Markas SLCC terletak di Jalan Pekapuran No. 24 di daerah Cisalak, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Persisnya, di
'Kang Nanang, Ketua SLCC [ Foto : Iskandar Bakri ]samping Indomarco, gudang pendistribusian Indomart. Kalau dari Jalan raya Bogor, tepatnya setelah melewati jalan baru Juanda, Gas Alam. Bagi anggota komunitas atau tamu lain yang datang ke sini, tidak perlu cemas soal parkir, karena markas komunitas ini berada di areal lahan seluas hampir 4000 meter2. Yang menariknya, di depan markas ini ada kolam ikan atau empang, di mana Anda bisa mancing aneka ikan jika perut sudah keroncongan, buat lauk pauk. Bikin bumbu ikan bakar atau gorengnya bisa keroyokan. dimakannya bersama-sama.
Nama “Saung Layout Cisalak Community” memang belum lama berdiri. Sekitar empat tahun lalu. Namun, sebelum nama itu berkibar, akitivitas komunitas yang kebanyakan dari para profesi media massa sudah lama ada sejak tahun 2000.
Desain "The Oil Man" disukai kliennya. [ Foto : Iskandar Bakri ]Historisnya dinamakan Saung layout Cisalak Community? Menurut Nanang Suparna, Ketua Komunitas ini, yang biasa menyebut dirinya “Kang Layout” bermula dari dirinya yang berprofesi sebagai Desain grafis sering dikunjungi teman-teman lamanya dari kalangan wartawan, Publishing; penerbit berbagai buku untuk mendisain mulai dari majalah, Koran, tabloid, pamphlet, brosur, hingga mengkonsultani beberapa penerbitan media yang baru.
Karena komunitas ini lahir dari rasa pertemanan, persahabatan, maka seringkali mereka yang punya gagasan/ide proyek, membayar biaya desain di kemudian hari. Tidak seperti di tempat lain, ada barang ada uang. Atas dasar itu, pada akhirnya terbangun rasa kesadaran diri yang dalam di antara anggotanya. Soal harga pun bisa dibandingkan dengan tempat lain.
Anggota SLCC kini baru mencapai sekitar 150 orang, yang tersebar di berbagai instansi media, seperti media cetak Koran, majalah, EO, Penerbitan, para marketer, pelaku PR, desain grafis. “Jika ada anggota yang kebetulan di kantornya butuh mendisain media, biasanya mereka mempercayai nya di sini,” ungkap Nanang Suparna yang acapkali akrab dipanggil “Akang” oleh sahabat-sahabatnya.
Kang Nanang sendiri sebelum berkiprah di komunitas ini adalah ’alumnus’ desain grafis di beberapa media, di mana salah satunya adalah Majalah INFOBANK. Aktivitas mendesainnya dimulai ketika masih manual. Beberapa buku yang pernah ditanganinya di antaranya adalah; Perkara H.M.Soeharto, Bank Indonesia Menuju Independensi Bank Sentral, Andi Mattalata; Meniti Siri’ dan Harga Diri, The Oil Man, Kita Juga Bisa ; Kisah & Pengalaman Jhon S. Karamoy , Layang-Layang Indonesia, Elang Dan Pejuang Tanah Air; Biografi Marsekal (Purn) Roesmin Nurjadin, Jenderal Rudini; Jejak langkah sang Perwira, Semua Karena Kuasa & Kasihnya; Biografi Widodo Bidudarmo, Jembatan Kebangsaan; Biografi Politik taufiq Kiemas, Geger Doorstoot, Perjuangan rakyat temanggung 1945-1950, Tianshi; Mendobrak Kebohongan MLM, Menembus Fakta; Jurnalisme Investigasi Panda Nababan ( Otobiografi 30 Tahun Seorang Wartawan), Loyalitas Tanpa Pamrih (Biografi Marsekal (Purn) Ashadi Tjahjadi), Sabam Sirait “Meniti Demokrasi Indonesia”, Batubara, Panduan Bisnis PT Bukit Asam (Persero), Tbk. , Lolos dari Maut Tsunami”, Mereka Yang Berani Menantang resiko”, Tanpa Rakyat Pemimpin Tak Berarti Apa-Apa; Jejak Langkah 60 Tahun Taufik Kiemas, dan lain-lainnya.
Sekretariat SLCC ; yang punya bakat grafis bisa belajar di sini [ Foto : Iskandar Bakri ]Sedangkan beberapa majalahyang pernah digarapnya antara lain : Majalah InfoBank, Trans Media (Dephub), Majalah Ikatan Sekretaris Indonesia (ISI), Media Bankir, Garuda Indonesia Eksekutif Credit Card, Majalah Jambrud Khatulistiwa, Media Bukopin, TELSET (Telkom), Majalah Property Review, Wawasan ( PT. Tempo Scan Pasifik), Majalah Otonomi Daerah, Tabloid Bogor Kita, dll.
