Komunitas Komutoku dalam sebuah acara/ Foto-foto: Dok.Ingin fokus pada usaha yang sedang dirintisnya, yakni di bidang event organizer dan advertising, Richfield Edbert, per tanggal 6 Februari 2012 ini mengundurkan diri sebagai ketua Komutoku (Komunitas Tokusatsu).
Selama lima tahun Richfield Edbert menjabat sebagai Ketua Komutoku, komunitas fans film live action superhero Jepang (Tokusatsu) se-Indonesia inipun semakin besar.
Dalam pengumumannya yang disampaikan Erlan Arisandi P, Marketing Communications Komutoku disebutkan, Richfield Edbert sudah tidak lagi menjabat sebagai ketua Komutoku mulai Senin (6/2). Untuk sementara, posisi ketua Komutoku akan diisi oleh Marzuki Nuril, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil ketua Komutoku.
“Kami selaku pengurus, mengucapkan terima kasih kepada Richfield Edbert, atas dedikasinya dan kontribusinya dalam memimpin dan mengembangkan Komutoku selama kurang lebih 5 tahun ini,” jelasnya.
Richfield EdbertMeski sudah mundur, sambung Erlan, pengurus tetap mengharapkan adanya saran-saran dan masukan dari Richfield Edbert, guna semakin memajukan dan membesarkan Komutoku yang tercinta. Apalagi berkat kepemimpinannya, Komutoku semakin berkembang dan dikenal oleh masyarakat Indonesia.
“Meskipun Komutoku ini merupakan organisasi yang terbentuk berdasarkan hobi kita, namun semoga hal-hal baik yang telah kita pelajari disini, dapat digunakan dan kita aplikasikan di luar komunitas kita yang tercinta ini. Sekali lagi, terima kasih kepada Richfield Edbert. Semoga sukses atas apapun yang dikerjakan di luar Komutoku ini. Don't forget. Komutoku will always and forever be your house,” ucap Erlan.
Sementara itu, Richfield Edbert kepada TNOL mengungkapkan, dirinya mundur dari jabatan ketua Komutoku karena ingin fokus pada usaha yang dirintisnya. Apalagi, seiring berjalannya waktu Komutoku telah menjadi komunitas besar. Sehingga, akan semakin banyak tuntutan dan tanggungjawab yang harus dikerjakan. Seperti pencapaian visi dan misi komunitas, permintaan member untuk ini dan itu, dan lainnya.
“Sementara, saya baru merintis perusahaan sendiri, jadi perlu fokus juga. Nah, karena komunitas itu sifatnya hobi, kebutuhan tersier, maka yang primer tentu kudu didahulukan,” jelasnya.
Marzuki Nuril, Ketua Komutoku saat iniKomutoku, sambung Richfield, akan tetap besar karena masih ada tim yang masih akan meneruskan visi dan misi dari Komutoku. Selain itu, agar kepengurusan Komutoku mendatang tidak menyimpang, akan ada dewan pendiri yang akan mengawasi dari balik layar.
“Tetap jadikan hobi itu kegiatan yang fun dilakukan. Jika sudah nggak fun lagi, cari hobi lain aja,” ujar Richfield dalam pesannya.
Komutoku adalah komunitas para penggemar film superhero Jepang yang dibentuk pada tanggal 8 Mei 2007 lalu di Jakarta. Dalam komunitas tersebut, para anggota dapat saling berhubungan setiap waktunya untuk saling bertukar informasi, gambar, film, lagu, merencanakan kegiatan atau sekedar berbincang-bincang.
Saat ini, total anggota Komutoku telah mencapai 4.870 orang yang tersebar tidak hanya dari seluruh Nusantara.
Anggota Komutoku ada juga yang berasal dari Singapura, Brunei, Malaysia dan Thailand. Para anggota ini terdiri dari pecinta film, kolektor, penjual action figures dan toys, cosplayer, pembuat kostum, pembuat film dan tim aktor 'stunt'.
Komutoku 'in action'Selama ini Komutoku kerap mengikuti berbagai kegiatan seperti pentas seni, pameran, road show film-film Tokusatsu buatan lokal dan membangun relasi dengan organisasi kebudayaan Jepang. Oleh karena itu, berbagai penghargaan telah diperoleh Komutoku, diantaranya dari ajang Cosplay Cabaret Show, Toys Fair, Japan Carnival, Kuishinbo Sakura Festival, Super Hero Time, Jak-Japan Matsuri, ICE l Indonesian Consumunity Expo, Hellofest, Art & Music Festival dan Batavia Art Fesitival. (Sbh)
Comments
RSS feed for comments to this post