Komunitas Fans Klub

SFC Hongkong, 'Obat' Rindu Kampung Halaman

Penilaian Pembaca: / 1
JelekBagus 

Safari Sidakaton

Jumat, 06 Januari 2012

Jauh di negeri orang membuat mereka bersatu, dan lewat lagu-lagu Rhoma yang fenomenal para buruh migran ini pun membentuk komunitas Soneta Fans Club Hongkong...

SFC Hongkong diresmikan, obat rindu kampung halaman/ Foto-foto: Dok.SFC Hongkong diresmikan, obat rindu kampung halaman/ Foto-foto: Dok.

Majalah Tempo edisi 30 Juni 1984 pernah menulis, penggemar Rhoma Irama dan Soneta tidak kurang dari 15 juta atau 10% penduduk Indonesia yang kala itu berjumlah 150 juta. Tak heran, majalah nasional itu menyebut "Tak ada jenis kesenian mutakhir yang memiliki lingkup sedemikian luas." Seiring berjalannya waktu, ternyata penggemar Rhoma Irama tidak hanya dari Indonesia saja.

Salah satunya adalah di negeri Hongkong. Para penggemar Rhoma Irama di negeri bekas koloni Inggris itu membentuk fans club dengan nama Soneta Fans Club Hongkong. Ini membuktikan kharisma 'Raja Dangdut Indonesia' tersebut tidak hanya untuk kalangan dalam negeri. Namun, di luar negeri pun ada penggemarnya dan tetap setia hingga saat ini.

SFC Hongkong dibentuk oleh lima perempuan yang tergabung dalam Buruh Migran Indonesia (BMI) pada tanggal 11 November 2011 di Lapangan Indonesia atau Victoria Park Hongkong. Lima perempuan tersebut adalah Fian Aryanty, Zahra Habiby, Tia Amelia, Risma Pesona Nada dan Ukhtiy Hanifah.  

Diresmikan sebagai wadah berkomunikasiDiresmikan sebagai wadah berkomunikasiSaat SFC Hongkong diresmikan pada tanggal 13 November 2011 yang juga bertempat di Lapangan Indonesia dihadiri oleh puluhan penggemar Rhoma Irama dan jajaran direksi Bank Indonesia cabang Hongkong.  

Untuk memudahkan para  anggota SFC Hongkong bisa berkomunikasi secara online, dibuat juga akun di Facebook dengan alamat http://www.facebook.com/groups/SonetaFansClubHongkong/. Jika awalnya anggota akun tersebut hanya beberapa orang. Seiring berjalannya waktu, saat ini anggota di akun tersebut telah mencapai 136 orang. Mereka kerap kopdar pada hari Minggu, yang merupakan libur nasional di Lapangan Indonesia Hongkong.

“Kita bentuk SFC Hongkong untuk mengobati kerinduan suasana kampung,” kata Fian Aryanty, Leader SFC Hongkong yang menghubungi TNOL via telepon internasional, Kamis (5/1) kemarin.

Foto dulu ya...!Foto dulu ya...!Fian menuturkan, mengobati kerinduan kampung halaman karena hampir sebagian besar buruh migran Indonesia yang berada di Hongkong sudah terbiasa mendengarkan lagu-lagu Rhoma Irama ketika masih di kampung halaman. Dengan mendengarkan lagu Rhoma Irama, maka mengingatkan orang tua yang menjadi penggemar berat Rhoma Irama.

“Mendengarkan lagu-lagu Rhoma Irama juga bisa mengatasi berbagai masalah yang sering dihadapi buruh migran. Apalagi lagu-lagu Rhoma Irama sangat komplet dari lagu perjuangan, musibah dan bahagia,” papar Fian yang telah 10 tahun berada di Hongkong ini.

Lagu-lagu Rhoma Irama, sambungnya, juga sarat dengan makna kehidupan. Banyak hal-hal yang selama ini tidak dipahaminya namun setelah mendengarkan lagu-lagu Rhoma Irama menjadi paham.  Sehingga hal-hal negatif yang selama ini dilakukannya lambat laun telah ditinggalkan. “Rhoma Irama itu seakan menjadi guru bagi kami,” jelasnya.

Ikut Arisan

Foto lagi ah...!Foto lagi ah...!Fian mengungkapkan, selain menyatukan para buruh migran Indonesia di Hongkong, adanya SFC Hongkong juga selalu memikirkan bagaimana memberikan sumbangan ke Indonesia. Oleh karena itu, bagi buruh migran Indonesia yang telah menjadi anggota SFC Hongkong wajib mengikuti arisan yang iurannya adalah HKD 100. Arisan tersebut dilakukan setiap kopdar di minggu ke IV tiap bulannya. 

“Bagi yang dapat arisan tidak bisa ditarik di sini, karena uangnya akan langsung ditransfer ke Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, dibentuknya SFC Hongkong juga untuk mengamankan karya-karya Rhoma Irama dari bajakan orang-orang India dan Pakistan. Tidak heran, dalam ajang kopdar selalu menjual karya-karya Rhoma Irama yang original seperti kaset atau CD. Setiap kopdar, anggota SFC Hongkong juga tidak hanya sekedar kumpul-kumpul dan senag-senang. Namun, lebih mengabadikan segala sesuatu yang berhubungan dengan Rhoma Irama.  

“Selain menjalankan visi misi SFC, kami juga ingin menjaga dan melestarikan karya-karya dan pemikiran Rhoma Irama,” paparnya.

Meski usianya baru seumur jagung, namun kegiatan SFC Hongkong sangat nyata. Selain menggelar peresmian wadah tersebut, SFC Hongkong juga telah menggelar tasyakuran ulang tahun Rhoma Irama ke- 65. Sementara kegiatan kedepannya, SFC Hongkong akan merencanakan membuat even lomba nyanyi lagu-lagu Soneta.  

“Tapi ini baru wacana, karena untuk melakukan hal itu sangatlah perlu waktu. Selain itu, urusan gedung atau tempat juga diperhitungkan,” tandasnya. (Sbh)

 
Share to Facebook Share to Twitter Email the article

Add comment


Security code
Refresh