Mau tahu seperti apa komunitas DERIC beraktivitas dan merawat ular-ularnya, datang aja ke rumah Teguh. Di sana puluhan ular bisa ditemui dan diamati secara langsung....
Teguh dan ular Python jumbonya/ Foto-foto: Safari TNOL
RUMAH bergaya minimalis dengan cat warna krem gading ini selalu ramai setiap harinya. Bahkan, pada hari-hari tertentu rumah berlantai dua inipun seakan tak mampu menampung para tamu yang berkunjung. Terutama di hari libur seperti Sabtu dan Minggu.
Mereka yang datang tidak hanya dari kalangan pelajar, tapi ada juga diantaranya mahasiswa. Bahkan, instansi pemerintah seperti polisi juga kerap berkunjung ke rumah tersebut. Uniknya, pengunjung tak sebatas dari kaum lelaki karena ada juga diantaranya yang berjenis kelamin perempuan hingga anak-anak.
Di rumah dua lantai ini komunitas DERIC beraktivitas...Itulah suasana keseharian rumah Teguh Prasetyo Budhi yang terletak di Gg Syukur No 86 Rt 002/08, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Sejak tanggal 19 September 2010 atau tepatnya ketika DERIC menetapkan AD/ART, Rumah Teguh Prasetyo Budhi ini dijadikan sebagai Sekretariat DERIC.
Di rumahnya terdapat sekitar 40 ular dari berbagai jenis baik yang tidak berbisa, berbisa ringan hingga berbisa tinggi. Bahkan, ular raksasa dengan berat 39 kg berjenis Python Reticalitus juga dapat dilihat. Semua ular-ular itu berada di lantai dua yang ditempatkan pada kotak-kotak kayu sesuai ukuran badan ular.
Setiap ular ada yang dipisahkan dengan ular lain tapi ada juga dua ular yang ditempatkan pada satu kotak. Penempatan dua ular pada satu kotak adalah dalam proses perkawinan. Karena pada umumnya ular juga mahluk hidup yang mempunyai birahi terhadap ular lain untuk proses generasi.
Ular yang dikembangbiakkan... Selain menyaksikan beraneka ragam jenis ular, di ‘markasnya’ DERIC ini juga bisa melihat perternakan tikus putih yang menjadi pakan ular. Tempat peternakan tikus putih ini berada di lantai bawah atau tepatnya berada di ruang belakang rumah.
“Disini kita bisa sharing tentang jenis-jenis ular. Terutama sharing bagaimana merawat ular yang benar. Jadi ular itu tidak menderita, meski seharusnya hidupnya di alam. Jadi kalau dipelihara jangan sampai menderita,” ujar Teguh yang juga anggota DERIC saat ditemui TNOL.
Budidaya tikus putih untuk pakan ular..Menurut Teguh, yang merelakan kediamannya dijadikan sekretariat sekaligus tempat beraktivitas, karena ingin membantu DERIC menjadi komunitas pecinta ular yang bisa eksis dan berkembang. Karenanya, ia mengaku siap membantu apapun untuk eksistensi DERIC baik tenaga maupun materi.
“Saya bilang ke anggota DERIC, jadikan sekretariat ini sebagai rumah kedua. Kapanpun dalam waktu 24 jam bisa ke sini. Mau sharing atau main silakan datang,” ujarnya.
Kenapa 24 jam? Teguh menyatakan, karena anggota DERIC sudah dianggap seperti keluarga sendiri. “Silakan rumah saya dipakai 24 jam 7 hari full untuk perkembangan DERIC,” tandasnya meyakinkan. (Subhan)
Comments
RSS feed for comments to this post