Insiden tabrakan maut di Tugu Tani masih menyisakan duka mendalam di hati banyak orang. Beberapa tertuang dalam dua puisi yang beredar bebas di dunia maya.
Ayah,
Aku pamit, badanku mulai dingin dipelukanmu..
Paman Malaikat sudah disini...
Dia membawakan aku sebuah selendang...
Dia akan menggantikan baju kotorku ini....
Biarkan Dia Yang Menimangku...
Biarkan Dia menggantikan pelukanmu...
Sepertinya akan hangat berada dipelukannya...
Ayah, apakah itu botol susuku??
Biar aku teguk, sekali teguk untuk perjalannku nanti..
Sepertinya akan jauh,...
Jika aku tertawapun ayah tak akan dengar dari kejauhan..
Aku akan rindu ayah...
Aku tidak akan nakal, paman malaikat menjagaku..
Ayah, maafkan aku..
Aku tak akan membalas lagi pelukan eratmu..
Letakkan aku dipangkuanmu dengan adzan pengantar terakhirku..
Doakan aku sepanjang waktu..
Mimpikan aku menjelang Malam....
Ayah,
Maafkan aku berlari mendahului mu..
aku sudah di ujung jalan..
Ingat aku disetiap Doamu...
Dan susu ini akan menguatkanku...
***
Ayah
terimakasih telah mengajakku ke Monas
aku belum pernah lihat Monas
senang sekali hatiku diajak ayah melihat Monas
Pagi itu aku digendong ibu
kita jalan bersama ayah, nenek dan bibi
pagi yang indah
cuaca pun cerah
kita berjalan bersama menuju Monas
Kita semua bahagia
jarang sekali kita bisa jalan-jalan seperti ini
ayah sibuk mencari nafkah
aku sudah lama rindu ayah
Ayah
tiba-tiba kita lihat mobil hitam itu
melayang dari depan
menggelinding menimpa kakak-kakak itu
lalu menimpa kita semua
aku pun terpental
terlepas dari pelukan ibu
Ayah
maafkan aku mendahuluimu
aku masih sangat ingin bersamamu
ingin bermain denganmu
ingin berlama-lama dalam pelukanmu
tapi Allah lebih menyayangiku
Allah menginginkanku pulang...
Ayah
terimakasih sudah berusaha keras menyelamatkanku
terimakasih sudah mencoba memberiku minum
terimakasih sudah memelukku dan menciumku
aku sayang ayah sampai kapanpun
Ayah
kita akan berjumpa kembali di alam yang jauh lebih baik daripada alam dunia
kotakhitamdunia
Comments
mskpn Q bkn spa2nya ttpi semua manusia adlh sodara.
andai kalian mnrima cobaan sprti dia, coba lah kalian tuk mengerti bhw kita kelak esok akan dtng kalian psti kembali pulang
...dan aku tertunduk pilu ketika mendengar kabar itu:
“Gusti Allah, cobaan apalagi ini?”
kenapa harus mereka yang belum sempat mengecap kebahagiaan hidup,
dan bukan mereka yang lebih dari separo hidupnya berlumur laknat serta dosa....
kepada korban, damailah kalian di sisi-Nya,
kepada Afrianti, mampus aja lo!
RSS feed for comments to this post