hadir. Bantuan tersebut tentunya sebagai salah satu bentuk dari cinta kasih mereka kepada para guru, yang telah membimbing dan menurunkan ilmu-ilmu yang dimiliki mereka kepada para Alumni SMA 3 Jakarta tersebut.
Sementara itu, menurut Pdt. DR. Ruyandi Hutasoit, dirinya sangat senang dengan diadakannya acara Natal bersama, karena selain bisa mendekatkan diri kepada Tuhan, para peserta juga bisa bertemu kembali dengan teman-teman lama saat masih sekolah dahulu. “Siapa tau aja dari acara ini, akan terbentuk network pertemanan yang dapat menguntungkan masing-masing individu,” kata Ruyandi.
Pendeta Ruyandi juga mengatakan, dirinya berharap, kegiatan kumpul-kumpul semacam ini dapat terus diadakan tiap tahunnya, bukan hanya di saat momentum Natal saja, tetapi juga di saat beribadah pada setiap minggunya.