Kajian Islam

Kajian Islam
Category:
Created:
Sabtu, 19 Maret 2011
Group Admins:
  • Posted a new discussion, Fakta Mengejutkan Tentang "WUDHU"
    groups.discussion 64 days ago
  • Posted a new discussion, Bagaimana Aku
    groups.discussion 77 days ago
  • han
    Mengikuti ketaladan dan ajaran Rasulullah SAW adalah hal terpenting bagi kita sebagai umatnya. Kematiannya, adalah bencana besar bagi seluruh umat manusia dan kini sudah kita rasakan. Umat Islam terpecah menjadi beberapa puluh golongan dan kezaliman ada di mana-mana, sungguh memilukan. Bukankah surga yang ingin kita raih? Karenanya, kembalilah kepada Alquran dan sunnahnya.
    groups.wall 90 days ago
  • MANUSIA BAHAGIA BILA...

    Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata.
    Untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti...

    Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati.
    Untuk menyadari, betapa ia dicintai...

    Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri.
    Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus...
    groups.wall 97 days ago
  • Celaka! Mati Berjihad, Rajin Sedekah & Baca Al-Quran, Tapi Masuk Neraka

    Kita pasti bertanya, kok bisa, seorang hamba yang mati di medan jihad, berilmu dan membaca al-Qur’an, serta dikenal karena kedermawanannya, tapi pada akhirnya terlempar ke neraka. Apa sebabnya?

    Abu Hurairah meriwayatkan, ia pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, ”Manusia pertama yang diadili pada hari Kiamat nanti adalah orang yang mati syahid. Orang yang mati syahid didatangkan di hadapan Allah. Kemudian ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya, dan ia mengakuinya.

    Allah bertanya, “Apa yang telah kamu lakukan di dunia?”

    Dia menjawab, “Aku berperang demi membela agamamu.”

    Allah berkata, “Kamu bohong.Kamu berperang supaya orang-orang menyebutmu Sang Pemberani.” Kemudian Allah memerintahkan agar amalnya dihitung di hadapan pengadilan-NYa. Akhirnya ia dilempar ke neraka.

    Seorang penuntut ilmu yang mengamalkan ilmunya dan rajin membaca al-Qur’an didatangkan dihadapan Allah. Lalu ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya, dan ia mengakuinya.

    Allah bertanya, “Apa yang telah kamu lakukan di dunia?”

    Dia menjawab, “Aku menuntut ilmu, mengamalkannnya, dan aku membaca al-Qur’an demi mencari ridhamu.”

    Allah berkata, “Kamu bohong. Kamu mencari ilmu supaya orang lain menyebutmu orang alim, dan kamu membaca al-Qur’an supaya orang lain menyebutmu orang yang rajin membaca al-Qur’an.” Kemudian Allah memerintahkan agar amalnya dihitung di hadapan pengadilan-NYa. Akhirnya ia dilempar ke neraka.

    Selanjutnya, seorang yang memiliki kekayaan berlimpah dan terkenal karena kedermawanannya, didatang dihadapan Allah. Kemudian ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya, dan ia mengakuinya.

    Allah bertanya, “Apa yang telah kamu lakukan di dunia?”

    Dia menjawab, “Semua harta kekayaan yang aku punya tidak aku sukai, kecuali aku sedekah karena-Mu.”

    Allah berkata, “Kamu bohong. Kamu melakukan itu semua agar orang-orang menyebutmu orang dermawan dan murah hati.” Kemudian Allah memerintahkan agar amalnya dihitung di hadapan pengadilan-NYa. Akhirnya ia dilempar ke neraka.

    (HR. MUSLIM)
    Rahmat Wijaya
    groups.wall 189 days ago
  • Sahabat- sahabatku yg baik, Aku bersyukur mempunyai sahabat seperti kalian. Aku mencintai kalian dan mencintai persahabatan ini karena Allah.
    Aku berharap Allah meridhai kita semua yang sedang berusaha untuk menjalin kerjasama, dalam kebaikan dan taqwa; bukan kerjasama dalam kebatilan dan permusuhan.

    Uhibbukum Fillah..

    Selamat Hari Jum'at.
    groups.wall 215 days ago
  • Manusia seperti sebuah BUKU
    Cover depan adalah tanggal lahir
    Cover belakang adalah tanggal kematian

    Tiap lembarnya, adalah setiap hari dalam hidup kita & apa yang kita lakukan.

