Dianggap fenomenal dari segi jumlah dan acara, reuni akbar SMA se-Jakarta angkatan 1986 inipun diganjar rekor MURI...
Fadhil Indra menunjukkan penghargaan dari MURI kepada peserta/ Foto-foto: Nopi TNOL
Reuni akbar SMA angkatan 1986 yang bertajuk Silver Forever di Tribeca Park, Central Park pada 28 Mei kemarin berbuah manis. Karena, mereka behasil mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).
Tak tanggung-tanggung gelaran ini meraih dua penghargaan sekaligus, yakni 'Reuni Terbesar' yang dihadiri ratusan sekolah dan 'Flash Mob' yang diikuti ribuan orang.
Penghargaan diberikan oleh perwakilan MURI Awan Rahardjo kepada ketua panitia Fadhil Indra. “Silver Forever mendapat dua penghargaan di kategori 'Flash Mob' dan 'Reuni',” ucap Awan di hadapan peserta.
Logo-logo sekolah...Menurutnya, Silver Forever berhak meraih rekor MURI karena berhasil mendatangkan 134 sekolah lulusan 1986. Sementara di kategori Flash Mob, mereka sukses mengajak 3035 orang. “Ini memang jauh dari yang ditargetkan sebesar 3.300 orang, tapi berhasil melampaui Flash Mob sebelumnya yang diiikuti 3019 orang. Dengan demikian, sudah bisa dikatakan memecahkan rekor,” jelas Awan.
Mendengar keputusan tersebut, lulusan angkatan 1986 yang memenuhi area Tribeca Park meluapkan kegembiraan. Maklum, mereka sudah beberapa kali melakukan gerakan Flash Mob. Mereka menjalankannya dengan semangat di bawah bimbingan 14 orang instruktur yang tersebar dari depan hingga belakang panggung.
Usia pun tak menjadi halangan bagi jebolan 1986 ini untuk melakukan gerakan. Apalagi, mereka melakukannya bersama teman-teman waktu di SD, SMP, SMA dan kuliah.
Ribuan peserta reuni padati lokasi, pecahkan rekor MURI...“Ini bisa menjadi nostalgia kita, karena gerakannya tidak asing,” imbuh Rini dari SMA BPSK. Hal sama diutarakan alumni SMA 3 angkatan 1986, Erry Bisma. “Gerakannya enak, karena kita bisa keringatan. Kita juga senang lantaran bisa ketemu teman semasa SD, SMP, SMA dan kuliah,” ucap Erry.
Menurut Erry, melakukan gerakan Flash Mob sudah diberitahu pihak panitia. Namun, ia tidak menyiapkan waktu khusus untuk melatih gerakan tersebut. Ia hanya melakukan secara spontan di bawah arahan instruktur saat Flash Mob berlangsung.
Erry datang bersama teman-teman SMA nya sekitar 170 orang. Erry pun bangga menjadi bagian dari angkatan 1986 yang turut memecahkan rekor MURI. “Ini pertama kali dilakukan, saya bangga menjadi bagian dari kegiatan aksi ini,” ucapnya.
Hingga larut malam tetep semangat...Sebelum pengumuman pemecahan rekor sendiri, telah dilakukan pendataan. Semua terdata secara digital, dimana peserta reuni wajib registrasi di tempat. Kemudian mereka menandatangi spanduk bertuliskan Surat Tanda Tamat Belajar (STTB).
Mereka juga bisa memanfaatkan beberapa tenant untuk foto bersama. Kesempatan ini, dimanfaatkan dengan baik untuk sekedar mengabadikan diri bersama teman-teman sewaktu SMA. Mereka juga dihibur oleh sesama angkatan 1986. Bahkan, SMA 70 tampil dengan kelompok musiknya.
Ada juga, gabungan dari beberapa SMA mengisi acara baik musik maupun hiburan lain seperti tarian Belly Dance atau tari perut. Berhubung tarian perut identik dengan perempuan, pria yang ikut serta menari harus rela berdandan layaknya wanita.
Menonton film Sersan Prambors, 'Anunya Kamu'..Goyangan mereka tak kalah bagus dari perempuan, bahkan paling heboh. Tak ayal mengundang tawa penonton di sekitar panggung. Panggung sendiri, mereka konsep seperti era 1986 dengan mencantumkan nama-nama acara top di era '80-an. Semisal Panggung Aneka Ria Safari di panggung besar dan di panggung kecil bertuliskan Panggung Terbuka Taman Ismail Marzuki.
Mereka juga menghadirkan bioskop Megaria. Di bisokop ini, peserta bisa menyaksikan film yang jaya di eranya. Mulai dari Catatan Si Boy dan Anunya Kamu dari Sersan Prambors. Film diputar oleh Saluran Film Indonesia atau SFI. (Sbh)