Pecinta musik metal saat konser memang terlihat brutal/ foto-foto: Dok GUSPENAMPILAN selalu menjadi yang utama saat dilihat, terlebih jika dianggap tidak ajeg. Maka penampilan pun menjadi soroton bahkan terkadang menjadi cibiran. Sialnya, itu menjadi pakem dan berlaku di mata masyarakat kita, meski penilaian yang diberikan tidak menyeluruh dan dari sudut pandang sendiri. Itu terjadi dan dialami komunitas pecinta aliran musik underground yang terbilang berhaluan keras dan metal.
Dentuman musik selalu keras dan bersemangat...Tidak sedikit masyarakat yang menilai bahwa pengikut aliran musik ini sangat brutal dan kerap melakukan tawuran baik saat atau usai konser. Komunitas ini memang terlihat brutal saat mendengarkan dan melihat konser. Tapi, sebenarnya itu hanya dilakukan saat menghadiri konser saja. Setelah usai, tidak ada tawuran sama sekali. Justru, tidak sedikit diantara mereka yang saling berangkulan sebagai bukti untuk mendekatkan satu dengan yang lainnya.
Komunitas musik beraliran underground yang berjulukan GUS (Grabag Underground Society) melakukan itu.
Hooo,...hooo, ha....“GUS komunitas untuk mengangkat sosialnya dengan berbasis musik underground,” kata Andry perwakilan GUS yang mengunjungi ‘markas’ TNOL beberapa waktu lalu.
Menurutnya, GUS yang diresmikan pada 15 Januari 2001 di Kecamatan Grabag Magelang sebagai wadah untuk mengumpulkan orang – orang yang suka musik ekstrim agar menjadi satu organisasi. Dengan dibentuknya GUS maka pencinta musik aliran metal ini bisa mengetahui berbagai macam informasi musik underground.
Selain itu, anggota GUS juga bisa up to date dengan komunitas lain. Saat baru diresmikan lebih dari 60 orang pecinta aliran musik keras ini yang bergabung. Sementara kini anggota GUS mencapai 52 orang dan yang masuk struktural GUS mencapai 35 orang.
Inilah penontonnya...! Cuma keras saat konser..“Berbagai informasi mengenai agenda konser musik underground dari tanah air ada di GUS,” ungkapnya.
Untuk menyakinkan bahwa GUS tidak seburuk yang disangkakan, Andry menghubungi Nawawi, Ketua GUS yang sedang berada di
“Kita memang pecinta musik brutal tapi tingkah laku kami tidak brutal. Kita terkonsep mempunyai tujuan dan terarah,” ujarnya.
Ikutan Sosial
Wuih, main gitarnya...Berbagai aksi sosial telah direncanakan GUS diantaranya bersih - bersih
Nawawi mengakui, karena komunitasnya masih dipandang sebagai musik beraliran brutal ketika menggelar konser atau event yang bertema musik underground. Sehingga kerap menghadapi berbagai macam kendala diantaranya izin administarsi dari kepolisian yang dipersulit dan tidaknya ada sponsor untuk mendukung event atau konser yang digelar.
Padahal sejak GUS diresmikan sudah tiga event atau konser yang ditunjukkan GUS, diantaranya adalah Grabag Greget I yang berlangsung tanggal 14 Januari 2000, Grabag Greget II tahun 2001 dan Grabag Greget III yang berlangsung pada 25 April 2010 kemarin.
Ketiga acara tersebut bahkan banyak dihadiri pemusik – pemusik dari tanah air seperti dari
Pokoke metal..Musik underground, sambung Nawawi, sangat bersemangat jika dibandingkan dengan musik – musik lainnya. Banyak penemuan – penemuan yang baru dilakukan pemusik aliran underground. Asal tahu saja, pemusik underground memiliki skill dan feeling yang tinggi sehingga tidak ada asal bunyi.
“Inilah yang membuat pencinta musik underground memiliki solidaritas sangat kuat walaupun terlihat brutal,” paparnya.
Nawawi menegaskan, dengan menyukai musik aliran keras maka banyak manfaat yang didapat diantaranya bisa menemukan keluarga baru karena pencinta musik underground lebih mengutamakan solidaritas. Selain itu, musik underground juga bisa menjadi studi banding kenapa perkembangan musik
“Kualitas musik
Comments
PopokEEEEEEE
SIPPPPPPPP!!!!!
Terima Kasih Untuk TNol Atas liputannya!!!!! Semoga TNol Bisa Menjadi Mitra Gus YAng Kompeten!!!!!!
Sukses Dan Matur Nuwun!!!
satu BAngsa Satu Nusa Metal Tetap Bersahaja!!!!!!
Salam \m/
brutal tapi tetap damai.. aku suka!!!!!!!!!
MAJU TERUS MUSIK UNDERGROUND INDONESIA
moga bisa menjadi acuab untuk komunitas kami dalamn melangkah ke depan
RSS feed for comments to this post