    Ada buku yang tebal dan ada buku yang tipis.

    Ada buku yang menarik dibaca, ada yang sama sekali tidak menarik.

    Sekali tertulis tidak akan pernah bisa di"edit" lagi.

    Tapi hebatnya, seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yang putih bersih, baru dan tiada cacat.

    Sama dengan hidup kita, seburuk apapun kemarin , Allah selalu menyediakan hari yang baru untuk kita.

    Kita selalu diberi kesempatan baru untuk melakukan sesuatu yang benar dalam hidup kita setiap harinya. Kita selalu memperbaiki kesalahan kita & melanjutkan alur cerita kedepannya sampai saat usia berakhir, yang sudah ditetapkanNYA.

    Syukuri hari ini dan isilah halaman buku kehidupanmu dengan hal-hal yang baik. Dan jangan pernah lupa, untuk bertanya pada Allah, tentang apa yang harus ditulis setiap harinya. Supaya pada saat halaman terakhir buku kehidupan kita selesai, kita dapati diri ini sebagai pribadi yg berkenan kepadaNYA. Dan buku kehidupan itu layak untuk dijadikan teladan bagi anak-anak kita & siapapun setelah kita nanti.

    Selamat menulis di buku kehidupanmu.
    Menulislah dengan tinta cinta & kasih sayang serta pena kebijaksanaan.
    Spread & share the Love. Care with others.
    groups.wall 299 days ago
  • Assalamu'alaikum wr wb

    Kiat Untuk Merasakan Indahnya Ramadhan

    Tamu agung itu sebentar lagi akan tiba, sudah siapkah kita untuk menyambutnya? Bisa jadi inilah Ramadhan terakhir kita sebelum menghadap kepada Yang Maha Kuasa.

    Betapa banyak orang-orang yang pada tahun kemarin masih berpuasa bersama kita, melakukan shalat tarawih dan idul fitri di samping kita, namun ternyata sudah mendahului kita dan sekarang mereka telah berbaring di ‘peristirahatan umum’ ditemani hewan-hewan tanah. Kapankah datang giliran kita?

    Dalam dua buah hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan kondisi dua golongan yang saling bertolak belakang kondisi mereka dalam berpuasa dan melewati bulan Ramadhan:

    Golongan pertama digambarkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya:
    ه
    “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka akan dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Golongan kedua digambarkan oleh beliau Rasulullah SAW dalam sabdanya:

    “Betapa banyak orang berpuasa yang hanya memetik lapar dan dahaga.” (HR. Ibnu Majah), al-Hakim dan dia menshahihkannya. Al-Albani berkata: “Hasan Shahih.”

    Akan termasuk golongan manakah kita?

    (To be continue)

    Rahmat Wijaya
    groups.wall 300 days ago
  • Assalamu'alaikum wr wb

    Ramadhan hampir tiba. Mari kita sambut kedatangannya dengan penuh suka cita mengharapkan ridho Allah semata. Karena ada satu riwayat yg menyebutka, siapa yg menyambut Ramadhan dng gembira serta mempersiapkan diri sebaik mungkin utk memasuki bulan Ramadhan, maka Allah SWT akan mengharamkan api neraka utk nya


    Ada sekuntum hari
    Dimana wanginya mengharumi bumi sepanjang waktu
    Karena saat itulah kemahamurahan sang Khaliq berlimpah
    Menyatu pada segala inti hidup

    Adalah Ramadhan
    Ia bertelaga bening
    Airnya mutiara maghfiroh
    Gericiknya dzikir dan tadarrus
    Tepianya doa lemah lembut, lirih dan berpasrah hati
    Siapa tak ingin jadi ikannya?
    Mari berenang dengan kesunyian nafsu
    Agar setiap sirip kita tak patah sia-sia

    Ia rahasia
    Tak sekedar lapar dahaga
    Tapi sesungguhnya itulah hakekat cinta
    Dan salah satu cara bertegur sapa dengan Allah
    Karena dengan lapar dan haus
    Kita bisa lebih menyadari bahwa kita tak berpunya
    Bisa lebih memahami
    Bahwa kita tak lebih dari sebutir debu
    Di antara kemahaluasan-Nya

    Ia sepantasnya dirindukan
    Karena ia lebih
    Di cakrawala bertebar pengampunan, rakhmat
    Dan segala kebaikan
    Juga nuzulul qur’an dan lailatur qodar


    Mohon maaf jika tidak berkenan, semoga bermanfaat

    Rahmat Wijaya
    groups.wall 300 days ago
  • Buat yang demen nyunah rasul di malem jumat, monggo dibaca :P

    Pertanyaan:

    Assalamu ‘alaikum. Ustadz, saya sering mendengar dari kebanyakan orang yang mengatakan bahwa berhubungan suami/istri (jima’) pada malam Jumat adalah sunah Nabi. Bahkan ada yang menghubungkan dengan keutamaan seperti membunuh kaum Yahudi. Apakah benar adanya?

