Kejadian tak mengenakkan menimpa onthelis Kosti Tangerang, gara-gara sopir angkot rem mendadak, mereka jadi kalang kabut saat menggenjot onthel..
Makan duren di Cipondoh menghapus rasa kesal/ Foto-foto: Dok.
Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) merayakan ulang tahun ke-4 mereka pada 10 Februari lalu. Berbagai Kosti daerah ikut memperingati, termasuk Kosti Tangerang. Bahkan, mereka jauh-jauh hari telah merencanakan beraneka ragam agenda menarik. Acara peringatan ulang tahun Kosti Tangerang pun ditutup dengan makan duren bersama di dekat Danau Cipondoh.
Mereka santap duren sekaligus untuk mengusir rasa kesal lantaran bersitegang dengan sopir angkutan umum dalam perjalanan pulang ke rumah pada Minggu 12 Februari lalu. "Perjalanan pulang yang sangat mengesalkan. Untuk itu, kami makan duren di Danau Cipondoh agar mengurangi rasa kesal," ujar Ketua Kosti Tangerang, Everli Ewardi kepada TNOL.
Rombongan melakukan perjalanan pulang pukul 11.00 WIB, memasuki daerah Cipondoh, mereka dikejutkan angkutan berwarna putih yang mengerem mendadak. Everli yang menggunakan rem karet masih sempat mengerem sehingga tidak mengenai angkot.
Menuju Pintu Air 10Berbeda dengan anggota Kosti Tangerang lainnya, Heri Cengkareng. Dia menabrak angkot lantaran memakai rem torpedo. Melihat kondisi seperti itu, onthelis lain mendekat ke Heri. Mereka juga menyarankan kepada sopir angkot agar meminta maaf atas perbuatannya. Namun, sang sopir enggan melakukannya. Onthelis sempat menggebrak angkot yang tidak memiliki lampu rem tersebut.
Sampai-sampai tangan Everli memerah akibat memukul angkot. Sang sopir angkot tidak mau kalah, dia justru balik marah-marah kepada onthelis. Tapi, itu tidak berlangsung lama karena sang sopir langsung meminta maaf kepada mereka.
"Kita juga sarankan agar sopir angkot jangan seenaknya dan melakukan rem mendadak lagi," ucap Everli. Kosti Tangerang sendiri, telah memperingati ulang tahun Kosti pada 10 Februari kemarin di Sego Kucing Ciledug.
Kosti Tangerang foto bersama dengan spanduk ultah KostiMereka kumpul sepulang kerja. Hujan yang mengguyur lokasi, tak membuat mereka urung datang. Satu persatu berdatangan memadati Sego Kucing. Total 12 onthelis yang hadir untuk rapat persiapan ulang tahun Kosti.
Sambil rapat mereka menikmati susu jahe hangat, bacem tempe, tahu, telur dan sebagainya. Mereka merencanakan pada 12 Februari kumpul bersama di bantaran Sungai Cisadane, lanjut turing ke Pintu Air 10 untuk melihat pohon yang ditanam saat Festival Onthel Cisadane pada 2010 lalu. Rapat mereka selesai pada 22.30 WIB.
Agenda yang direncanakan pun dilaksanakan pada Minggu, 12 Februari pukul 6 pagi. Everli berangkat dari rumahnya di kawasan Kunciran menuju Bengkok. Di sana sudah ada Heri Kunciran dengan sepeda anehnya, H Muyitno, Kadir dan Bary. Pukul 06.30 WIB, mereka berangkat ke Cipondoh. Dalam perjalanan, rombongan bertemu Budi Warteg dan Heri Cengkareng.
Di Danau Cipondoh, mereka bertemu Nurdin Halim dan Iwan Melati Mas. Setelah bertemu semua, mereka segera menuju Cisadane dan tiba pukul 08.00 WIB.
Everli Ewardi siap-siap donor darahHanya sekitar 30 menit berada di bantaran Sungai Cisadane. Kemudian, mereka beranjak ke Pintu Air 10 untuk bersih-bersih pohon yang telah mereka tanam saat Festival Cisadane pada 2010 lalu.
"Alhamdulillah pohon yang kami tanam waktu itu tumbuh semua, hanya 1 yang bengkok. Saya coba angkat dan luruskan ternyata tidak bisa," tutur Everli. Pukul 09.15 WIB perjalanan dilanjutkan ke Lapangan Ahmad Yani atau Alun-alun Kota Tangerang.
Mereka mengarah ke kantor PMI Kota Tangerang. Ada sekitar 100 onthelis ikut serta, tetapi yang menyumbangkan darah cuma 11 onthelis karena ditolak tekanan darahnya. Penyebabnya, turing yang terlalu jauh dan petugas jaga juga tidak banyak.
"Kata pihak PMI kita tidak konfirmasi dulu," ucap Everli. Setelah mendonorkan darah, mereka pun pulang ke rumah masing-masing. (Sbh)