Tips & Triks

Ini Dia, Tips Hindari Pencurian Spion Mobil Anda!

Penilaian Pembaca: / 3
JelekBagus 

Safari Sidakaton

Kamis, 16 Pebruari 2012

Mobil mewah sampai saat ini masih menjadi incaran bagi para penjahat jalanan. Aksi kejahatan mereka biasanya dilakukan pada saat berada di kawasan 'traffic light' ataupun pada saat kondisi macet... 

Spion mobil/ IstimewaSpion mobil/ IstimewaHanya dalam hitungan detik, kaca spion yang menjadi salah satu 'favorit' para penjahat dapat berpindah tangan.

Menurut data kepolisian, aksi pencongkelan kaca spion terjadi hampir di seluruh wilayah Jakarta. Polda Metro Jaya mencatat Jakarta Pusat menduduki peringkat pertama dalam tindak kejahatan ini, dengan 323 kasus. Kabupaten Tangerang sebanyak 296 kasus dan Jakarta Timur sekitar 253 kasus.

Jenis kasus kejahatan terbanyak, yakni pencurian dengan pemberatan sebanyak (642 kasus), narkoba (417 kasus) dan pencurian kendaraan bermotor (352 kasus). Berdasarkan jenis kejahatan yang terjadi meliputi kasus pembunuhan, penganiayaan berat, pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, perjudian, pemerasan, pemerkosaan, narkoba dan kenakalan remaja.

Wilayah Jakarta Pusat yang rawan tindak kejahatan terdapat di Jalan Gajah Mada, Hayam Wuruk, Simpang Coca Cola, Jalan Ahmad Yani dan Senen. Jakarta Utara sekitar Cilincing, Perempatan Mambo, Tanjung Priok, Jalan Perintis Kemerdekaan, Teluk Gong dan Ampera.
Daerah rawan di Jakarta Barat mencakup wilayah Cengkareng, Perempatan Grogol, Tomang, Slipi, Pesing dan Roxy.

Sementara wilayah Jakarta Selatan meliputi Pancoran, Mayestik, Cipete Raya, Cilandak dan Pasar Jumat. Sedangkan Jakarta Timur, seperti Pasar Rebo, Perempatan Arion dan Rawamangun, serta wilayah Bekasi yang rawan berada di Jalan Raya Bekasi, Kranji, Ujung Menteng dan Kali.

Berikut ini adalah tips sederhana agar kendaraan Anda terhindar dari aksi kejahatan seperti pencongkelan kaca spion yang saat ini sedang marak.

Bagi Anda yang memiliki kendaraan mewah dengan kaca spion yang lumayan mahal, maka sebaiknya menuliskan nomor polisi di kedua spionnya dengan cara digrafir.

Cara grafir dilakukan agar nomor polisi tidak dapat dihapus yang terdapat di kaca spion. Grafir nomor polisi juga akan membuat pelaku berpikir dua kali untuk mencuri spion. Sebab, spion yang telah digrafir nomor polisi, tidak laku dijual karena telah tertera nomor identitas kendaraan yang dicuri. Biasanya, para penadah tidak mau mengambil risiko dengan bukti nyata seperti itu. (Sbh)

 
Share to Facebook Share to Twitter Email the article

Add comment


Security code
Refresh