    Abu Abdurrohman (dwidkpk**@yahoo.***)

    Jawaban:

    Wa’alaikumussalam. Kami belum pernah menemukan ayat Alquran atau hadis sahih yang menunjukkan anjuran tersebut. Jika ada yang menyampaikan hal tersebut maka dia diminta untuk menyampaikan dalil. (Jawaban Ustadz Abdullah Zaen, M.A.)

    Tambahan dari Ustadz Ammi Nur Baits:

    Terdapat sebuah hadis yang mengisyaratkan hal ini: Dari Aus bin Abi Aus radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    من اغتسل يوم الجمعة وغسّل وغدا وابتكر ومشى ولم يركب ودنا من الإمام وأنصت ولم يلغ كان له بكل خطوة عمل سنة

    “Barang siapa yang mandi pada hari Jumat dan memandikan, dia berangkat pagi-pagi dan mendapatkan awal khotbah, dia berjalan dan tidak berkendaraan, dia mendekat ke imam, diam, serta berkonsentrasi mendengarkan khotbah maka setiap langkah kakinya dinilai sebagaimana pahala amalnya setahun.” (H.R. Ahmad, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah; dinilai sahih oleh Imam An-Nawawi dan Syekh Al-Albani)

    Sebagian ulama mengatakan, “Kami belum pernah mendengar satu hadis sahih dalam syariat yang memuat pahala yang sangat banyak selain hadis ini.” Karena itu, sangat dianjurkan untuk melakukan semua amalan di atas, untuk mendapatkan pahala yang diharapkan.” (Al-Mirqah, 5:68)

    Disebutkan dalam Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abu Daud, bahwa ada sebagian ulama yang mengartikan kata “memandikan” dengan ‘menggauli istri’, karena ketika seorang suami menggauli istri, berarti, dia memandikan istrinya. Dengan melakukan hal ini sebelum berangkat shalat Jumat, seorang suami akan lebih bisa menekan syahwatnya dan menahan pandangannya ketika menuju masjid. (Lihat Aunul Ma’bud, 2:8)

    Jika kita menganggap pendapat ini adalah pendapat yang kuat maka anjuran melakukan hubungan suami-istri di hari Jumat seharusnya dilakukan sebelum berangkat shalat Jumat di siang hari, bukan di malam Jumat karena batas awal waktu mandi untuk shalat Jumat adalah setelah terbit fajar hari Jumat.

    http://konsultasisyariah.com/benarkah-hubungan-suami-istri-di-malam-jumat-adalah-sunah
    groups.wall 310 days ago
  • Hari SYA'BAN

    Kebesaran hari ini diterangkan oleh Rasulullah saw. " Malaikat Jibril mendatangiku pada malam Nishfu (15) Sya'ban, seraya berkata, " Hai Muhammad, malam ini pintu-pintu langit dibuka. Bangunlah dan Shalatlah, angkat kepalamu dan tadahkan dua tanganmu kelangit ."

    Rasulullah saw bertanya, " Malam apa ini Jibril ?"

    Jibril menjawab. " Malam ini dibukakan 300 pintu rahmat. Tuhan mengampuni kesalahan orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, kecuali tukang sihir, tukang nujum, orang bermusuhan, orang yg terus menerus minum khamar (arak atau minuman keras), terus menerus berzina, memakan riba, durhaka kepada ibu bapak, orang yang suka mengadu domba dan orang yang memutuskan silaturahim. Tuhan tidak mengampuni mereka sampai mereka taubat dan meninggalkan kejahatan mereka itu ."

