Foto: Firmansyah/tnolPENDIDIKAN merupakan pembelajaran baik tak cuma meningkatkan wawasan intelektual serta budi pekerti tapi juga membentuk karakter bangsa. Dan, melalui pendidikan ditempa nilai-nilai moral, religius, peradaban serta kebudayaan manusia.
Selaras dengan itulah meningkatkan kualitas pendidikan menjadi tujuan dan dambaan setiap orang tua, guru, maupun pihak berkepentingan lainnya. Seperti halnya di Sekolah Asisi, Jakarta yang selalu mengedepankan mutu atau kualitas pendidikan agar murid mendapat pelajaran dan ilmu terbaik. Tentunya, sebagai bekal mengarungi kehidupan siswa-siswinya di masa mendatang.
Foto: Firmansyah/tnolAgaknya dengan berlatarbelakang itulah, Minggu (24/1), sekolah mantan Presiden As Barrack Obama ini mendeklarasikan terbentuknya Komunitas Asisi. Tujuannya untuk menyatukan langkah dan strategi para pemangku kepentingan (stakeholder) guna peningkatan kualitas pendidikan di sekolah yang berdiri sejak 1967 tersebut.
Stakeholder yang dimaksud disini antara lain para alumnus, staf pengajar sekolah, orang tua murid, masyarakat serta pihak-pihak bisnis yang peduli terhadap pendidikan.
Foto: Firmansyah/tnol"Komunitas Asisi ini menjadikan sekolah sebagai pusat perbaikan kualitas pendidikan," ujar Amirah, Kepala Sekolah Dasar Asisi di Jakarta. Maksudnya, dengan terbentuknya komunitas pihak sekolah bisa bekerjasama dengan para alumni yang punya konsen terhadap perkembangan pendidikan almamaternya.
Deklarasi komunitas ini juga bersamaan dengan deklarasi Asisi Go Green School atau program kegiatan yang memadukan kegiatan cinta lingkungan, temu reuni alumnus, dengan pagelaran produk siswa serta pertunjukan seni. Acara ini akan di gelar sekaligus dalam satu kesempatan Open House yang ditargetkan dihadiri 5000 pengunjung.
Foto: Firmansyah/tnol"Kita akan terus bekerjasama dengan dengan para alumni. Para alumni tersebut pastinya datang dari ilmu dan pengalaman yang berbeda. Dengan adanya komunitas seperti ini maka para alumni bisa membagi cerita sukses mereka pada adik-adiknya sehingga bisa dijadikan inspirasi bagi mereka," kata Yustina.
Foto: Firmansyah/tnolSelain itu, rencananya, kegiatan lainnya adalah menggelar pasar anak-anak. Di sini produk dan pembelinya adalah para siswa. Dengan ini bisa menciptakan sistem ekonomi serta menumbuhkan jiwa entrepreneurship kepada siswa agar kelak tercipta mindset bagaimana menciptakan perusahaan sendiri.
"Ketika si anak harus memikirkan apa yang ia beli dalam pasar anak itu, disitulah keterampilan matematika diasah. Kemudian jika mereka pergi kepasar maka mereka tengah belajar bersosialisais dengan pedagang pasar, bahkan jika produk yang dijual mendapatkan keuntungan secara nilai, maka tentunya akan menumbuhkan jiwa wirausaha antar mereka," tutup Yusnina.