Kenangan dan kebersamaan semasa SMA membuat mereka untuk kembali bertemu dan saling berbagi pengalaman...
Foto bersama teman semasa SMA/ Foto-foto: Nopi TNOL
TAK hanya perkawinan saja yang bisa mencapai usia perak. Lamanya kelulusan dari sekolah menengah atas (SMA) pun bisa dirasakan. Bahkan, dirayakan secara bersama-sama. Seolah, ada memori yang tersimpan, sehingga terasa pas melakukan reuni secara akbar.
Itulah yang dilakukan SMA se-Jakarta angkatan 1986 yang menggelar Silver Forever 1986 bertajuk 'Big Generation 1986' di Tribeca Park, Central Park Jakarta, 28 Mei kemarin.
“Ini sebagai bentuk rasa syukur kami yang telah memasuki tahun kelulusan perak,” ujar Ketua Panitia Fadhil Indra, kepada TNOL.
Fadhil Indra, Ketua PanitiaMenurutnya, 25 tahun kelulusan mereka dari sekolah, masing-masing alumni pasti telah meraih kesuksesan serta memiliki sumbangsih terhadap negara.
Nah, keberhasilan dan kesuksesan itu, perlu di-share kepada orang lain. Ditambah lagi, mereka ingin menjalin silaturahmi terhadap sesama lulusan 1986 baik dari sekolah swasta maupun negeri di Jakarta. Ide muncul ketika Fadhil ingin melakukan reuni sekolah.
Jebolan SMA Sumbangsih di Setiabudi ini pun mengumpulkan sahabat-sahabatnya semasa sekolah. Darisanalah membawa Fadhil mencetuskan untuk melaksanakan reuni angkatan 1986. Berbagai cara mereka tempuh agar bisa mewujudkannya.
Untuk mengumpulkan angkatan 1986, mereka hanya mengandalkan jejaring sosial. Mereka membuat group Silver Forever 1986. Tak dinyana, mendapat respon dari berbagai lulusan SMA angkatan 1986. Group memiliki member sekitar 1.200 orang lebih.
Menikmati hiburan dengan sesama angkatanBerbekal data itu, Fadhil bersama teman-temannya memberanikan diri menggelar reuni akbar pada 28 Mei. Tercatat 167 sekolah SMA atau sederajat yang memberikan respon untuk menghadiri acara. Dari 167 sekolah, mereka menargetkan 108 sekolah bisa datang ke reuni akbar.
“Kami menargetkan 3300 orang di acara ini,” ucap Fadhil. Setelah reuni berjalan, Fadhil pun membentuk komunitas Silver Forever. “Bisa dikatakan 28 Mei hari lahirnya komunitas Silver Forever,” ucapnya.
Melalui komunitas itu, mereka sepakat ingin melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi anak bangsa seperti care terhadap pendidikan dan go green. Bagi yang mau bergabung dengan komunitas Silver Forever, Fadhil tidak menetapkan syarat berat. Cukup lulus tahun 1986 sudah bisa menjadi anggota. Daftar bisa melalui jejaring sosial mereka atau di sekretariat mereka yang terletak di Coffee and Co, Jalan Wijaya 9 No. 4A, Kebayoran.
Baju seragam
Alumni SMA 13 Jakut, 'pede' pakai seragamMeski reuni akbar angkatan 1986 memiliki kostum tersendiri, namun ada beberapa peserta yang menggunakan baju seragam sekolah SMA sebelum masuk area. Mereka berasal dari SMA 13 Jakarta Utara. Mereka adalah Rini, Noviana, Christin, Jeane, Diah Metri U, Tutiek, Benyamin, Fanny, Eka, Aslina, Ratna, Muklis, Hadi, Ingkan dan Dwi.
Ribuan alumni '86 padati area...Dengan penuh percaya diri, mereka memasuki kawasan Central Park seperti ke masa-masa remaja. “Pakai baju ini berasa muda lagi,” ucap Jeane bersama teman-temannya.
Menurut Jeane, mereka memang sengaja memakai seragam putih abu-abu menuju lokasi. Dengan memakai seragam mengingatkan mereka pada usia remaja. Terlebih mereka semua jarang bertemu sehingga momen tersebut menjadi ajang nostalgia. Sampai-sampai, teman mereka dari Manado, Fanny rela meluangkan waktu datang ke Jakarta demi bertemu sahabat-sahabatnya.
Spanduk yang telah ditandatangani...Fanny menyatakan, saat di SMA ia tidak terlalu percaya diri memakai kacamata hitam. Adanya, reuni akbar membuatnya tampil percaya diri menggunakan kacamata hitam dengan seragam sekolah. Mereka pun saling berbagi cerita mengenai masa-masa terindah di sekolah.
Bagi mereka, tahun 1986 tidak mengenal tawuran. Tak heran, masing-masing mempunyai prestasi di sekolah. “Kita-kita di sini juara kelas,” kenang Christin sembari tersenyum. (Sbh)