    Rasulullah pun keluar rumah, lantas mengerjakan shalat (sendirian) dan menangis dalam sujudnya, seraya berdoa :
    ." Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu
    dari azab dan siksa-Mu serta kemurkaan-Mu
    Tiada kubatasi pujian-pujian kepada-Mu
    sebagaimana Engkau memuji diri-Mu
    Maka bagi-Mu lah segala pujia-pujian itu
    Hingga Engkau rela ." (HR Abu Hurairah)

    Oleh karena itu sahabatku, malam tersebut sangatlah baik untuk beribadah dan memohon ampunan (bertaubat) atas segala hal buruk yang kita lakukan, dan semoga Allah swt menerima segala amal ibadah dan mengampuni dosa-dosa dan kesalahan kita . . Amiin .
    groups.wall 314 days ago
    ronna Dikutip dari: http://konsultasisyariah.com/adakah-amalan-nisfu-syaban-dalam-islam

    Ada beberapa riwayat yang shahih tentang keutamaan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, tetapi tanpa mengkhususkan sebagian hari-harinya, di antaranya:

    أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ اِسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلاَّ رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ فِيْ شَهْرٍ مِنْهُ فِيْ شَعْبَانَ، فَكَانَ يَصُوْمُ شَعْبَانَ كُلَّهُ إِلاَّ قَلِيْلاً

    Sesungguhnya Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Aku tidak pernah sekali pun melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali (pada) bulan Ramadan, dan aku tidak pernah melihat beliau (banyak berpuasa -ed) dalam suatu bulan kecuali bulan Sya’ban. Beliau berpuasa pada kebanyakan hari di bulan Sya’ban.” (HR. al-Bukhari: 1868 dan HR. Muslim: 782)

    Dalam hadits yang lain, Usamah bin Zaid berkata,

    لَمْ أَرَكَ تَصُوْمُ مِنَ الشُّهُوْرِ مَا تَصُوْمُ مِنْ شَعْبَانَ، قَالَ: ذَاكَ شَهْرٌ يَغْفِلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَ رَمَضَانَ، وَ هُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ اْلأَعْمَالُ فِيْهِ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِيْ وَ أَنَا صَائِمٌ

    “Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa dalam beberapa bulan seperti puasamu di bulan Sya’ban. Beliau menjawab, ‘Itu adalah satu bulan yang manusia lalai darinya. (Bulan itu adalah) bulan antara Rajab dan Ramadan, dan pada bulan itu amalan-amalan manusia diangkat kepada Rabbul ‘alamin, maka aku ingin supaya amalanku diangkat pada saat aku berpuasa.’ ” (HR. an-Nasa’i: 1/322, dinilai shahih oleh al-Albani dalam Irwa’ al-Ghalil: 4/103)

    Adapun pengkhususan hari-hari tertentu pada bulan Sya’ban untuk berpuasa atau qiyamul lail, seperti pada malam Nisfu Sya’ban, maka hadits-haditsnya lemah bahkan palsu. Di antaranya adalah hadits:

    إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ مِنْ شَعْبَانَ فَقُوْمُوْا لَيْلَهَا وَصُوْمُوْا نَهَارَهَا فَإِنَّ اللهَ يَنْزِلُ فِيْهَا لِغُرُوْبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُوْلُ أَلاَ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِيْ فَأَغْفِرَ لَهُ أَلاَ مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ أَلاَ مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلاَ كَذَا أَلاَ كَذَا حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ

    “Jika datang malam pertengahan bulan Sya’ban, maka lakukanlah qiyamul lail, dan berpuasalah di siang harinya, karena Allah turun ke langit dunia saat itu pada waktu matahari tenggelam, lalu Allah berkata, ‘Adakah orang yang minta ampun kepada-Ku, maka Aku akan ampuni dia. Adakah orang yang meminta rezeki kepada-Ku, maka Aku akan memberi rezeki kepadanya. Adakah orang yang diuji, maka Aku akan selamatkan dia. Adakah demikian dan demikian?’ (Allah mengatakan hal ini) sampai terbit fajar.” (HR. Ibnu Majah: 1/421; HR. al-Baihaqi dalam Su’abul Iman: 3/378)

    Keterangan:

    Hadits ini dari jalan Ibnu Abi Sabrah, dari Ibrahim bin Muhammad, dari Mu’awiyah bin Abdillah bin Ja’far, dari ayahnya, dari Ali bin Abi Thalib, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    Hadits ini adalah hadits maudhu’/palsu, karena perawi bernama Ibnu Abi Sabrah tertuduh berdusta, sebagaimana dalam Taqrib milik al-Hafidz. Imam Ahmad dan gurunya (Ibnu Ma’in) berkata tentangnya, “Dia adalah perawi yang memalsukan hadits.”[1]

    Maka dari sini kita ketahui bahwa hadits tentang fadhilah (keutamaan –ed) menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dan berpuasa di siang harinya tidaklah sah dan tidak bisa dijadikan hujjah (argumentasi). Para ulama menyatakan hal itu sebagai amalan bid’ah dalam agama.[2]

    ============
    Catatan kaki:
    [1] Lihat Silsilah Dha’ifah, no. 2132.
    [2] Lihat Fatawa Lajnah Da’imah: 4/277, fatwa no. 884.

