istimewaIgvar, seorang turis asal Swedia, bergumam dengan mata menerawang ke langit yang biru, “Tuhan pasti sedang senang hati ketika menciptakan Seminyak ….”
mesrayang panjang. Di sebelahnya, Marie, pasangan senegerinya, menggelendot manja.
Sore itu cerah. Awan putih menggelayut di atas Samudera Hindia. Sinar mentari meluncur turun dengan kekuatan penuh. Bumi berpendar, jingga di mana-mana.
Seakan larut dalam fenomena alam yang mistis, Igvar dan Marie berdiri berdekapan di “geladak” SOS Beach – singkatan dari Sunset On Sixth, tapi ada juga yang menyebutnya Sunset on Seminyak Beach, what ever-lah – sebuah lounge di lantai enam Hotel Anantara. Tak jauh dari mereka, komunitas turis mancanegara lainnya sedang harap-harap cemas menunggu seremonial j
elang malam yang magis. Sunset on the beach.
SOS memang punya kelebihan tiada dua. Berada di rooftop Anantara Resort Seminyak, Bali – yang disebut-sebut sebagai best spot – sejauh mata memandang hanya hamparan pasir dan laut lepas tanpa batas. Tak ada sekat penghalang – tenda asongan, umbul-umbul promosi produk, bahkan pohon kelapa yang merintangi tatapan mata dan merusak estetika pesona alam.
Backsound musik chill house merambat sejuk. Hidangan bercitarasa
djoened
“That is a miracle, blessing!” pekik Marie, nyaris histeris, ketika akhirnya sunset yang ditunggu itu tiba. Dua kata paling pas sebagai hiperbola dari kesejatian
***
Tapi, pesta yang sesungguhnya baru dimulai menjelang tengah malam. Hari itu, 24 Oktober, SOS mengundang 300 clubbers dalam gelar grand launching. Lebih separonya adalah "special guests" dari Jakarta. Ada
Jerermi Thomas dan isteri, Helmi Yahya bersama kekasih barunya, pengusaha Indra Jakile-Chicha Koeswoyo, juga pasangan pengantin baru yang masih asyik-masyuk berbulan maud: Yenny Wahid dan Dhohir Farisi.
Diawali toast ceremony, lalu the party session berderap heboh. Mengikuti rundown Fashion TV yang merekam sepanjang acara, maka sah jika peragaan busana bergaya kosmo dijadikan opening tune.![]()
Serombongan model seksi dan sensual melesat dari balkon catwalk berlantai kaca. Melenggak-lenggok, meluncur ke floor, membelah kerumunan penonton, diiringi dentam musik tekno dan kilatan lampu sepia.
Pengunjung berdesah, berjubel, dan terus mengalir. Angin pantai yang biasanya bergerak leluasa, macet kali itu. Seminyak, diduga, menembus 30 derajat celcius.
“It’s hot ya…!” pekik Dewi Sandra dari stage setelah menguncang corner dengan dua lagu pembuka yang menyen
gat. SOS bergoyang, dalam ritme penuh. Harum parfum mahal, jadi satu dengan aroma keringat dan hawa minuman keras. Melesatkan andrenalin serta gairah ke ubun-ubun.
Tapi, Dewi memang punya stamina hebat. Belasan lagu ia nyanyikan dengan intonasi yang pas dan konstan. Selera musiknya pun tepat seperti yang dipikirkan clubbers. Maka, SOS meledak. Suara Dewi dan goyang penari latar yang seron
ok membelit audience erat-erat. Lantai bergetar. Ratusan orang ikut berdendang, menari, berelaksasi. Padahal, panasnya, brrr....
Lalu, atraksi DJ internasional dan Bikini Festival yang sensual, melengkapi pesta. Tak ada yang bisa menghentikan. Lift satu-satunya yang berkapasitas 6 orang, terus bergerak naik-turun, memuntahkan pengunjung-pengunjung
baru yang terus mengalir.
Tak ada apa pun yang bisa menghentikan; bahkan sinar mentari pagi yang sudah tak sabar mengintip di langit timur. Malam hingga dini hari itu memang mutlak milik SOS.
***
Ketika pesta berakhir, yang tersisa tinggal satu spot dari venue lounging yang hening. Ah ya, tentu, dengan pemandangan alami yang tetap ciamik.
Maka, tak perlu bergegas. Ambil s
istimewaaja pose relaksasi di daybed terdepan, dan pesan cocktail Asia yang eksotis.
Jika lapar mulai menjalar, ada finger foods yang bisa Anda order. Cobalah pitas with dips dan aneka on a stick (lamb, chicken, beef) yang disajikan cantik dengan bakaran mini. Minumannya boleh pilih mock tail dan smoothies. Nikmati rasanya sambil melepas pandan
gan 360 derajat ke laut lepas dengan view yang to die for.
Dan, hitunglah detik demi detik yang merambat pasti. Setelah itu, kita mulai lagi petualangan baru sebelum tempat ini disesaki para pelanggan: menunggu matahari beranjak ke peraduan. Sunset on the beach nan magis.
Dari sini, Anda akan melihat Bali yang lain. Percayalah.