Kalau Anda kebetulan baca buku,di balik sampulnya tertulis “Layout/tataletak oleh Adam’s Creative, itu pasti hasil kreatif desain grafisnya Kang Nanang. Sejak awal mendirikan usaha, Kang Nanang memang menamakan dengan “Adam’s Creative”. Sedangkan Saung layout Cisalak Community adalah wadah bagi komunitasnya.
Bagi Anda yang kebetulan punya problem mau mendesain buku, brosur, leaflet, atau media cetak, nggak ada salahnya nyoba di Kang Nanang. Karena, di sana Anda bukan hanya sekedar mendisain, lebih dari itu, Anda bakal punya relasi yang luas. Lho, kok begitu? Iya, karena Di komunitas ini Anda bisa bertemu dengan berbagai ragam profesi. Di komunitas ini selain anggotanya dari kalangan berbagai pofesi di media, juga bisa ketemu mantan-mantan aktivitis yang di era kepemimpinan Soeharto seringkali mengadakan unjuk rasa. Kang Nanang sendiri adalah juga salah seorang yang berkecimpung di LSM Pijar ketika masih kuliah di Unas, Jakarta.
Pada umumnya, setiap anggota Saung Layout Cisalak Community ini sudah mandiri dan memiliki aktivitas/ usaha masing-masing. Namun ada juga yang masih berkecimpung di redaksi media. “Di sini, kita saling berbagi pengetahuan dan menolong anggota yang punya kesulitan di bidang media. Kadang, kita juga seringkali diminta mengkonsultani masalah-masalah politik untuk dijadikan input oleh anggota DPR. Di bidang politik, banyak teman-teman kita yang ikut bertarung saat berlangsungnya reformasi, katakanlah Almarhum Nuku Sulaiman, mantan aktifis dari PIJAR yang pernah di penjara di jaman Soeharto. Jadi, sesungguhnya aktivtias di Saung ini tidak terbatas pada urusan media saja,” ujar Tio, yang kini jadi Bendahara SLCC, yang juga alumnus UNAS.
di sini bisa mancing dan bakar ikan bersama [ Foto : Iskandar Bakri ] Selain sebagai konsultan desain grafis, Si Akang seringkali mencomot lulusan SLTA yang punya bakat dan kemauan untuk belajar desain. Beberapa remaja yang dulu dididiknya kini sudah banyak yang mandiri. Ada yang sudah menjadi creative director di beberapa penerbitan. “Uang memang penting, tapi bukan segala-galanya. Untuk berbagi ilmu kepada generasi muda adalah hal yang kami utamakan. Jadi walaupun mereka tidak punya uang, kami siap memberikan pelajaran asalkan mereka bersungguh-sungguh belajar, “ kata Kang Nanang yang kini tengah menggarap buku profil Bengawanship Bank Indonesia bersama Noerca M. Massardi.
Trijon, Sekretaris Saung Layout Cisalak Community yang kebetulan hadir juga memberikan pendapatnya, bahwa komunitas ini terbuka bagi siapa saja. “Karena tujuan dibentuknya komunitas ini adalah untuk saling kenal mengenal dan mempererat hubungan sesama anggotanya. Bila ada anggotanya ada yang mengalami kesulitan di dibidang tertentu, pastilah kita membantu selama memang kita bisa membantunya,” ujar Trijon yang hingga saat ini masih berkecimpung di salah satu media umum.
Nama Petrus Barus di komunitas ini adalah juga orang yang tak asing lagi keberadaannya. Petrus yang pernah menggagas buku “Menembus Rimba Hukum” ( anggota DPR Gayus Lumbun), memberikan komentarnya pula, “ Untuk mencapai sesuatu yang kita cita-cita, kita perlu masukan dari teman-teman yang berbeda profesi. Nah, di sinilah tempatnya kita ber-sharing agar dalam membidik proyek menjadi tepat sasaran!”
Saung layout Cisalak Community pun mengajak kepada siapa saja untuk bergabung di dalam. Walaupun belum tentu sama dalam pandangan, misi dan visinya, itu adalah soal lain. Manusia diciptakan Tuhan memang berbeda segi pandangnya, alam pikirannya. Dan itulah yang sesungguhnya bisa memperkaya khazanah berpikir setiap insan yang berorientasi keilmuan. Bravo!