Tips & Triks

Mau Terbang Jarak Jauh dengan Nyaman? Ini Kiatnya!

Penilaian Pembaca: / 0
JelekBagus 

Adji Soedibjo

Senin, 18 Juli 2011

Penerbangan jarak jauh jelas membutuhkan persiapan yang matang. Yuk simak kiat-kiatnya!

Menu dalam pesawat/ Foto: Japan AirlinesMenu dalam pesawat/ Foto: Japan Airlines

Bepergian jauh dengan menumpang pesawat terbang komersial jelas memerlukan persiapan, terutama bagi yang belum pernah mengalaminya sama sekali, maupun bagi mereka yang sering melakukannya. Penerbangan jarak jauh dari Jakarta misalnya saja ke Tokyo, Jepang bisa memakan waktu 7 jam non-stop atau dari Jakarta ke Sydney, Australia yang biasanya harus singgah terlebih dahulu di Denpasar, Bali (bergantung maskapai penerbangan apa yang dipilih), bisa memakan waktu sekitar 6 jam 40 menit. Apalagi rute jarak yang lebih jauh seperti dari Jakarta ke Frankfurt, Jerman atau Jakarta ke New York, AS via Singapura dan Amsterdam, Belanda.

Hal-hal yang biasanya menimbulkan ketidaknyamanan di dalam pesawat udara antara lain udara yang tidak baik, suara mesin pesawat yang cukup bising, ruang yang terbatas, perubahan gravitasi atau tekanan udara, hawa dingin dan dehidrasi serta tentunya perubahan zona waktu sehingga merasa jet-lag begitu sampai di tempat tujuan.

Berikut ini adalah tips yang bisa mengurangi ketidaknyamanan bahkan mabuk udara saat terbang jarak jauh. Lakukanlah sebanyaknya dari tips di bawah ini jika memungkinkan dan buatlah prioritas sesuai dengan kebutuhan pribadi masing-masing.

Persiapan awal

Pilihlah sebisa mungkin pesawat yang baru dari maskapai penerbangan yang diambil. Pesawat yang baru jelas mempunyai ventilasi udara yang lebih baik.

Saat melakukan check-in di bandara sebelum keberangkatan, sangat disarankan memesan tempat duduk yang mendekati bagian depan pesawat. Kualitas udara jelas lebih baik pada bagian tersebut.

Lakukan perubahan pola makan, terutama seminggu sebelum keberangkatan dan hindarilah macam-macam yang mengganggu empedu anda seperti cokelat, susu, keju, alkohol, kopi, minuman yang berkafein, makanan berlemak, makanan yang berat dan makanan yang digoreng.

Tambahkan suplemen yang dapat menambah tubuh mengoksidasi dan mengelola stres misalnya vitamin C, vitamin B complex khususnya vitamin B12.

Siapkan pakaian yang akan dipakai saat penerbangan. Pilihlah pakaian yang membuat sirkulasi darah menjadi lancar. Tempat duduk atau kursi di pesawat amatlah sempit (kecuali Anda berada di “First Class”) yang bisa menyebabkan adanya kejang otot dan sirkulasi darah yang tidak baik.

Kenakanlah pakaian yang agak longgar dan nyaman dipakai sehingga Anda dapat enak bernafas serta mengurangi perasaan sempit dalam pesawat. Sepatu atau sepatu sandal yang nyaman dapat menggerakkan jari-jari kaki, apalagi dalam penerbangan jarak jauh. Sebaiknya lepaslah sepatu yang dipakai selama duduk di dalam pesawat dan biarkan kaos kaki tetap membungkus kaki Anda. Hindarilah pakaian yang berelastis atau yang ada ikatannya seperti tali misalnya. Pakailah kaos kaki yang memberi rasa hangat dan bisa juga syal atau pasmina, serta membawa jaket yang tidak tebal karena akan membantu saat udara di dalam pesawat menjadi dingin. Jaket juga bisa dijadikan bantal sekiranya dibutuhkan.Bandara Soekarno Hatta/ Foto: IstimewaBandara Soekarno Hatta/ Foto: Istimewa

Belilah makanan sendiri sesuai kebutuhan untuk dibawa selama penerbangan. Jangan tergantung pada maskapai penerbangan untuk menyediakan yang Anda perlukan. Jadi belilah bekal seperti sebotol air mineral yang cukup untuk waktu 3 jam penerbangan, permen atau permen karet yang bisa dikunyah guna menghindari pendengaran yang tersumbat akibat tekanan udara. Lainnya yang bisa dibeli seperti camilan berupa kacang-kacangan untuk asupan protein, buah yang sudah dikeringkan untuk penambah gula dan buah segar.

Bawalah sepasang peredam suara untuk telinga (bisa iPod atau walkman ditambah sesuatu yang anda ingin dengarkan atau headphone). Suara deru mesin pesawat yang konstan jelas menimbulkan ketidaknyamanan dan dengan melakukannya hal ini cukup baik guna meredam suara bising di sepanjang perjalanan.

Pakailah alat penutup mata sehingga dapat meredam cahaya atau lampu saat penerbangan manakala sebenarnya waktu sesungguhnya di tempat tujuan sebenarnya masih malam hari. Diharapkan dengan melakukan hal ini, Anda bisa mengurangi jet-lag.

