Film & Musik

'Negeri 5 Menara', Haru dan Canda Tawa Jadi Satu

Penilaian Pembaca: / 5
JelekBagus 

Vitantri Masril

Rabu, 22 Pebruari 2012

'Negeri 5 Menara'/ Foto: Istimewa'Negeri 5 Menara'/ Foto: IstimewaJIKA tak ada aral melintang, film yang banyak dinantikan pecinta film di tanah air, Negeri 5 Menara akan bisa kita saksikan di bioskop awal Maret ini. Film garapan Affandi A Rachman yang diadopsi dari novel laris karangan Ahmad Fuadi yang berjudul sama ini, berkisah tentang kesungguhan dan kerja keras enam orang sahabat di tanah asing.

Cerita film Negeri 5 Menara berawal dari mimpi Alif (Gazza Zubizareta), remaja asal Minangkabau, Sumatera Barat, yang bercita-cita ingin melanjutkan kuliahnya di ITB, Bandung, mengikuti jejak idolanya BJ Habibie.

Foto: IstimewaFoto: IstimewaTetapi keinginannya itu harus terhalang oleh keputusan amak (Lulu Tobing) dan ayahnya (David Chalik) yang menginginkan Alif melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Madani, Ponorogo, Jawa Timur. Keputusan dari amak dan ayahnya pun ia tolak dan ia pun berontak, tetapi setelah dibujuk oleh ayahnya, Alif pun menerima keputusan tersebut.

Foto: IstimewaFoto: IstimewaDi Pondok Madani, Alif bertemu dengan teman-teman yang akan menjadi keluarga baru baginya dan sekaligus teman sekamar selama menempuh pendidikan di Pondok Madani. Mereka adalah Said (Ernest Samudra) dari Surabaya, Baso (Billy Sandy) dari Gowa-Sulawesi Selatan, Atang (Rizki Ramdani) dari Bandung, Raja (Jiofani Lubis) dari Medan, dan Dulmajid (Aris Putra) dari Madura.

Foto: IstimewaFoto: IstimewaBersama-sama mereka berjanji di bawah Menara Pesantren Madani dan menyebutkan mereka sebagai Sahibul Menara, untuk meraih mimpi mereka yang tinggi dengan filosofi man jadda wajada -siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan sukses.

Konflik dalam hidup Alif kembali muncul, dimulai dengan Ustadz Salman (Donny Alamsyah) yang meninggalkan pesantren karena akan menikahi kekasihnya, lalu disusul dengan Baso yang juga pergi meninggalkan pesantren karena harus merawat neneknya yang sedang sakit parah di kampung halamannya.

Foto: IstimewaFoto: IstimewaKeinginan Alif untuk bersekolah di Bandung menyusul sahabatnya Randai (Sakurta Ginting) kembali muncul. Tetapi setelah ditahan oleh keempat sahabatnya yang lain, kenginannya pun sirna dan kembali melanjutkan pendidikan di Pondok Madani.

Permainan emosi dalam film yang skenarionya ditulis oleh Salman Aristo dan Rino Sarjono ini memang akan membuat kita larut dalam cerita. Lucu, haru, sedih dan canda tawa menjadi satu. Film yang mengajarkan untuk selalu bermimpi, patuh kepada kedua orang tua, bekerja keras, bertekad bulat dan teguhnya persahabatan memang pas untuk ditonton siapapun.

Bagaimana akhir kisah dari Sahibul Menara ini, apakah mereka mampu mewujudkan impian mereka? Jangan lewatkan film Negeri 5 Menara yang akan segera tayang di bioskop-bioskop kesayangan Anda. Siap-siap untuk tertawa dan menangis, jangan lupa ajak sahabat-sahabat terkasih untuk nonton bersama. Man Jadda Wajada!!

 
Share to Facebook Share to Twitter Email the article

Comments  

 
#1 riryn cinthya 2012-03-12 12:19
goood jooob...!!
film yg sangat bgus..tag hnya bgus tp jg pnuh psan2 moral tp jg pnyemangat hdup...aplgi dengan kata -kata man jadda wa jada...tp di akhir cerita tdk dsebutkan bgaimana klanjutan crita dr tman si alif yg brada di sumatra maninjau,..n brujung dngan kbrhasilan sohibul menara
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh