ICA foto bersama/ Foto-foto: Dok.Komunitas Indonesian Card Artist (ICA) berusia tiga tahun pada 1 Februari 2011 lalu. Namun, perayaan baru dilakukan pada 11 Februari kemarin di Toys City Pondok Indah, Jakarta Selatan dengan dihadiri sekitar 40 orang member. Untuk memeriahkan ulang tahun, mereka menggelar kompetisi. Kompetisi ini adalah yang pertama kali dilakukan ICA secara langsung. Maklum, biasanya kejuaraan dilakukan secara online.
"Agenda utama ulang tahun kita adalah live kompetisi. Ini pertama di Indonesia, biasanya kompetisi kita gelar secara online," jelas Ketua ICA, Rama Dimasatria kepada TNOL di Pondok Indah, Sabtu (11/2).
Untuk kompetisi secara online, peserta membuat video sendiri. Kemudian di-upload dan dibandingkan dengan video lainnya. Sementara live kompetisi, panitia membebaskan peserta berkreasi. Baik dari segi musik, kostum maupun permainan kartu yang akan ditampilkan. Ini tentu agak sedikit menyulitkan, karena mereka tampil dihadapan banyak orang.
Anggota ICA atraksi dengan permainan kartuNah, tidak semua peserta memiliki kepercayaan tinggi saat tampil didepan umum. Dengan begitu, kompetisi secara online lebih menguntungkan. Mereka tinggal merekam aksinya dengan video. Selain itu, dapat mengedit gambar yang kurang bagus.
Walau kompetisi online sedikit menguntungkan, tapi kejuaraan secara live tetap banyak peminat. Terlebih kompetisi bertepatan dengan perayaan ulang tahun ketiga ICA. Ada 11 peserta yang mengikuti kompetisi. Mereka berasal dari berbagai wilayah. "Terjauh dari Semarang," ucap Rama.
Menurut Rama, para peserta tampil cukup atraktif. Mereka juga berani memakai kostum menarik sehingga memikat pengunjung mal. Pengunjung pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tontonan gratis tersebut. Mereka menyaksikan bagaimana para peserta dengan lihai bermain kartu. Dari semua peserta, adapula yang tidak sukses menjalankan aksi. Mereka bisa seperti itu lantaran tegang dan masih demam panggung.
Rama, sang Ketua ICASampai-sampai ada kartu yang jatuh dari genggaman peserta, tapi penonton menyikapi dengan baik. Mereka tidak terlalu menyoraki peserta, mereka hanya tersenyum saja saat ada peserta seperti itu. Masing-masing peserta diberi kesempatan tampil satu setengah menit. Pemenang kompetisi ada juara satu, dua dan tiga. Juara tiga memakai baju China dengan diiringi musik China pula.
Juara dua menggunakan kostum biasa, namun menyilipkan dance dalam aksinya. Juara pertama memakai jas dan diiringi musik piano klasik. "Penampilannya sangat sesuai," kata Rama.
Selain lomba memainkan kartu, ICA mengumumkan pemenang desain kaos mereka. Lalu, mengadakan kuis buat penonton. Puncak acara, mereka meniup lilin serta memotong kue yang bisa dinikmati anggota. Tahun lalu, mereka merayakan ditempat yang sama. Kala itu, hanya menggelar show serta tiup lilin. "Kalau ultah pertama di Kota, kita rayakan secara sederhana," jelas Rama.
Bagi Rama, merayakan ulang tahun di Toys City cukup mengasyikan. Mereka tidak sekedar mendapat tempat, melainkan turut memberikan hadiah bagi pemenang kompetisi. Disamping itu, mempublikasikan agenda ulangtahun ICA di setiap cabang.
Di ultah ketiga ini, Rama berharap card flourish lebih memasyarakat lagi, agar orang banyak mengetahui. "Semoga member lebih berani tampil di panggung," tandasnya. (Sbh)