    Dijawab oleh Ustadz Abu Ibrohim Muhammad Ali pada Majalah Al-Furqon, Edisi Khusus, tahun ke-9, 1430 H/2009 M.
    (Dengan beberapa pengubahan tata bahasa dan aksara oleh redaksi www.konsultasisyariah.com)310 days ago
  • Hormat kpd yg tua dan sayang kpd yg muda...
    Saidina Ali adalah sahabat nabi yang dikenal pemberani dan ahli dalam
    perang, cerdas dan penyayang terutama pd anak istri serta hormat
    kepada yang lebih tua...terbukti suatu ketika dia mau melaksanakan
    salat subuh di mesjid saat berjalan dia ketemu kakek2 yang juga
    berjalan menuju arah yang sama, walaupun dia mau cepat sampe karna ada
    kakek2 berjalan lama karna pelan2 dan membungkuk di depan akhirnya
    berjalan mengikuti kakek dibelakangnya dengan sabar mengikutinya dan
    sesampainya di mesjid kakekpun tetap meneruskan perjalanannya mau ke
    pasar rupanya kakek ini bukan muslim...


    --
    ‎ ‎مصباح

    http://www.facebook.com/abah.misbah?ref=profile#/group.php?gid=187256475997&ref=mf,
    Http://nandang-MisbaH.blogspot.com,
    http://sv-se.facebook.com/people/Nandang_Misbah/1297993210,
    http://www.teladan.org/misbah/weblog,
    http://profiles.friendster.com/56013272,
    http://www.flickr.com/people/55246387@N00,
    http://tagged.com/nandang_misbah
    وَٱللَّهُ يَدعُواْ إِلَى دَارِ ٱلسَّلَـمِ وَيَہدِى مَن يَشَاءُ إِلَى
    صِرَطٍ مُّستَقِيم
    groups.wall 317 days ago
Mari kita mengkaji masalah keislaman di group ini :)
Minggu, 31 Juli 2011 by ronna

Doa Jibril Menjelang Ramadhan Yang Kontroversial


Oleh : Mohammad Muallim

Banyak orang muslim, ketika mendapat pesan pendek baik lewat internet dan sms, lalu ada kata sebarkan, mereka dengan sukarela melakukannya, tanpa berfikir panjang apa isi pesan itu, apalagi hal itu didukung dengan keyakinan tinggi bahwa hal itu adalah ibadah.

Padahal hal semacam itu adalah "qila wa qol" kabar burung ( dikatakan orang lalu kita ikut mengatakan) dan hal semacam itu dibenci oleh Allah.

Dalam shohih bukhari disebukan :

1407 - حدثنا يعقوب بن إبراهيم حدثنا إسماعيل بن علية حدثنا خالد الحذاء عن ابن أشوع عن الشعبي حدثني كاتب المغيرة بن شعبة قال كتب معاوية إلى المغيرة بن شعبة أن اكتب إلي بشيء سمعته من النبي صلى الله عليه و سلم فكتب إليه : سمعت النبي صلى الله عليه و سلم يقول ( إن الله كره لكم ثلاثا قيل وقال وإضاعة المال وكثرة السؤال )
[ 2277 ، 5630 ، وانظر 808 ]
[ ش ( قيل وقال ) الاشتغال بما لا يعني من أقاويل الناس . ( إضاعة المال ) بإنفاقه في المعاصي أو الإسراف فيه في المباحات . ( السؤال ) طلب أموال الناس أو السؤال في العلم عما في دنيا أو آخرة ]

Nabi bersabda: Sesungguhnya Allah membenci 3 hal pada kalian, qila wa qol, menyia-nyiakan harta, dan kebanyakan bertanya.

(qila wa qola) sibuk dengan kata orang yang tidak berguna

Anehnya, di Indonesia hal semacam itu musiman, kalau bulan Ramadan begini yang sering muncul adalah doa jibril yang tidak jelas sumbernya, seperti penulis kutip dibawah ini:

"Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
- Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada)
- Tidak berma'afan terlebih dahulu antara suami istri;
- Tidak berma'afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.
Maka Rasulullah pun mengatakan "Amiin" sebanyak 3 kali.

