Komunitas Alumni

Peduli AIDS, Perak 86 Hadirkan Fariz RM dan D'Masive

Penilaian Pembaca: / 0
JelekBagus 

Nopiyanti

Selasa, 20 Desember 2011

Komunitas yang berisikan lulusan sekolah menengah atas tahun 1986 yang tergabung dalam Perak 86 menggelar 'Charity Night' bertajuk 'Don't Turn Your Back On AIDS'...

Perak 86 foto bersama/ Foto-foto: Nopi TNOLPerak 86 foto bersama/ Foto-foto: Nopi TNOLKegiatan itu bertujuan menggalang dana demi membantu pengobatan bagi para penderita HIV/AIDS pada 22 Desember nanti di Mercantile Atheletic Club, Gedung WTC lantai 18. Kejutannya, mereka menghadirkan Fariz RM dan band D'Masive.

"Kami memilih Fariz RM karena dia adalah artis ngetop di zaman kami, sementara D'Masive band populer di kalangan remaja saat ini," ujar Marketing & Promosi Charity Night, Ari Susanto kepada TNOL di Coffee & Co, Jalan Wijaya IX No. 4a, Senin (19/12) kemarin.

Baik D'Masive maupun Fariz RM akan membawakan lagu hits mereka. "Kalau D'Masive pasti akan menyanyikan lagu 'kebangsaannya', Jangan Menyerah. Lagunya sesuai dengan tema yang kita usung," tutur Ari.

Untuk tiket masuk mereka mengenakan biaya sebesar Rp 350 ribu. Nah bagi Anda yang berminat, bisa menghubungi Ais di 081585864215 atau Efi di 02132909718.

Malam penggalangan dana sendiri dilakukan sekaligus memperingati Hari AIDS sedunia yang jatuh pada 1 Desember kemarin. Berhubung lokasi berlangsung di dalam gedung, mereka mengonsep acara layaknya makan malam. Lalu, ada sesi sharing yang disampaikan oleh aktivis AIDS, Baby Jim Aditya.

Baby akan menerangkan bagaimana statistik penyebaran AIDS dan berapa besar lajunya. "Melalui itu, kami ingin mengingatkan serta memberi awareness kepada audience mengenai AIDS. Disambung acara hiburan," terang Ketua Panitia Charity Night, Steve Maail.

Ari Santoso, Baby Jim Aditya, Steve MaailAri Santoso, Baby Jim Aditya, Steve MaailHiburan tak hanya berisikan nyanyi-nyanyi semata, melainkan para pengisi acara ikut menyumbangkan benda kesayangannya. D'Masive akan melelang gitar dan jaket mereka.

Bagi Baby Jim Aditya, tindakan yang dilakukan komunitas Perak 86 sangat bagus lantaran mereka bukan aktivis, tapi mau menyelenggarakan acara tersebut. "Semoga menjadi langkah panjang ke depan dan memberi inspirasi komunitas lain untuk lebih peduli," ucap Baby.

Menurut Baby, berdasarkan data September 2011 ada 27 ribu kasus HIV/AIDS yang terlaporkan. "Yang belum terlaporkan bisa sepuluh kalinya," imbuhnya.

Mereka yang terkena kasus berasal dari berbagai usia. Usia 15-19 tahun 3%, 20-29 tahun 46%, 29-39 tahun 32% dan 40-49 tahun 10%. Profesi terbanyak mengalami kasus HIV/AIDS adalah ibu rumah tangga. Mereka tertular melalui suami yang sering ‘jajan seks.’ Sementara anak-anak remaja lebih sering tertular lewat jarum suntik narkoba.

Maklum, jarum suntik tidak hanya digunakan satu sampai dua orang saja. Melainkan bisa sepuluh kali gonta-ganti orang. Nah, melihat kondisi seperti itu komunitas Perak 86 berinisiatif melakukan penyuluhan tentang AIDS ke sekolah-sekolah.

"Karena potret saat ini, laju penyebaran bukan perilaku seksual saja tapi narkoba. Kami dari Perak 86 mau membantu bagaimana menekan atau memperlambat pertumbuhan penyakit AIDS itu," terang Steve Maail.

Penyuluhan mereka awali dari sekolah-sekolah anggota komunitas Perak 86 yang terdiri dari 150 sekolah menengah atas baik swasta maupun negeri di Jakarta. Namun, tidak menutup kemungkinan penyuluhan mereka berikan kepada sekolah di luar Jakarta.

Nantinya mereka akan menghadirkan narasumber yang sesuai. Bahkan, jika perlu menghadirkan penderita agar bisa sharing mengenai hal tersebut. (Sbh)

 
Share to Facebook Share to Twitter Email the article

Add comment


Security code
Refresh