Aktivitas Komunitas

'Pesepeda Tidak Didukung Pemerintah Daerah'

Penilaian Pembaca: / 1
JelekBagus 

Subhan Hardi/ Safari Sidakaton

Selasa, 09 November 2010

Walikota Jaksel Syahrul Effendi, komunitas Bike to Bike dan Karina/ Foto-foto: Safari TNOLWalikota Jaksel Syahrul Effendi, komunitas Bike to Bike dan Karina/ Foto-foto: Safari TNOLMESKI kemajuan teknologi kendaraan bermotor terus berkembang dengan berbagai variannya. Tapi, masyarakat akan tetap kembali ke alat transportasi pertama yang hingga kini masih tetap eksis yaitu sepeda. Negeri Kanguru (Australia) termasuk yang mendorong kegiatan bersepeda di negerinya menjadi sebuah kebutuhan dan alat transportasi.

Harus diakui alat gowes itu tak pernah lekang termakan zaman dan akan tetap diminati dan digunakan oleh masyarakat baik untuk kegiatan sehari-hari seperti bekerja atau ke sekolah maupun untuk rekreasi.

Hal ini dikatakan Yusri Akib, anggota Union Cycling Internasional (UCI) - semacam Ikatan Sepeda Indonesia (ISI) di Australia saat Dialog Sepeda Indonesia-Australia yang berlangsung di Cafe Safari Jakarta, Sabtu (6/11).

Diskusi yang berlangsung hingga tengah malam ini hadir sejumlah penggiat sepeda seperti Syahrul Effendi, Walikota Jakarta Selatan yang juga Ketua Pembina Komite Sepeda Indonesia (KSI), Pengurus Besar ISSI dan mantan atlet sepeda serta berbagai komunitas pecinta sepeda.

Sesi tanyajawab dalam dialog sepeda...Sesi tanyajawab dalam dialog sepeda...Menurut Yusri, dengan banyaknya masyarakat yang menggunakan sepeda maka pengguna kendaraan bermotor harusnya berterima kasih. Karena, pengguna sepeda akan berkontribusi secara langsung dalam penghematan bahan bakar minyak (BBM).

Selain itu, menggunakan sepeda juga membuat udara bebas dari polusi dan terbebas dari dampak pemanasan bumi atau global warming yang sekarang menghantui penghuni planet bumi.

"Menggunakan sepeda sebagai alat transportasi juga akan lebih cepat sampai tujuan dibandingkan dengan mobil," katanya.

Yusri adalah warganegara Indonesia yang telah tinggal di Australia sejak tahun 1970-an. Ia mengungkapkan, pemerintah Australia sangat mendorong adanya penggunaan sepeda sebagai alat transportasi. Ini dibuktikan dengan berbagai fasilitas untuk penggunaan sepeda sebagai alat transportasi seperti membuat infrastuktur jalur khusus sepeda.

Suasana dialog...Suasana dialog...Selain itu, moda angkutan massal seperti kereta api juga menyediakan fasilitas untuk pengguna sepeda dengan menyediakan ruang khusus di gerbongnya. Dengan adanya berbagai fasilitas tersebut maka para orang tua tidak khawatir ketika anaknya bepergian menggunakan sepeda.

Agar ada pembibitan dalam atlet sepeda, sambung Yusri, pemerintah Australia juga memberikan pembinaan terhadap berbagai komunitas sepeda. Pemerintah aktif memberikan berbagai fasilitas tersebut karena memang rakyat Australia aktif sehingga pemerintah mendorong terhadap keberadaan sepeda.

Sementara, untuk menghindari sepeda yang tidak terpakai dan menumpuk di gudang. Pemerintah Australia juga menyediakan shop sale yakni memberikan sepeda secara cuma-cuma kepada orang yang tidak memiliki sepeda.

Para peserta antusias..Para peserta antusias..Walaupun memberikan berbagai fasilitas untuk kemudahan pengguna sepeda, pemerintah Australia juga berlaku tegas terhadap pengguna sepeda yang tidak melengkapi perlengkapan sepedanya. Di Australia diberlakukan standarisasi dalam penggunaan sepeda seperti harus mengenakan helm, tersedia lampu penerangan di sepeda sebagai pentunjuk yang ditempatkan didepan dan belakang sepeda dan kaca spion.

Jika tidak ada perlengkapan tersebut maka pengguna sepeda akan dikenakan denda sebesar $80 Aus. Namun uang denda tersebut akan dikembalikan jika pengguna sepeda telah melengkapi berbagai fasilitas tersebut di sepedanya. Selain itu, pengguna sepeda juga dilarang menggunakan trotoar sebagai jalur alternatif dan menerobos lampu lalu lintas.

Dipenuhi komunitas dan penggiat sepeda..Dipenuhi komunitas dan penggiat sepeda..Sebagaimana yang berlaku di Indonesia yakni car free day maka di Australia juga ada hari bebas kendaraan yang berlaku satu bulan sekali. Pada saat hari bebas kendaraan maka semua kendaraan bermotor dilarang menggunakan fasilitas jalan.  

Sementara itu, menurut Sopiandi Muzian, Wakil PB ISI mengatakan lambatnya pemberian berbagai fasilitas terhadap pengguna sepeda karena berkaitan dengan peraturan yang dikeluarkan setiap pemda berbeda-beda. Selain itu, penggunaan sepeda sebagai alat transportasi masyarakat  tidak didukung oleh adanya master plan yang dilakukan pemerintah daerah.

Nara Utama, mantan atlet sepeda justru mengatakan lambatnya pemberian fasilitas terhadap pengguna sepeda karena faktor budaya dan lemahnya penegakan hukum. Pengguna sepeda masih belum memikirkan keselamatan ketika menggunakan sepeda. Selain itu, pembangunan jalur sepeda juga tidak digerakkan oleh pemerintah.

 
Share to Facebook Share to Twitter Email the article

Add comment


Security code
Refresh