Foto : NopiyantiSAAT berlangsungnya Festival Onthel Cisadane (FOC) pada 20-21 November lalu, Pasar Klithikan onthel turut meramaikan.
Sakimin dengan gembok sepeda tempo dulu ( Foto : Nopiyanti) Pasar yang menjual berbagai pernak pernik Onthel bekas ini diminati pengunjung maupun peserta festival lantaran cukup lengkap barang dagangannya baik dari sparte part maupun sepeda onthel berbagai merek.
Rata-rata penjual berasal dari beberapa komunitas. Mereka menjual sepeda onthel yang dapat digunakan oleh orang dewasa dan anak-anak. Onthel anak-anak yang biasanya sulit dicari di sini bisa ditemukan. Tak heran, onthel anak banyak diminati.
Onthel-onthel ini lebih dominan buatan tahun 40-an. Menurut salah satu penjual on the, Joe Damanik, onthel buatan tahun tersebut masih bagus dan bisa digunakan. Ia sendiri membawa tiga dari sepuluh onthelnya. "Onthel yang saya jual tahun 40-an, mereknya Simplex dan Fongers," imbuh Joe kepada TNOL, Sabtu (21/11).
onderdil_sepedaKetiga onthel Joe, memiliki rem berbeda-beda. Satu buah onthel Simplex dan Fongers mempunyai rem torpedo dijual seharga Rp. 4 juta. Sementara satu onthel rem tromol dijual Rp. 6 juta. Joe memperoleh onthel itu dari mencari-cari di Yogya, Tegal, Cirebon Karawang dan Bekasi.
Joe Manik (Foto : Nopiyanti)Dalam memburu onthel, terkadang Joe hanya mendapat bagian-bagian tertentu. Kemudian, ia melengkapi dengan bagian-bagian lain. Sebagai pedagang onthel, Joe pernah menjual sampai Sumatera. Pria yang tergabung dalam Paguyuban Onthel Cikarang (POCI) ini menceritakan, dalam menjual othel harus penuh kesabaran lantaran memerlukan waktu lama.
Terakhir Joe menjual onthel saat Lebaran kemarin. "Sampai sekarang, onthel saya belum terjual," ucap Joe. Penyuka sepeda kuno ini pun tak ingin melewatkan kesempatan. Ketika FOC berlangsung, ia dan beberapa temannya dari POCI ikut berpartisipasi di pasar Klithikan. Di Pasar Klithikan biasanya penggemar sepeda kuno mencari peralatan onthel
seperti tas atau kunci sepeda tempo dulu.
Sang penjual, Sakimin melepas kunci dengan harga sekitar Rp. 60 ribu hingga 350 ribu. Sakimin juga menyediakan bel boncengan, gir dan jok onthel. Harga-harga ini cukup fantastis bahkan mencapai jutaan seperti untuk sebuah jok lama. Menurut Sakimin, barang-barang buatan tempo dulu umumnya awet sehingga ketika dijual kembali harganya tidak jatuh.
Pernak-Pernik Onthel ( Foto : Nopiyanti)Anggota Paguyuban Sepedah Antiq Karawang (PAJAK) ini sendiri menggeluti penjualan onderdil onthel sejak tiga tahun lalu. Tak heran, standnya cukup lengkap menjual peralatan onthel. Selain barang-barang bekas, di pasar Klithikan onthel terselip penjual serba batik. Tentu barang yang dijual bukan bekas, tapi masih baru dan anyar.
Penjual serba batik ini tak kalah ramai dengan penjual perlengkapan onthel. Maklum, ia menyediakan pakaian, kaos dan blankon batik. Pria maupun wanita tertarik membeli untuk sekedar oleh-oleh atau dikenakan saat menggowes onthel.
Comments
RSS feed for comments to this post