Setiaku Sumsel ternyata punya makanan khas saat berlebaran, yaitu kue Delapan Jam dan Maksuba yang cukup lezat...
Setiaku Sumsel bersama ST 12/ Dok.
INDONESIA yang kaya akan budaya dan seni menyebabkan setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri. Begitupula ketika merayakan Idul Fitri, masing-masing daerah mempunyai makanan khas. Nah, saat perayaan Lebaran di Sumatera Selatan selalu tersaji kue Delapan Jam dan kue Maksuba.
Ternyata, kue-kue itu menjadi makanan kesukaan keluarga ketua komunitas Setiaku Sumatera Selatan, Muhammad Dhoifullah.
“Makanan favorit dikeluarga saya, biasanya sih kue Maksuba dan kue Delapan Jam. Kue khas orang-orang Palembang,” imbuh Dhoifullah kepada TNOL.
Logo Setiaku Sumsel/ Dok.Menurutnya, memang makanan khas Palembang yang terkenal adalah Pempek. Namun, saat hari raya semua makanan tersebut selalu ada di rumah-rumah orang Palembang. Penamaan kue Delapan Jam lantaran memasaknya membutuhkan waktu delapan jam.
Doifullah bersama Pepep ST 12/ Dok.Bahan utama berasal dari gula, margarine, susu, air dan delapan butir telur. Sementara kue Maksuba tidak berbeda jauh dengan kue Delapan Jam. Hanya yang membedakan, kue Maksuba dibuat berlapis-lapis sehingga bentuknya seperti kue lapis.
Dhoifullah sangat menyukai kue-kue tersebut. Sayang dia tidak bisa menikmatinya bersama anggota Setiaku Sumatera Selatan lainnya.
Mereka, kata Dhoifullah, layaknya penduduk Jakarta yang kerap mudik ke kampung halaman. Maklum, Palembang sebagai ibukota dari Sumatera Selatan berisikan berbagai macam orang dari daerah-daerah di Sumatera Selatan.
Plus, para perantau yang berasal dari berbagai wilayah di Nusantara. Alhasil, Setiaku Sumatera Selatan tidak menggelar open house.
“Setiaku di Palembang tidak mengadakan open house. Kebetulan rata-rata anggota Setiaku Palembang pada mudik semua,” papar pria yang menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi negeri di Palembang ini.
Kompak.../ Dok.Meski begitu tali silaturahmi mereka tetap terjalin melalui jejaring sosial, sms maupun telepon. Sebagai ganti tidak bertemu teman-teman Setiaku Sumatera Selatan, Dhoifullah silaturahmi ke sanak keluarga, tetangga dan sahabat.
"Suasanan Lebaran di Sumatera Selatan, terutama di Palembang lumayan ramai," terang Dhoifullah. Mengenai bagi-bagi angpau di Sumatera Selatan tak berbeda jauh dengan daerah lain. Yang lebih muda kerap mendapatkan salam tempel. Pemberian tergantung dari masing-masing orang. “Kalau orang miskin tidak mungkin bagi-bagi,” tuntasnya. (Sbh)
Comments
RSS feed for comments to this post