Sebuah catatan tentang mengikuti gerak hati untuk bertualang dan menjalin persahabatan....
Foto: Dok. Tour d'Tanggamus, LampungDari Tour d'Tanggamus, Lampung, 20-23 Januari 2012.
Ciracas, rumah Zulux, Jum'at, 20 Januari 2012, pukul 20.00 WIB.
Tuan rumah baru datang dari kantor karena ngurus kerjaan dulu. Mohon maaf rekan-rekan peserta dan rekan-rekan yang mengantar, karena tuan rumahnya telat datangnya. Namun dikarenakan waktu terus berjalan, maka pembagian suvenir, berupa kaos, topi, pin, dan stiker segera dilakukan.
Foto: Dok. Tour d'Tanggamus, LampungPIC Touring dipimpin oleh Mas Rachmat, dan Road Captain merangkap bendahara, dipegang oleh Haji Andre. Road Captain-nya juga datang terlambat, karena masih menina-bobokan anaknya. Sementara itu, setelah dicek, ternyata peserta dari Jakarta berjumlah 13 orang yaitu, Zulux, Adi Poerwanto, H Andre, Rachmat, Wahban, Syamsul, Cakezila, Riday, Dody, Ajie, Paul, Andreas dan Wawan. Rekan-rekan yang mengundurkan diri, dikarenakan sesuatu dan lain hal, tetap datang guna mengantar yang akan berangkat.
Pukul 21.50 Road Captain datang, dan langsung memberikan briefing serta kemudian berdoa. Pukul 22.00 rombongan berangkat, dengan diiringi lambaian tangan dari keluarga, dan didampingi oleh rekan-rekan yang mengantar. Rute yang diambil adalah Ciracas–TB Simatupang–Pondok Indah–Jalan Panjang–Daan Mogot–Tangerang–Citra. Di Citra sudah menunggu Krist dan Engkus. Rombongan istirahat sejenak untuk melakukan pembagian suvenir. Setelah itu, rombongan kembali bertolak. Tidak berapa lama, dikarenakan jalanan yang rusak, motor Pak Wahban mengalami patah persneling. Syamsul mencoba mengakali dengan memosisikan ke gigi 3, dan akan dibetulkan di Cilegon nanti.
Sabtu dini hari, 21 Januari 2012, pukul 00.00 WIB.
Di daerah Cikande, motor Pak Wahban mesinnya kepanasan dan 'ngejim', akibatnya motor mogok dan tidak bisa melanjutkan perjalanan. Sementara rombongan yang dipimpin Haji Andre, sudah bertemu dengan rekan-rekan di Serang, dan sudah bergabung dengan rekan-rekan di Cilegon. Zulux memutuskan, agar Engkus yang mengawal di depan balik arah, guna mengganti motornya dengan motor Pak Wahban. Sebelumnya, Zulux menelpon ke Kharisma/Kadir, pemilik motor Ninja yang dikendarai Engkus, untuk meminjam motornya itu, Kharisma setuju untuk digunakan. (Thanks Kharisma atas bantuannya.)
Foto: Dok. Tour d'Tanggamus, LampungJam menunjukan pukul 03.00 WIB ketika kami sampai di KFC Cilegon. Rekan-rekan sudah pada tidur dan istirahat. Kami makan dulu. Pukul 04.30 kami bersiap-siap untuk berangkat kembali, menuju Merak. Sebelum berangkat, kami bersalaman dengan rekan-rekan dari Serang dan Banten. Motor Pak Wahban dibawa pulang oleh Krist dan Engkus. Mereka berdua tidak jadi mengawal sampai ke Merak. Namun dukungan dan bantuan mereka berdua, serta Kharisma, patut diapresiasi (Terima kasih banyak buat kalian bertiga). Kami berempat, Pak Wahban, Rachmat, Syamsul, dan Zulux, langsung tancap gas menuju Cilegon.
Foto: Dok. Tour d'Tanggamus, LampungPukul 05.00 WIB, rombongan kami sampai Merak, dan langsung masuk ke ferry. Di sana kami bertemu dengan rekan-rekan dari Pulsarian, yang di pimpin oleh Pak Eddi dan Mas Sadono. Kami istirahat di ferry. Tidur. Pukul 08.00, ferry merapat di Bakauheni. Kami langsung tancap gas menuju pom bensin Gagak Hitam, mengisi bensin, lalu berangkat lagi menuju rumah makan untuk sarapan, namun karena jalanan padat, saya dan Cakezila terpisah dari rombongan. Di samping itu, motor Mba Ajie juga mengalami masalah. Ganti busi, dan ada kemungkinan koilnya rusak. Syamsul mencoba membetulkan, dan motor siap digunakan kembali.
Foto: Dok. Tour d'Tanggamus, LampungSedangkan saya dan Cakezila, karena tidak berhasil bergabung kembali dengan rombongan, maka saya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan, sekaligus mengajak lari Cakezila di trek Sumatera. Padahal ini touring perdana Cakezila. (Mantaf Cake, kamu bisa, Kawan.)
Dalam perjalanan kami bertemu lagi dengan rombongan Pulsarian, juga dengan rombongan Vixion. Sampai di Begadang IV, saya dan Cakezila istirahat, untuk makan pagi. Tak lama kemudian, rombongan Pulsarian juga datang, dan kami makan pagi bersama. Sungguh, dunia bikers merupakan dunia brotherhood.
Foto: Dok. Tour d'Tanggamus, LampungHaji Andre dan kawan-kawan menyusul setelah mereka sarapan. Kami bertemu di Begadang IV. Ternyata, motornya Pak Agus mengalami patah dudukan shock, akibat jalanan yang berlubang. Syamsul memperbaikinya dengan cara mengganjal shock dengan kaso (kayu). Ini hanya untuk sementara, agar bisa mencapai lokasi yang dituju, yaitu Tanggamus. Sementara fairing dilepas, lalu dititipkan ke keluarga Mello, rekan Privateer Team dari Lampung.
Syamsul, Pak Agus, dan Irfan berangkat mengelas dudukan shock. Setelah di las, motor siap untuk digunakan kembali. Pukul 19.00, setelah sholat Magrib dan makan malam, Zulux mengajak semua peserta, termasuk tuan rumah, untuk saling berkenalan satu dengan yang lain, agar tahu nama si A, si B sampai si Z. Rombongan Pulsarian pamit berangkat duluan (sampai bertemu kembali sobat-sobat Pulsarian). Rombongan lanjut kembali menuju Tanggamus, dengan melalui jalan yang cukup rusak. Namun begitu kami sampai pada bagian jalan yang mulus, langsung saja kami tancap gas. Dan... pukul 13.00 WIB, akhirnya rombongan kami sampai di tujuan. Di sana, setelah makan siang dan sholat Dzuhur, kamipun tidur.
Foto: Dok. Tour d'Tanggamus, LampungPukul 20.30 kami berangkat menuju Pendopo Pringsewu, guna bertemu dengan tuan rumah, KNC Pringsewu, yang dipimpin oleh Wahyu, dan juga sudah dilakukan komunikasi dengan KNC Lampung, yang dipimpin oleh Putu, dengan pembinanya Mas Pujo.Karena Privateer Team merupakan gabungan dari berbagai klub motor, yang mau jalan bareng dan mau mencari pertemanan serta persaudaraan, dalam event yang dibuat. Maka satu per satu peserta kami saling memperkenalkan diri, sehingga peserta yang lain jadi tahu nama-nama rekan-rekan peserta. Itulah rasa kebersamaan dan persaudaran yang terjalin dalam event Tour d'Tanggamus ini.
Tanggamus, Minggu, 22 Januari 2012, pukul 04.30 WIB.Pukul 23.30 kami balik ke Tanggamus untuk beristirahat. Tidur.Ramah tamah, perkenalan tentang Privateer Team, dengan pihak tuan rumah yang dipimpin oleh Mas Rachmat, selaku PIC Event ini, saling bercerita, dan waktu terus berjalan dengan tidak terasa, sampai akhirnya kami harus mohon pamit, guna beristirahat, karena besoknya akan wisata. Tak lupa, kami memberikan suvenir dari sponsorship ke pihak tuan rumah. (Thanks atas sambutan buat KNC Lampung dan KNC Pringsewu.)
Foto: Dok. Tour d'Tanggamus, LampungKami berfoto bersama dan melihat langsung suasana lokasi wisata. Setelah itu kami ke dermaga, naik perahu, dan kemudian makan duren. Puas berwisata, rombongan kami menuju rumah Indro Privateer Team, di Kota Krui, Lampung Barat. Jarak yang di tempuh ternyata sangat jauh. Untungnya jalannya sangat mulus dan bagus. Peserta lantas saja gas poolll! Jalur lurus. Mulus dan meliuk-liuk dengan tikungan yang tajam. Pengetesan motor dan skill biker di mulai. Sungguh suasana dan panorama alam yang bagus sekali. Tanjakan dan turunan yang menantang, yang pastinya sayang untuk dilewatkan.Pukul 08.00 WIB, rombongan kami berangkat menuju lokasi wisata, yaitu ke Batu Tegi. Batu Tegi ini merupakan dam terbesar yang ada di Lampung, untuk pembangkit listrik tenaga air, sekaligus sebagai sarana irigasi serta untuk keperluan lain penduduk Lampung.Satu per satu peserta bangun dari tidur. Mandi, sholat Subuh, dan kemudian makan pagi. Pukul 07.00 pembagian suvenir dari Schneider Electric, yaitu berupa tas laptop, tas pinggang, jam meja, dan pulpen, dengan cara diundi. Semua peserta dapat, termasuk tuan rumah. Dan semua puas dengan suvenir yang didapat.
Foto: Dok. Tour d'Tanggamus, LampungPukul 16.30, rombongan pertama, yang di pimpin Pak Aries, mohon pamit, guna balik ke rumah, karena beberapa rekan ada yang kerja hari Senin. Total ada 10 orang peserta di rombongan pertama yang pulang duluan. Rombongan kedua tetap stay di rumah indro, untuk beristirahat. Pukul 17.15, rombongan kedua juga mohon pamit kepada tuan rumah. (Dan sekali lagi terimakasih banyak atas jamuannya.)Pukul 14.30, rombongan kami sampai di rumah Indro. Kami langsung disuguhi makanan dan minuman. Tanpa banyak 'cingcong', rombongan langsung makan dan minum. Syamsul membetulkan kembali motor Pak Agus, selesai, dan siap untuk digunakan lagi. Setelah itu, kami istirahat sejenak, lalu makan daging coklat dan air kelapa muda. Sungguh nikmat rasanya. (Terimakasih banyak buat Indro sekeluarga atas jamuan dan suguhannya.)Sebelum sampai rumah Indro, kembali motor Pak Agus mengalami masalah. Kali ini baut akinya lepas. Untungnya akinya tidak copot di jalan. Dan Syamsul kembali memperbaiki motor Pak Agus, dengan mengganjal motornya dengan batu dan bekas minuman.
Foto: Dok. Tour d'Tanggamus, LampungRombongan kedua bergegas menyusul dan akhirnya bertemu dengan rombongan pertama. Syamsul segera membetulkan motor Eko, karena lampunya putus. Setelah diadakan briefing singkat, rombongan pertama diberangkatkan dengan posisi di depan, rombongan kedua mengikuti di belakang.Di Kota Agung, rombongan istirahat di Pom bensin, untuk sholat Maghrib. Fahmi datang, mengabarkan bahwa rombongan pertama mengalami kecelakaan antar teman. Mas Irul di tabrak sama Dindo, karena remnya bagel (tidak makan), dan ada miss komunikasi. Alhasil keduanya luka dan lecet, motor baret-baret, namun dengan sigap Pak Aris membantu Mas Irul dan Dindo.Perjalanan juga seperti waktu berangkat, melaju dengan pesat dan meliuk-liuk kembali.
Tanggamus, Senin, 23 Januari 2012, pukul 04.00 WIB.
Pukul 06.00, rombongan kami berangkat menuju Kota Lampung untuk bertemu dengan Mello. Pukul 07.30, rombongan disambut oleh Mello, dan diajak makan pagi. Setelah makan pagi, kembali motor Mbak Ajie mengalami masalah, maka diputuskan untuk mengganti koil. Mello mengantarkan mencari koil di toko Kucay (sobat lama).Satu persatu peserta bangun, mandi, sholat Subuh, dan lalu makan pagi. Kami mendapat kabar bahwa rombongan pertama sudah sampai dengan selamat di rumah masing-masing. Setelah perlengkapan dipacking di atas motor, Haji Andre langsung memberi briefing dan memimpin berdoa. Setelah itu, kami mohon pamit kepada tuan rumah dan mengucapkan terimakasih banyak atas tempatnya, jamuannya, dan suguhannya.Kedua rombongan berpisah di Tanggamus. Rombongan pertama menuju Bandar Lampung, guna bertemu dengan Mello, dan memasang kembali fairing Pak Agus. Sedangkan rombongan kedua balik ke penginapan di Tanggamus.
Datang kabar dari Mas Pujo, yang meminta agar rombongan pertama baliknya agak malaman, karena ada tawuran antar kampung di Kalianda. Rombongan pertama sampai di KFC Bandar Lampung dan memasang fairing. Mas Pujo memantau perjalanan rombongan pertama sambil memberitahu saya. Rombongan kedua istirahat. Tidur.
Tidak disia-siakan, rombongan lantas terpecah-pecah menjadi beberapa bagian. Kecepatan motor, mesin diuji kembali, dan skill bikers juga ditantang untuk menaklukan trek Sumatera yang lurus, dan berkelok, serta jalan yang berlubang, sehingga menjadikan suasana yang menegangkan. Belum lagi dengan adanya truk dan bus besar.Setelah diperbaiki oleh Syamsul, motor kembali bisa digunakan. Maka rombongan segera pamit kepada Mello, dan langsung bertolak menuju Bakauheni. Di daerah Tarahan, rombongan berhenti untuk membeli oleh-oleh buat keluarga masing-masing. Setelah cukup, rombongan berangkat kembali menuju Bakauheni. Di daerah Kalianda, Haji Andre memberi kode: Silakan gas pooolllllll!
Pukul 11.00, rombongan masuk ferry dan menyeberang. Cuaca kurang bersahabat. Ombaknya besar sekali, walaupun tidak turun hujan, namun anginnya sangat kencang. Pukul 14.00, ferry sampai di Merak dengan selamat. Rombongan langsung tancap gas menuju Cilegon. Pukul 14.30, rombongan sampai di KFC Cilegon, bertemu dengan Pak Agus sekeluarga. Langsung kami diajak makan. (Terimakasih Pak Agus dan keluarga atas jamuannya.)Saya, Pak Adi, dan Andreas sampai duluan. 15 menit kemudian, Cakezila sampai, sendirian. (Salam Privateer Team buat Cakezila, salut kawan. Anda lulus uji.) 10 menit berikutnya, barulah rombongan datang. Knalpot Paul bocor. Akibatnya, suara motornya keras seperti bajaj, dan perlu di las. Pak Agus memberitahukan bahwa beliau AKAN mengajak makan rombongan di Cilegon, DAN di putuskan di KFC Cilegon.
Pukul 17.00, rombongan memutuskan untuk balik ke Jakarta dengan dikawal oleh rekan-rekan KNC Cilegon. (Sampai bertemu kembali sobat-sobat Privateer Team.) Motor Paul sudah bisa digunakan, maka kami lanjut kembali.Iqbal dan pacar juga datang. Rekan-rekan KNC Cilegon yang jadi peserta juga datang. Mereka bercerita mengenai perjalanan, dan merasa puas selama di perjalanan. Sambil menunggu selesai makan, Paul diantar Eko guna memperbaiki knalpotnya di bengkel Mas Irul. Pak Agus dan keluarga mohon pamit pulang duluan. (Sekali lagi terimakasih banyak, Pak, atas jamuannya.)
Pukul 18.30, rombongan berhenti di SPBU guna sholat Maghrib. selesai sholat, rombongan berangkat kembali menuju Citra. Pukul 20.00, kami sampai di Citra dan bertemu dengan Kharisma. Kami menyerahkan motornya, sambil menyampaikan souvenir dan oleh-oleh buat Kharisma, Krist, dan Engkus. Sebelum pamit kami mengucapkan terimakasih atas dukungan dan bantuannya.
Sebelum berpisah di jalan, rombongan saling bersalaman. Riday dan Paul menuju Pondok Labu melewati jalur Cileduk. Kami, selebihnya, melewati Kota Tangerang, masuk ke jalan Panjang. Di Permata Hijau, Pak Adi, Mbak Ajie, Doddy, dan Wawan, menuju Jalan Gatot Subroto. Sementara kami berangkat menuju Pondok Indah, dan langsung ke TB.Simatupang.
Tiada gading yang tak retak, saya mewakili Haji Andre, Mas Rachmat, Pak Wahban, dan Pak Adi Poerwanto, memohon maaf kepada rekan-rekan peserta, dan rekan-rekan yang mengawal, serta rekan-rekan tuan rumah, atas tingkah laku, perbuatan, dan perkataan, yang tidak berkenan di hati, baik disengaja maupun tidak disengaja. Mohon dibukakan pintu maaf atas hal-hal yang kurang memuaskan.Pukul 22.00 WIB, saya, Haji Andre, Pak Wahban, Mas Rachmat, dan Syamsul sampai di Ciracas. Di sambut keluarga dan disuguhi kopi dan teh hangat. Dengan demikian, selesai sudah event Tour d'Tanggamus, Lampung, kali ini. Sampai jumpa di event yang akan datang, di Tour d'Lombok, 31 Maret sampai 8 April 2012.
Di akhir laporan ini, saya mengucapkan terimakasih kepada :
- Allah SWT yang telah melindungi perjalanan ini, baik pergi maupun pulang
- Keluarga para peserta, yang memberikan izin kepada para peserta untuk ikut event ini
- PT. X yang telah memberikan dukungan
- PT. Scheiner Electric yang memberikan dukungan
- PT. Tarakusuma Indah yang memberikan souevnir
- Mitra 2000 yang memberikan souvenir
- Mas Pribowo yang telah memberikan stiker Privateer Team
- Dian Bagus yang telah membuatkan desain spanduk dan desain Pin
- Pardede dan anaknya yang telah mensupport rombongan serta mengantarkan rombongan
- Pak Imansyah yang telah mensupport rombongan
- Adoy yang telah memberikan dukungan
- Rekan-rekan Privateer Team, baik di Jakarta maupun di daerah, seperti Indy dan kawan-kawan yang telah memberikan doa dan dukungan, serta mengawasi kami selama di perjalanan
- Tuan rumah, Mas Pit beserta istri dan anaknya, yang telah menyediakan rumahnya untuk penginapan kami dan juga jamuan/mempersiapkan makanan pagi, siang dan malam.
- Indro dan keluarga yang telah memberikan suguhan makan dan minum untuk kami
- Krist, Engkus dan Kharisma yang telah memberikan dukungan tenaga, makan dan pikiran untuk rombongan
- Mas Pujo yang telah memberikan informasi seputar keadaan Lampung- Mello yang telah menjamu rombongan
- Rekan-rekan KNC Lampung
- Rekan-rekan KNC Pringsewu
- Rombongan Pulsarian yang bertemu di jalan
- Rombongan Vixion yang bertemu di jalan
- Para Peserta Tour d'Tanggamus, Lampung, yang terdiri dari berbagai klub motor yaitu: Privateer Team Jakarta, KNC Jakarta, KNC Cilegon, Z Club, dan N250 Chapter Banten
- Dan semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu
Semoga Allah SWT membalas kebaikan rekan-rekan semua, yang telah berpartisipasi, membantu, dan mendukung event ini. Sampai bertemu kembali di event berikutnya: Tour d'Lombok 31 Maret sampai 8 April 2012.
Salam dan jabat erat selalu,
Zulux - H.Andre - Rachmat - Wahban - Adi Poerwanto