Mungkin karena keterbatasan pengetahuan tentang hadits, jadi percaya aja apa yang masuk dalam inboxnya, lalu dikirm ke teman-teman yang lain, anpa pernah tahu apakah itu benar atau HOAK?

Untuk membuktikan itu memang butuh waktu, dan pengetahuan yang cukup, penulis pun mencoba mencari dari kumpulan kitab-kiab hadits yang ada di komputer penulis sekitar 131 kitab hadits, namun belum juga menemukan darimana sumber pesan itu, yang penulis temukan, dimana nabi mengucap amin 3 kali adalah :

1781 - حدثنا الربيع بن سليمان ، أنا ابن وهب ، أخبرني سليمان وهو ابن بلال ، عن كثير بن زيد ، عن الوليد بن رباح ، عن أبي هريرة ، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم رقي المنبر فقال : « آمين ، آمين ، آمين » ، فقيل له : يا رسول الله ، ما كنت تصنع هذا فقال : « قال لي جبريل : أرغم الله أنف عبد - أو بعد - دخل رمضان فلم يغفر له ، فقلت : آمين ، ثم قال : رغم أنف عبد - أو بعد - أدرك والديه أو أحدهما لم يدخله الجنة ، فقلت : آمين ، ثم قال : رغم أنف عبد - أو بعد - ذكرت عنده فلم يصل عليك ، فقلت : آمين »


Dari Abu Hurairah ra juga, (bahwasanya) Rasulullah SAW pernah naik mimbar kemudian berkata, “Amin, Amin, Amin.” Ditanyakan kepadanya, “Ya Rasulullah, engkau naik mimbar kemudian mengucapkan Amin, Amin, Amin?” Beliau bersabda, “Ertinya : Sesungguhnya Jibril ‘Alaihis salam datang kepadaku, dia berkata, “Barangsiapa yang mendapati bulan Ramadhan tapi tidak diampuni dosanya maka akan masuk neraka dan akan Allah jauhkan dia, katakan “Amin”, maka akupun mengucapkan Amin….”


[Hadits Riwayat Ibnu Khuzaimah 3/192 dan Ahmad 2/246 dan 254 dan Al-Baihaqi 4/204 dari jalan Abu Hurairah. Hadits ini shahih, asalnya terdapat dalam Shahih Muslim 4/1978. Dalam bab ini banyak hadits dari beberapa orang sahabat, lihatlah dalam Fadhailu Syahri Ramadhan hal.25-34 karya Ibnu Syahin]
Juga bisa dilihat:
Nabi SAW naik ke atas mimbar kemudian berkata, “Amin, amin, amin”. Para sahabat bertanya. “Kenapa engkau berkata ‘Amin, amin, amin, Ya Rasulullah?” Nabi SAW bersabda, “Telah datang malaikat Jibril dan ia berkata : ‘Hai Muhammad celaka seseorang yang jika disebut nama engkau namun dia tidak bershalawat kepadamu dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin’, kemudian Jibril berkata lagi, ‘Celaka seseorang yang masuk bulan Ramadhan tetapi keluar dari bulan Ramadhan tidak diampuni dosanya oleh Allah dan katakanlah amin!’, maka aku berkata : ‘Amin’. Kemudian Jibril berkata lagi. ‘Celaka seseorang yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya masih hidup tetapi itu tidak memasukkan dia ke syurga dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin”.
[Hadits Riwayat Bazzar dalama Majma'uz Zawaid 10/1675-166, Hakim 4/153 disahihkannya dan disetujui oleh Imam Adz-Dzahabi dari Ka'ab bin Ujrah, diriwayatkan juga oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad no. 644 (Shahih Al-Adabul Mufrad No. 500 dari Jabir bin Abdillah)]


Marilah kita menjadi umat yang kokoh, bukan umat yang diibaratkan buih, dimana angina berhembus kesanalah buih mengarah, dan dimana ombak menerpa kesana pula buih mengarah, tapi jadilah umat yang kokoh, dan salalu teliti akan apa yang kita terima apalagi akan kita sampaikan pada orang lain, agar tidak terjadi apa yan dibenci Allah pada kita yaitu qiila (dikatakan orang) wa qola (dan mengatakan pada yang lain) tanpa diteliti kebenarannya.