Komunitas Alumni

D'masiv Lelang Gitar, Perak 86 Kumpulkan Puluhan Juta

Penilaian Pembaca: / 1
JelekBagus 

Nopiyanti

Jumat, 23 Desember 2011

Malam penggalangan dana yang diselenggarakan komunitas Perak 86 dalam 'Charity Night' bertajuk 'Don't Turn Your Back On AIDS' berhasil mengumpulkan dana puluhan juta. Menariknya, acara lelang gitar dan blazer D'Masiv juga tak luput dari serbuan pembeli...

Pemenang lelang gitar bersama Rian D'Masiv/ Foto-foto: Nopi TNOLPemenang lelang gitar bersama Rian D'Masiv/ Foto-foto: Nopi TNOLDana diperoleh dari penjulan tiket masuk, hasil lelang gitar dan blazer kepunyaan vokalis D’Masiv, serta sumbangan secara sukarela dari para peserta maupun donatur. Nantinya dana akan disumbangkan kepada para penderita HIV/AIDS.

Acara dibuka oleh presentasi aktivis AIDS, Baby Jim Aditya. Ia menerangkan berbagai hal tentang AIDS. Demi memberikan informasi mendalam serta mendukung pemaparan Baby Jim Aditya, panitia menghadirkan pula beberapa penderita AIDS. Melalui acara itu, mereka sharing kepada para peserta Charity Night.

Charity Night sendiri terbuka bagi kalangan umum yang ingin turut berpartisipasi dalam membantu para penderita HIV/AIDS.

Suasana 'charity night'Suasana 'charity night'Usai pemaparan acara beralih ke hiburan, dibagian ini panitia menampilkan D’Masiv dan Fariz RM. Keduanya adalah artis yang populer di era masing-masing. Fariz terkenal di tahun '80-an, sedangkan D’Masiv terkenal dimasa sekarang. Keduanya menyedot perhatian peserta Charity Night. Terlebih, lagu-lagu yang mereka bawakan tak asing di telinga.

D’Masiv menyanyikan empat lagu dan Fariz RM tiga lagu. Acara didapuk oleh Teddy Rachmad dan Anya Dwinov. D’Masiv tampil terlebih dahulu, mereka langsung melantunkan lagu-lagu pamungkasnya. Setelah tiga lagu, barulah acara lelang digulirkan. Rian yang menggunakan blazer abu-abu segera mencopot serta memperlihatkan kepada peserta. Harga blazer dibuka dengan harga Rp 500 ribu; sebagai pembawa acara Tedy Rachmad dan Anya Dwinov berusaha menaikkan harga.

Mereka berkeliling di seputar area untuk menemukan siapa yang berminat menawar blazer lebih tinggi dari harga tersebut. Antusias peserta sangat luar biasa, karena mereka hadir tak hanya sendiri. Melainkan, membawa serta buah hatinya sehingga anak-anak mereka turut andil dalam penawaran. Maklum, nama D’ Masiv cukup familir di telinga remaja. Nah, anak-anak yang masih remaja ini pun ingin memiliki blazer kepunyaan Rian D’ Masiv.

Rian D'Masiv menyerahkan blazer kepada pemenang lelangRian D'Masiv menyerahkan blazer kepada pemenang lelangTak ayal harga blazer terus merangkak naik, penawaran berakhir di angka Rp 2 juta. Blazer dimenangkan oleh seorang bapak yang ingin memberikan hadiah kepada anak perempuannya. Menurut Rian, blazer yang dilelang memiliki kenangan berarti lantaran sudah satu tahun selalu ia kenakan.

“Itu blazer kesayangan saya, atas saran dari teman-teman D’Masiv blazer saya lelang,” jelas Rian.

Setelah blazer, D’Masiv melelang gitar. Gitar tersebut sangat istimewa bagi band berisikan Rian Ekky Pradipta (vokal), Dwiki Aditya Marsall (gitaris), Nurul Damar Ramadan (gitaris), Rayyi Kurniawan Iskandar Dinata (bass) dan Wahyu Piadji (drum) ini. Sebab, gitar itu selalu mereka gunakan untuk membuat lagu di basecamp.

 “Memang harganya tidak seberapa, tapi kami biasa buat lagu pakai gitar tersebut,” ucap Nurul Damar Ramadan (Rama), sang gitaris.

Gitar yang mereka lelang semakin istimewa lantaran dibubuhi tandatangan seluruh personil D’Masive. Plus tandatangan band satu label mereka seperti Nidji, Geisha dan Viera.

Perak 86 foto bersamaPerak 86 foto bersamaGitar dibuka dengan harga Rp 1 juta, ini pun sangat menarik perhatian peserta lelang. Mereka saling melakukan penawaran tinggi agar bisa memiliki. Teman-teman penawar pun, kerap 'mengompori' agar melakukan penawaran lebih tinggi. Setelah beberapa kali ditawar, gitar laku seharga Rp 10 juta.

D’Masiv menutup penampilan dengan membawakan lagu Jangan Menyerah. Menurut Rian, sejak mereka mengeluarkan single Jangan Menyerah, fans mereka bukan hanya dari kalangan remaja. Melainkan dari berbagai kalangan, baik ibu-ibu, dewasa maupun anak-anak. Tak ayal setiap kali manggung, D’ Masiv selalu menyanyikan lagu tersebut.

Jangan Menyerah pun menjadi lagu wajib bagi mereka lantaran banyaknya permintaan untuk mendendangkannya. Sampai-sampai saat artis lain berkunjung ke rumah sakit kanker, anak-anak banyak yang meminta dinyanyikan.

Anya Dwinov membawakan acara lelangAnya Dwinov membawakan acara lelang “Ketika saya berkunjung ke RS Dharmais, saya mendengar cerita mereka Ungu dan Afgan datang. Tapi mereka minta dinyanyikan lagu Jangan Menyerah,” terang Rian.

Banyaknya permintaan, tak membuat D’Masiv bosan menyanyikannya. Justru, mereka merasa bahagia lagu Jangan Menyerah bisa bermanfaat bagi orang lain.

Disamping itu, bisa menjadi penyemangat mereka sendiri. Setelah penampilan D’Masiv, acara disambung stand up comedy dan penampilan Fariz RM. Stand up comedy sangat menghibur peserta karena menyajikan humur-humor lucu yang menggelitik. Begitu pula dengan Fariz RM yang membawakan lagu dari album lama dan terbarunya. (Sbh)

 
Share to Facebook Share to Twitter Email the article

Add comment


Security code
Refresh