Saat ini, kelinci menjadi salah satu hewan peliharaan yang menjadi favorit untuk dikembangbiakkan sebagai hewan konsumsi...
Kelinci ternak/ Foto-foto: Safari TNOLNamun, untuk menternaknya kadang mengalami banyak hambatan, karena seringkali kelinci mengalami kematian dini. Akibatnya, banyak breeder atau peternak yang kewalahan untuk mengatasinya.
Menurut Bimo Hadi Dewanto, Ketua HIMAKINDO (Himpunan Masyarakat Perkelincian Indonesia) Bogor Raya, kelinci adalah satwa yang paling mudah untuk dipelihara dan diternak. Namun, untuk memelihara kelinci ada beberapa tips dan trik agar kelinci tidak cepat mati.
Jika akan menyapih kelinci, maka buatlah secara bertahap yaitu pisahkan anak pada siang hari dan satukan kembali dengan induknya pada malam hari, dengan durasi waktu semakin jarang. Latihan tersebut dimulai setelah usia anakan minimal 1 bulan. Cukupi asupan nutrisi atau gizi dan vitamin buat indukan sehingga kandungan nutrisi ASI pun terpenuhi dengan baik.
Bimo dan kelinci peliharaannya...Campurkan juga air minum kelinci pada botol/tempat minum dengan larutan probiotik, karena bakteri positif dari probiotik akan mengurai kotoran dan meminimalisir pertumbuhan bakteri negatif.
Selama ini penguapan aroma kotoran (feces dan urine) ternyata membuat tingkat stres kelinci cukup tinggi. Dengan kondisi stres, maka daya tahan tubuh kelinci akan menurun. Diawali dengan mata sayu dan menurunnya nafsu makan, serta kelinci gelisah mencoba menghindari bau aroma tersebut.
Untuk mengatasinya, hindarkan dari kotoran yang menumpuk di alas lantai atau di bawah lantai agar penguapan/aroma dari kotoran tidak menyengat. Bersihkan kotoran kandang minimal setiap pagi. Selain itu, hindarkan memberi pakan (khususnya hijauan) yang langsung diletakkan di lantai sehingga terinjak, terkena kencing dan feses langsung dari kelinci tersebut, dimana kemudian pakan tersebut tidak dimakan oleh kelinci.
Terlihat lucu dan menggemaskan...Saat musim penghujan, kelembaban kandang khususnya di bagian bawah kandang relatif tinggi, sehingga perkembangbiakan bakteri (khususnya bakteri penyebab diare) sangat tinggi. Untuk mengatasinya, sirkulasi udara di atas dan di bawah kandang hendaknya dibuat bersirkulasi sebaik mungkin, sehingga aroma kotoran akan ternetralisir/berkurang. Dan, tingkat kelembaban akan menurun.
Usahakan sinar matahari pagi masuk kedalam kandang, karena dengan adanya sinar matahari, maka pertumbuhan bakteri dapat lebih diminimalisir dan kelembaban akan menurun. Usahakan juga kondisi di bawah kandang dalam kondisi kering. Jika kelembaban kandang cukup tinggi, semprotlah lantai dan bawah kandang dengan disinfektan secara berkala atau satu minggu sekali. (Sbh)
Comments
Kau manis sekali....
RSS feed for comments to this post