Ada awal, ada akhir dalam setiap episode kehidupan, dan itulah yang harus dialami oleh Panitia Reuni Mutiara 381 di mana secara resmi dibubarkan...
Teman-teman 381 dalam keakraban/ Foto: Adji SoedibjoSetelah menuai sukses menyelenggarakan Reuni Mutiara angkatan '81 SMA Negeri 3 Jakarta di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta pada tanggal 26 November lalu, maka acara pembubaran panitia pun dilangsungkan di D Lounge XXI, Plaza Senayan, Jakarta pada hari Jumat, 16 Desember yang lalu.
TNOL memenuhi undangan Ketua Umum Pengurus Alumni Angkatan '81, Ardiman Djasman pada Jumat malam tersebut dan menjadi saksi kehadiran semua anggota panitia ajang reuni tersebut bersama beberapa personil Pengurus Alumni Angkatan '81 atau yang dikenal sebagai Pengurus Alumni 381.
Suasana malam itu memang penuh kehangatan di mana mereka yang mengaku sebagai 381 saling berbagi cerita, canda dan tawa sambil menikmati minuman dan hidangan sesuai pilihan masing-masing. TNOL sempat menemui Ketua Panitia Reuni Mutiara 381, Renaldy Freyer Hawadi, atau yang biasa dipanggil dengan sebutan Ade. Mengawali keterangannya kepada TNOL, Ade berujar, "Kami terlebih dahulu membentuk Pengurus Alumni 381 sekitar lebih dari setahun yang silam, dan terpilihlah Ardiman Djasman sebagai Ketua Umum, Nicko Poerwitriarto sebagai Ketua I, Desyanto sebagai Ketua II, Larry Muharam sebagai Sekretaris Jenderal dan posisi Bendahara dipercayakan kepada Dian Agustiani."
Band '50-50' sedang membawakan lagu 'The Long and Winding Road'/ Foto: Adji Soedibjo
Ade kemudian menambahkan, "Setelah itu kami sepakat untuk membentuk kepanitiaan dan saya terpilih menjadi Ketua-nya sedangkan Wakil Ketua adalah Joni Silitonga. Dengan adanya panitia Reuni Akbar Mutiara 381, kamipun bekerja dengan segenap sumber daya yang ada dalam angkatan kami hingga terselenggaranya acara puncak di Hotel Ritz Carlton itu."
Ketika TNOL menanyakan lebih lanjut apa-apa saja yang dilakukan menjelang hari H-nya, Ade dengan sabar merespon, "Banyak sekali kegiatan yang kami lakukan, misalnya saja beberapa acara pengajian bahkan sempat menghadirkan Aa Gym. Lalu pernah ada konser Genesis bersama Cockpit Band yang diadakan pada tanggal 13 Mei lalu di Pendopo, Kemang, Jakarta Selatan. Kami jual tiket untuk umum dengan harga Rp 125 ribu per tiket."
"Persiapan kami praktis hanya 4 bulan saja dan kami mencari dana dengan cara mengetuk hati para donatur. Kami memang tidak ingin membebani biaya acara besar ini kepada setiap alumnus 381. Secara keseluruhan kami berhasil mengumpulkan Rp 350 juta," imbuh Ade.
Ramai-ramai 'narsis'/ Foto: Adji SoedibjoPanitia Reuni Mutiara 381 menyantap hidangan makan malam sambil menikmati band '50-50' yang terus menerus melantunkan lagu-lagu dari The Beatles, Bee Gees dan masih banyak lagi tembang-tembang lawas yang memang pas untuk telinga mereka, karena memang teman-teman 381 ini sangat akrab dengan kelompok-kelompok musik kondang itu. Kemudian tibalah acara pertanggung-jawaban panitia yang diketuai oleh Ade ini, di mana ia menyerahkan laporan keuangan yang sudah diaudit oleh akuntan publik kepada Ardiman Djasman, Ketua Umum Pengurus Alumni 381. Ade menerangkan bahwa kas panitia masih menyisakan Rp 50 juta yang kemudian diserahkan kepada Pengurus Alumni 381 agar dapat digunakan untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya.
Nah, setelah itu giliran Ardiman sebagai Ketua Umum Pengurus Alumni 381 memberikan piagam penghargaan kepada masing-masing anggota panitia reuni dan ia sempat memberikan komentar, "Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh anggota panitia reuni 381 atas kerja keras mereka selama ini. Saya merasa bangga atas kebersamaan yang terjalin diantara kita, meskipun kami datang dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi." Seperti lazimnya acara-acara reuni, teman-teman 381 yang hadir malam itu saling bergantian ingin diabadikan atau difoto lengkap dengan segala tingkah dan gaya mereka masing-masing. Beberapa diantara mereka juga tampak berdansa manakala ada lagu-lagu yang berirama cepat seperti Stayin' Alive dari Bee Gees misalnya. Akhirnya waktu untuk berpisahpun tiba bersamaan dengan selesainya penampilan band '50-50' yang malam itu menghibur teman-teman 381 dan para tamu yang hadir. Sampai jumpa di acara 381 selanjutnya! Jaya-jayalah SMA 3, untuk selama-lamanya...
Frank Turangan berpose dengan piagam penghargaan/ Foto: Adji Soedibjo