Film & Musik

Mereka Bicara Tentang Drama Korea

Penilaian Pembaca: / 4
JelekBagus 

Safari Sidakaton

Sabtu, 14 Januari 2012

Foto: Fitryan GDFoto: Fitryan GDSUKA drama Korea? Ada yang langsung berteriak: suka! Namun, ada yang langsung menjawab: nggak suka! Kenapa suka? Yang jelas drama-drama Korea itu romantis! Yang tidak suka, umumnya memang tak menyukai cerita yang berkesan mellow dan mendayu-dayu. Lantas, seperti apakah rasa suka itu muncul dan bagaimana rasa tidak suka itu ada sehingga drama Korea harus dicibirkan?

Berikut komentar beberapa anggota komunitas.

 Suyoto (Foto: Istimewa)Suyoto (Foto: Istimewa)Bintangnya Cakep-Cakep. "Yang jelas drama Korea umumnya dibintangi artis yang cantik dan ganteng," ujar Suyoto B Achamdi, Ketua Komunitas Film Indonesia Jadul (KPFIJ). Dan, drama ini umumnya sangat menarik kaum wanita, terutama kaum ABG. Ceritanya cukup baik dengan konflik yang tidak membosankan.

“Dulu aku sempat lihat drama-drama semacam ini yakni saat drama Taiwan seperti Meteor Garden yang dibintangi para pemain F4 meledak di pasaran,” jelasnya. Setelah itu tidak lagi karena kesibukannya.

Choir (Foto: Istimewa)Choir (Foto: Istimewa)Menurutnya,  drama-drama Korea cukup 'menjual' jika dibanding drama, sinetron maupun film Indonesia. Sinetron Indonesia intriknya sebagian sudah tidak masuk akal dan 'tidak sehat'.  Perebutan harta sudah biasa, terus konflik yang dibuat pun sangat dipaksakan, kadang terkesan sadis.

'Boys Before Flowers' (Foto: Istimewa)'Boys Before Flowers' (Foto: Istimewa)Daya tarik film-film Korea juga terletak pada bintang-bintangnya.  Bintangnya 'cakep-cakep' sehingga cewek-cewek pada menggandrungi. Semacam Super Junior lah, karena beberapa penyanyi Korea juga main di drama Korea.

Tidak Suka Drama Korea. "Jujur saja saya tidak suka film Korea. Saya lebih suka film Indonesia akan tetapi yang bagus. Tidak seperti film-film Indonesia yang ada di televisi swasta yang ceritanya enggak masuk akal. Memang ini menyangkut dengan selera masing-masing karena kan sudut pandangnya beda-beda," ujar H Abdul Choir, anggota Vhesink Onthel Club (VOC) .

Abdul Choir tahu banyak orang meminati drama Korea, namun dia tetap tak meminati. Dia juga  tidak tahu sampai kapan 'demam' drama Korea membanjiri negeri ini.

“Mungkin bisa setahun, dua tahun atau lebih karena drama-drama itu kan diputar di beberapa televisi swasta,” ujar Abdul. Drama ini makin digemari karena ABG banyak yang meminati.

Foto: Fitryan GDFoto: Fitryan GDDrama Korea diminati sebagian masyarakat mungkin karena ceritanya bagus atau pemainnya lumayan menarik. Sementara film atau drama di Indonesia, peminatnya kurang karena kurang menarik baik dari segi cerita maupun pemain. Selain itu juga dari segi modal.

Seperti kita tahu untuk membuat film bagus dan menarik kadang butuh modal tak sedikit. Nah, modal inilah salah satu penghambatnya. Selain itu, kreativitas kita juga kurang bagus sehingga beberapa cerita banyak mengadopsi dari film-film atau drama luar seperti Korea.

Anto Togemon (Foto: Istimewa)Anto Togemon (Foto: Istimewa)Drama Korea Membosankan. “Kalau saya sih benar-benar nggak suka drama Korea karena ceritanya membosankan dan lambat sekali. Udah gitu, kisahnya seputar percintaan terus, jadi makin bosen,” ujar Anto Togemon, anggota Jupiter MX Community (JMC).

Menurut Anto, mungkin bagi cewek-cewek sangat menyukai karena pemainnya umumnya ganteng-ganteng. Kalau cowoknya suka, karena artis ceweknya cantik-cantik, sebenarnya itu aja!

Anto juga memaklumi kalau drama Korea yanng meminati kaum hawa karena tontotan tersebut emang layak ditonton kaum hawa, maklum agak melow dan mendayu-dayu.

Tergantung Judulnya. Meski bukan peminat drama Korea namun  Dieday 'khan' Iswendhi, Ketua STFC (Sidakaton Tegal Facebook Community) Laka-laka, juga pernah melihat beberapa serial drama Korea. Sebenarnya ada yang bagus, tapi beberapa juga jelek. Kebetulan Dieday pernah menonton yang bagus, hanya beberapa, itu pun tak sampai selesai karena waktu yang tak memungkinkan dia menonton film-film tersebut hingga beberapa lama.

Dieday (Foto: Istimewa)Dieday (Foto: Istimewa)“Yang jelas, drama Korea itu cukup seru, nggak semua percintaan sih tapi ada juga komedinya, jadi kadang memang bagus untuk hiburan,” jelasnya.

Drama Korea Itu Bagus dan Menarik. Menurut Usi Muladi, anggota Komunitas Musik Solo, drama Korea itu bagus. Selain itu artisnya cantik-cantik, jadi kalau nonton seger!

Usi Muladi (Foto: Istimewa)Usi Muladi (Foto: Istimewa)Soal cerita, umumnya bagus dan tidak dibuat-buat. Tidak seperti sinetron Indonesia yang kadang seadanya. Dalam drama Korea, setingnya juga sangat bagus dan menarik sehingga mata tidak jenuh melihatnya. Tak cuma itu, drama Korea tak pernah dipaksakan kehadirannya. Kalau sudah selesai, ya sudah saja selesai. Beda dengan drama Indonesia, selama iklan masih banyak, maka cerita dari drama itu pun harus dipelintir terus dan dicari berbagai sudut yang menariknya. Jadi, terkesan dipaksakan!

Beda dengan tayangan drama Korea, kalau sudah harus habis di 16 episode, ya sudah diselesaikan saja. Coba saja lihat tayangannya di salah satu stasiun tv swasta yang menayangkan drama Korea masa tayangnya habis, kalau nggak sebulan yaaa dua bulan!

Adanya drama Korea yang diadopsi ke sinetron Indonesia karena booming juga tak membantu tayangan itu menjadi baik. Buktinya, beberapa banyak yang tidak bagus.

"Kebetulan saya suka saja drama kolosal Korea yang historis. Banyak pesan baik yang terkandung disana, tengok saja film Dong Yi, beda kan dengan film atau sinetron laga Indonesia?" tambahnya.

 
Share to Facebook Share to Twitter Email the article

Comments  

 
#2 jadul4ever 2012-01-16 09:43
Mantap banget nih....variatif. tidak hanya sekedar komunitas bicara...keren beritanya..enak ngebacanya
Quote
 
 
#1 usik 2012-01-15 02:16
thx om safari sidakaton.... dats was nice interview... moga TNOL exis slalu..amin :lol:
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh