Aktivitas Komunitas

GUS, Komunitas Metal Ogah Brutal

Penilaian Pembaca: / 0
JelekBagus 

Subhan Hardi/ Safari Sidakaton

Sabtu, 24 Juli 2010

Pecinta musik metal saat konser memang terlihat brutal/ foto-foto: Dok GUSPecinta musik metal saat konser memang terlihat brutal/ foto-foto: Dok GUSPENAMPILAN selalu menjadi yang utama saat dilihat, terlebih jika dianggap tidak ajeg. Maka penampilan pun menjadi soroton bahkan terkadang menjadi cibiran. Sialnya, itu menjadi pakem dan berlaku di mata masyarakat kita, meski penilaian yang diberikan tidak menyeluruh dan dari sudut pandang sendiri. Itu terjadi dan dialami komunitas pecinta aliran musik underground yang terbilang berhaluan keras dan metal.

Dentuman musik selalu keras dan bersemangat...Dentuman musik selalu keras dan bersemangat...Tidak sedikit masyarakat yang menilai bahwa pengikut aliran musik ini sangat brutal dan kerap melakukan tawuran baik saat atau usai konser. Komunitas ini memang terlihat brutal saat mendengarkan dan melihat konser. Tapi, sebenarnya itu hanya dilakukan saat menghadiri konser saja. Setelah usai, tidak ada tawuran sama sekali. Justru, tidak sedikit diantara mereka yang saling berangkulan sebagai bukti untuk mendekatkan satu dengan yang lainnya.

Komunitas musik beraliran underground yang berjulukan GUS (Grabag Underground Society) melakukan itu. Para anak Metal yang bermarkas di Jl Grabag Sekarjit Ruko Kaliaji No 314 Magelang  ini justru membuat banyak aksi sosial. Bahkan, mereka menabukan aksi tawuran. Saat menyaksikan konser, memang kerap berbenturan dan saling menyikut namun setelah itu tidak sama sekali.

Hooo,...hooo, ha....Hooo,...hooo, ha....“GUS komunitas untuk mengangkat sosialnya dengan berbasis musik underground,” kata Andry perwakilan GUS yang mengunjungi ‘markas’ TNOL beberapa waktu lalu.

Menurutnya, GUS yang diresmikan pada 15 Januari 2001 di Kecamatan Grabag Magelang sebagai wadah untuk mengumpulkan orang – orang yang suka musik ekstrim agar menjadi satu organisasi. Dengan dibentuknya GUS maka pencinta musik aliran metal ini bisa mengetahui berbagai macam informasi musik underground.

Selain itu, anggota GUS juga bisa up to date dengan komunitas lain.  Saat baru diresmikan lebih dari 60 orang pecinta aliran musik keras ini yang bergabung. Sementara kini anggota GUS mencapai 52 orang dan yang masuk struktural GUS mencapai 35 orang.

Inilah penontonnya...! Cuma keras saat konser..Inilah penontonnya...! Cuma keras saat konser..“Berbagai informasi mengenai agenda konser musik underground dari tanah air ada di GUS,” ungkapnya.

Untuk menyakinkan bahwa GUS tidak seburuk yang disangkakan, Andry menghubungi Nawawi, Ketua GUS yang sedang berada di Kalimantan. Via telepon, Nawawi menuturkan, dibentuknya GUS juga untuk memajukan musik metal agar tidak dipandang sebagai musik yang brutal. Selain itu, dibentuknya GUS juga untuk meluruskan pemahaman yang salah terhadap penganut aliran musik keras.

“Kita memang pecinta musik brutal tapi tingkah laku kami tidak brutal. Kita terkonsep mempunyai tujuan dan terarah,” ujarnya.

Ikutan Sosial

Wuih, main gitarnya...Wuih, main gitarnya...Berbagai aksi sosial telah direncanakan GUS diantaranya bersih -  bersih kota dan rumah ibadah seperti masjid yang berada di sekitar Grabag. Aksi sosial itu dilakuakn untuk merubah image musik underground agar menuju yang lebih baik.

Nawawi mengakui, karena komunitasnya masih dipandang sebagai musik beraliran brutal ketika menggelar konser atau event yang bertema musik underground. Sehingga kerap menghadapi berbagai macam kendala diantaranya izin administarsi dari kepolisian yang dipersulit dan tidaknya ada sponsor untuk mendukung event atau konser yang digelar.

Padahal sejak GUS diresmikan sudah tiga event atau konser yang ditunjukkan GUS, diantaranya adalah Grabag Greget I yang berlangsung tanggal 14 Januari 2000, Grabag Greget II tahun 2001 dan Grabag Greget III yang berlangsung pada 25 April 2010 kemarin.

Ketiga acara tersebut bahkan banyak dihadiri pemusik – pemusik dari tanah air seperti dari Semarang, Jogjakarta, Jakarta dan Toraja. “Hadirnya pemusik – pemusik aliran keras itu menunjukkan bahwa penilaian selama ini salah. Kita memang pecinta musik keras tapi tingkah laku kami tidak sebrutal namanya,” jelasnya.

Pokoke metal..Pokoke metal..Musik underground, sambung Nawawi, sangat bersemangat jika dibandingkan dengan musik – musik lainnya. Banyak penemuan – penemuan yang baru dilakukan pemusik aliran underground. Asal tahu saja, pemusik underground memiliki skill dan feeling yang tinggi sehingga tidak ada asal bunyi.

“Inilah yang membuat pencinta musik underground memiliki solidaritas sangat kuat walaupun terlihat brutal,” paparnya.

Nawawi menegaskan, dengan menyukai musik aliran keras maka banyak manfaat yang didapat diantaranya bisa menemukan keluarga baru karena pencinta musik underground lebih mengutamakan solidaritas. Selain itu, musik underground juga bisa menjadi studi banding kenapa perkembangan musik Indonesia melambat saat ini.

“Kualitas musik Indonesia menurun dengan hadirnya band – band baru yang beraliran pop karena memang kurang berbobot,” tandasnya.

 
Share to Facebook Share to Twitter Email the article

Comments  

 
#6 Ateng Soebardjo 2011-01-11 14:03
:-*
PopokEEEEEEE
SIPPPPPPPP!!!!!
Terima Kasih Untuk TNol Atas liputannya!!!!! Semoga TNol Bisa Menjadi Mitra Gus YAng Kompeten!!!!!!
Sukses Dan Matur Nuwun!!!
satu BAngsa Satu Nusa Metal Tetap Bersahaja!!!!!!
Salam \m/
Quote
 
 
#5 bangkit dari kubur 2011-01-10 16:45
manteppp..
brutal tapi tetap damai.. aku suka!!!!!!!!!
MAJU TERUS MUSIK UNDERGROUND INDONESIA :lol:
Quote
 
 
#4 kiki penkky GUS 2010-08-19 20:16
Bwt anak-anak GUS..dekap terus solidaritas dan semoga semakin maju...AKU TRESNO UNDERGROUND..
Quote
 
 
#3 Rian Brecele GUS 2010-08-15 14:44
GUS kedepan lebih maju dan tetap maju ..... next tgl 14 Januari Ulang tahun GREGET #4
Quote
 
 
#2 Ompong GUS 2010-08-14 22:20
terima kasih untuk tnol yang telah mengangkat GUS grabag underground society
moga bisa menjadi acuab untuk komunitas kami dalamn melangkah ke depan
Quote
 
 
#1 Ompong GUS 2010-08-14 22:19
terima kasih kepada tnol yang telah mengangkat komunitas GUS " Grabag Underground Society" bisa menjadikan acuan kita untuk melangkah kedepan menjadikan pecinta musik underground semakin diakui.
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh