Dari Komunitas

Prihatin, Korupsi di Universitas Indonesia (UI)

Penilaian Pembaca: / 0
JelekBagus 

Dasman Djamaluddin

Selasa, 07 Pebruari 2012

Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Bagaimana dengan nasib 'sebelanga susu' UI nantinya?

IstimewaIstimewaSaya baru saja mendengar siaran langsung mengenai korupsi di UI. Nara sumbernya Dr. Ratna Sitompul (Dekan Fakultas Kedokteran UI), Effendi Ghazali (pengamat komunikasi/alumnus UI) yang adalah juga pembimbing thesis Angelina Sondakh, dan Maruli Gultom (Rektor Universitas Kristen Indonesia/UKI) sebagai pembanding.

Pertama-tema, saya sebagai alumnus UI prihatin. Kebanggaan UI sebagai universitas terkemuka di Indonesia tercoreng dengan segelintir oknum yang lebih mementingkan materi. Harapan semula menjadikan UI sebagai fondasi moral, intelektual dan tempat pengajaran moral, idealisme; luluh lantak. Untuk itu, harus diselesaikan masalahnya secepat mungkin ke KPK. Sehingga mahasiswa bisa mengetahui bahwa yang dilakukan selama ini di UI tidak baik untuk ditiru. Kita boleh saja memajukan UI di bidang materi, tetapi harus juga bisa mempertanggungjawabkannya dengan jujur, terbuka dan transparan.

Foto: Dok. rimanews.comFoto: Dok. rimanews.comKedua, saya meminta Ibu Chandra Motik, sebagai Ketua ILUNI UI, bersikap membantu almamaternya yang berada dalam krisis, dan di mana saya juga adalah anggota ILUNI FHUI, di samping  tetap memihak kepada kebenaran, kejujuran dan keadilan, serta UI tetap menjadi kebanggaan semua orang. Di tempat itulah dididik kader-kader bangsa untuk meneruskan perjuangan menuju kebenaran, keadilan dan kejujuran.

Foto: Dok. suarapembaruan.comFoto: Dok. suarapembaruan.comKetiga, jika berdasarkan fakta yang saya dengar dari Dekan FKUI secara langsung, telah terjadi ketertutupan oleh Pimpinan UI dalam hal informasi. Sepertinya komunikasi yang dilakukan dari "atas" ke "bawah", bukan dari "bawah" ke "atas." Hal ini sungguh-sungguh menodai demokrasi dan keterbukaan di masa era reformasi sekarang ini.

 
Share to Facebook Share to Twitter Email the article

Comments  

 
#2 Alexander 2012-05-21 21:18
Siapapun jadi pemimpin baik lembaga Pemerintah maupun lembaga pendidikan mau tidak mau pasti akan terjerumus yang namanya sering diumbar umbarkan oleh seluruh masyarakat Indonesia baik yang kaya maupun miskin,tua dan muda tetapi prakteknya pasti dilakoni juga karena faktor kesempatan yang tersedia yakni K O R U P S I............
Quote
 
 
#1 inoek 2012-02-08 14:25
turut prihatin, lembaga pendidikan yg seharusnya mendidik dan memberi teladan untuk anti korupsi ikut terjerumus juga. :cry:
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh