Tank Leopard 214/ Foto: IstimewaIndonesia akan membali 100 tank Leopard buatan Belanda. Kalau dulu saya membaca Indonesia membeli bus dan kereta api bekas dari China. Saya tidak mengerti mengapa kita harus membeli yang bekas-bekas.
Apa yang salah tentang teknologi Indonesia dan perencanaan pemerintah Indonesia ke depan? Mengapa kita membeli yang bekas-bekas, setelah lama merdeka kenapa bangsa ini tidak bangun-bangun juga dari tidur?
Pertama, menurut saya jika terjadi perang (kita tidak mengharapkan ini) kita sudah tentu kalah. Rahasia persenjataan sudah tentu diketahui musuh, karena kita memakai persenjatan mereka yang lama. Sedangkan mereka sendiri sudah menggantinya dengan yang baru.
Kedua, kenapa industri persenjataan kita tidak berhasil juga menciptakan alat-alat persenjataan seperti ini? Lah, kalau selama ini kita mengembar-gemborkan berhasil membuat senjata dan tank-tank, itu sebatas mana? Apa sebatas merakit? Bagaimana kelanjutan ide BJ Habibie dalam memodernisir persenjataan kita?
Atau ketiga, kalau kita membeli bekas, apakah karena kita sudah dianggap makmur, sementara uang kita hambur-hamburkan? Mungkin yang terjadi sebaliknya, kita bisa berhemat dengan membeli barang-barang bekas?
Kalau kita berdalih bahwa negara tetangga juga biasa melakukan hal ini, kenapa bangsa ini tidak mau menunjukkan jati dirinya seperti bangsa yang telah maju. Kita kan harus mencontoh negara lebih maju, seperti China misalnya. Apakah kita juga termasuk negara-negara yang dilarang untuk maju oleh negara lain, agar tetap terus lemah dan tetap berada di bawah pengawasan mereka?
Hmmmm, entahlah..!