Suasana cafe sixty niner bicycle club terlihat ramai/ Foto-foto: Nopi TNOLBAGI penggowes sepeda sejati yang belum memiliki tempat kongkow atau sedang mencari-cari tempat baru, ini dia ada cafe teranyar di bilangan Fatmawati Raya No. 100 D (Petrof House).
Cafe kepunyaan Sixty Niner Bicycle Club ini baru saja melakukan grand opening pada 9 Oktober 2010. Berhubung cafe milik komunitas sepeda Sixty Niner, jangan kaget cafe pun dilengkapi dengan penjualan sepeda yang cukup lengkap.
Sepeda-sepeda itu, berada di lantai dua. Sementara cafe berada di lantai satu. Di cafe ini Anda bisa berjam-jam kongkow bersama keluarga maupun sahabat satu komunitas tanpa rasa khawatir tak bisa menjalankan ibadah. Maklum, selain diperuntukkan sebagai tempat penjualan sepeda sisi lain lantai dua dimanfaatkan sebagai Musholla.
Anggota Sixty Niner melihat foto yang dipajang...Cafe memiliki desain unik lantaran dinding cafe dipasang foto Sixty Niner dalam berbagai kegiatan seperti touring maupun bakti sosial. Ditambah lagi, satu buah televisi terpampang di cafe tersebut. Televisi itu, memutar aksi-aksi Sixty Niner ketika menjalankan touring di berbagai medan. Tak ketinggalan pernak-pernik Sixty Niner semisal stiker dan mug menghiasi cafe.
“Cafe ini juga mengakomodir bakat-bakat para anggota Sixty Niner,” imbuh pemilik cafe Amin S. Sutanto kepada TNOL di cafe, Sabtu (9/10).
Interior cafe tak jauh dari sepeda...Baka-bakat anggota Sixty Niner yang tersalurkan antara lain, dalam mendesain cafe. Menurut Amin, dekorasi cafe memakan waktu sekitar satu setengah bulan. Dekorasi berasal dari masukan para biker Sixty Niner.
Desain memadukan tiga warna, mulai dari merah yang bisa dilihat dari sofa maupun plafon cafe. Lalu warna hitam terlihat dari kursi, meja dan sebagian plafon cafe. Warna hijau dimunculkan dari foto-foto Sixty Niner.
Tempat sholat juga disediakan...Bakat anggota Sixty Niner lain yang tersalurkan adalah dalam pembuatan kopi dan makanan yang diracik oleh Edwin Widhiyanto. Tak heran Cafe menyediakan berbagai makanan ringan dan ‘berat.’ Selera tergantung Anda, apakah ingin memesan makanan ringan atau berat.
Makanan berat di cafe, ada spagetti, ayam, bebek dan sop buntut. Makanan ringan, terdapat roti dan risol. Mengenai minuman, tak perlu risau karena cafe menyediakan minuman teh dan kopi yang diolah menjadi berbagai macam minuman. Belum lagi soft drink dan air mineral. Harga mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 40 ribu.
Jualan Sepeda
Sepeda lipat yang 'mejeng' ikutan dijual...Selain fasilitas cafe yang cukup asoy, ditempat ini juga menjual sepeda yang didukung Rudi Bike. Beberapa sepeda dipajang di dinding maupun bagian atas cafe. Menurut Amien, sepeda-sepeda yang dipajang semuanya dijual.
“Sepeda itu dijual, jika ada yang berminat langsung bisa dibawa pulang,” imbuh pria kelahiran 13 Mei 1961 ini. Cafe menjual berbagai macam sepeda baik jenis MTB maupun folding 16 dan 20 inch.
Sepeda menjadi bagian penting dan selalu terpajang...Harga sepeda berkisar Rp 2 juta hingga Rp 40 juta. Rata-rata para biker yang telah malang melintang di dunia persepedaan kerap mencari sepeda seharga Rp 40 jutaan. Tak ayal, beberapa sepeda harga Rp 40 juta di cafe sudah terjual.
“Bila orang baru di dunia sepeda, biasanya mereka mencari yang harganya Rp 2 juta. Nah, kami mengakomodir itu dengan menjual sepeda dari harga Rp 2 juta,” ucap ayah satu anak ini bersemangat.
Sepeda dan tenda bike camping...Mengenai perlengkapan sepeda, cafe 69 bicycle club juga menyediakan. Dari baju, alat-alat sepeda dan celana sepeda. Bahkan, tenda untuk camping para biker juga ada. Amien berharap, cafe miliknya bisa ‘menulari’ orang yang belum bersepeda menjadi bersepeda. Demi terwujud impian itu, cafe pun terbuka bagi umum.
Disamping itu, cafe bisa disewa untuk keperluan ulangtahun, reuni, dan tempat bertemu para komunitas lain. Cafe buka dari pukul 10.00-20.00 WIB. “Kedepan, kita buka cafe dari PUKUL 07.00-23.00 WIB,” imbuh suami Mirawati ini meyakinkan.
Perlengkapan sepeda dan segala pernak-perniknya...Sementara, bagi salah satu anggota Sixty Niner Mirna Harahap, cafe tersebut bisa dijadikannya untuk tempat beristirahat kala terkena macet. “Kalau macet dijalan, bisa mampir dulu ke cafe ini,” tutur Mirna.
Markas Cafe 69 Bicycle Club..Mirna sendiri sudah dua kali ke cafe. Pertama, ketika cafe masih dalam pembangunan. Kedua saat grand launching yang memperlihatkan cafe benar-benar aman dan nyaman sebagai tempat kongkow. Apalagi, cafe difasilitasi lahan parkir kendaraan roda empat dan roda dua alias tempat parkir sepeda. Wow..mantrap!
|
Menu unggulan Cafe 69 Bicycle Club antara lain: Sate domba, Sop, Gulai, dan menu-menu lain seperti Sate ayam, Ayam goreng, bebek, dan lain-lain. |
Comments
RSS feed for comments to this post