Pada hari keberangkatan

Pastikan daftar yang perlu dibawa mulai dari pakaian, sepatu, kaos kaki, syal, jaket yang tidak tebal, alat-alat peredam suara, camilan dan alat penutup mata.

Sebelum berangkat ke bandara, makanlah dalam porsi yang sedikit dan jangan menyantap makanan yang mengandung lemak dan digoreng serta tidak mengkonsumsi minuman yang berkafein. Pilihan yang tepat misalnya buah segar, sayuran atau nasi. Dengan makan yang ringan dan tak berlemak hal ini akan memudahkan anda menghadapi perubahan tekanan udara serta pergerakan dari pesawat itu sendiri.

Segera setelah duduk di kursi dalam pesawat, rubahlah waktu pada jam yang Anda pakai dengan waktu sebenarnya di tempat tujuan dan mulai merubah waktu tidur Anda agar sesuai. Lagi-lagi hal ini akan mengurangi jet-lag.

Kursi dalam pesawat/ Foto: IstimewaKursi dalam pesawat/ Foto: IstimewaDi dalam pesawat, terima saja apapun jenis bantal dan selimut yang disediakan. Gunakanlah agar bisa merubah penyebaran tekanan udara pada berat badan Anda saat duduk selama penerbangan.

Secara teratur bangunlah dan regangkan tubuh Anda, misalnya sekali dalam 2 jam, meskipun hanya sekedar berjalan ke bagian belakang kabin pesawat. Lakukan beberapa gerakan peregangan tubuh kemudian kembali ke tempat duduk lagi. Hal ini penting dilakukan agar otot-otot tidak menjadi kram.

Pesawat udara saat ini kebanyakan masih memerlukan kain pelapis pada sandaran kursinya. Tanpa adanya kain pelapis tentu dapat menjadi masalah, karena hal ini memang tidak sehat untuk punggung kita.

Silakan menonton film yang ditayangkan, mendengarkan musik atau tidur saja. Janganlah terlalu banyak membaca karena tidak baik untuk penglihatan di mana Anda harus mengikuti kalimat per kalimat yang terus berpindah akibat pergerakan pesawat.

Saat Anda tahu bahwa di tempat tujuan memang sudah waktunya tidur, segeralah tidur atau gunakan alat penutup mata seperti yang dianjurkan sebelumnya, agar mengurangi jet-lag.

Setelah penerbangan (agar mengurangi jet-lag)

Kereta api di Tokyo/ Foto: Kei IwamotoKereta api di Tokyo/ Foto: Kei IwamotoCamkan bahwa sebelum pesawat tinggal landas ke tempat tujuan, pastikan Anda merubah waktu pada jam Anda dengan waktu sebenarnya di tempat tujuan. Andapun harus merubah kebiasaan tidur, makan yang sesuai dengan zona waktu sebenarnya di tempat tujuan.

Jika Anda tiba di tempat tujuan saat hari masih terang, pergilah keluar guna terkena cahaya matahari. Dengan melakukannya kelenjar di bawah otak anda dapat memberikan sinyal pada tubuh Anda. Janganlah Anda tidur siang mengikuti waktu siang hari yang sebenarnya di kota tempat tinggal Anda. Lakukanlah olahraga misalnya jalan kaki atau berenang ketika hari masih terang. (Dari berbagai sumber)

 
Share to Facebook Share to Twitter Email the article

Comments  

 
#4 Kresno Adji Djayanda 2011-07-20 15:23
Temans...terima kasih masukan dan komentarnya. Memang sekarang ini cuma bisa bawa 1 botol saja. Biasanya di pesawat berbadan besar seperti 747 ke atas khususnya Singapore Airlines di dekat toilet biasanya ada disediakan gelas-gelas kecil dari kertas yang bisa dipakai untuk minum air yang tinggal dipencet di dinding pesawat...ini bisa jadi solusinya...Makanya saya biasa pilih tempat duduk yg di "aisle" sehingga tidak repot kalau mau jalan-jalan buat stretching, apalagi kalau perlu ke toilet
Quote
 
 
#3 Hari 2011-07-19 15:38
Quoting ardivari007:
Djiieeee....yg plg hese tuh pantat kite nih rata kalo jalan jauh yee....kadang2 stewardes melarang kita bediri ato ngelurusin kaki dibelakang deh....gimane tuh kiat nye? hehehe

Anda bisa jalan-jalan menelusuri lorong, terlebih bila terbang dengan pesawat berbadan lebar, seperti Boeing 747, 777, 767 atau Airbus 340, 330...
Quote
 
 
#2 Hari 2011-07-19 15:35
:-) nice tips.. tapi soal bawa botol air mineral sudah tidak bisa lagi.Tidak semua negara membolehkan penumpang membawa buah ke cabin (kalau hanya 1 mungkin bisa). Selain mengenakan headset untuk mendengarkan musik (audio film dll) juga bisa menyematan ear plug pada lubang terlinga. Bantal penyagga leher (seperti tapal kuda) juga bisa membantu agar posisi leher tidak sakit saat terkula. Pada bbrp kursi pesawat sekarang sudah dirancang dengan headtest yang bisa diatur untuk menyangga kepala saat tidur.
Quote
 
 
#1 ardivari007 2011-07-19 09:03
Djiieeee....yg plg hese tuh pantat kite nih rata kalo jalan jauh yee....kadang2 stewardes melarang kita bediri ato ngelurusin kaki dibelakang deh....gimane tuh kiat nye? hehehe
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh