Jambore Koskas bukan sekadar silaturahmi, namun juga pengibaran bendera eksistensi mereka....
Foto: Dok. Jambore KoskasPre-condition
Ide untuk mengadakan Jambore Koskas sudah mulai dimunculkan dan digaungkan sejak tengah tahun 2011. Sebuah usulan sederhana dan dalam rangka menindak-lanjuti kunjungan rombongan Koskas Jaksel (KJS) ke Jogja, ketika bertandang untuk kegiatan 'Kondangan' (Konvoi Sepeda Berbarengan). Sebuah ide sederhana tentang bagaimana sebuah silaturahmi dirajut dan dibina atas dasar kesamaan kesukaan, yaitu bersepeda. Tujuannya, jelas berupaya untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya orang yang mempunyai minat yang sama, yakni bersepeda itu. Dan pastinya, bukan hanya untuk sekadar berkumpul-kumpul, tetapi juga guna merajut benang-benar silaturahmi, merenda tali persaudaraan.
Foto: Dok. Jambore KoskasSetelah melalui proses pemilihan lokasi, maka pilihan pun jatuh pada Yogyakarta. Dan, bukan tanpa dasar pemikiran ketika memilih Jogja sebagai tempat pelaksanaan Jambore Koskas yang perdana ini. Intinya adalah karena keramahan dan kesiapan dari koskaser regional Jogja, dan ditambah dengan pilihan trek-trek bersepeda yang beragam, menjadikan Jogja unggul dalam pemilihan lokasi acara ini. Dan akhirnya disepakatilah bahwa Jambore Koskas yang pertama dilaksanakan di Jogjakarta, pada tanggal 21 hingga 23 Januari 2012.
'Bola salju' ini terus bergulir. Secara marathon terus-menerus diingatkan tentang akan adanya kegiatan yang luar biasa ini. Jambore Koskas terus digaungkan, baik via online maupun offline. Persiapan pun dimulai dari jauh-jauh hari. Perencanaan dan penyisihan dana telah dijalankan, sampai akhirnya... tibalah harinya.
Foto: Dok. Jambore KoskasPeluit keberangkatan
Bertepatan dengan pelaksanaan kegiatan
Foto: Dok. Jambore KoskasH-1, Jum’at, 20 Januari 2012. Stasiun Pasar Senen, pukul 20:00 WIB. Satu per satu peserta Jambore Koskas berkumpul, untuk berangkat bersama-sama menuju Jogja, dengan menggunakan KA Express Malam Progo (Jakarta, Pasar Senen-Jogja, Lempuyangan). Di detik-detik terakhir menjelang keberangkatan ini, degup jantung berdetak lebih kencang ketika seorang peserta belum juga menampakkan diri di titik kumpul. Ada apakah gerangan?
Tepat pada pukul 20:35 WIB, roda Kereta Api Progo bergerak meninggalkan Pasar Senen, dan juga meninggalkan satu orang peserta Jambore Koskas. Walaupun semboyan marshall mengatakan, “Never leave a man behind,” namun kondisi kali ini tidak memungkinkan untuk itu. Maka, jadilah rombongan ini berangkat dengan perasaan sedih, karena berangkat tidak lengkap.
Di sepanjang perjalanan, perenungan atas apa yang baru saja terjadi, terasa membuncah, menghiasi wajah-wajah para peserta jambore yang lelah. Ok, ini bukan waktunya untuk kepala tertunduk. Walaupun orangnya tidak ikut hadir, tetapi semangatnya akan terus berkobar, dan bersama para peserta yang lainnya (begitu juga sepedanya).
Canda dan tawa kembali menghiasi wajah para peserta. Angin malam dan gerahnya suasana dalam gerbong kereta bukanlah lawan yang sepadan untuk menjatuhkan 'semangat tempur' rombongan ini. Hingga akhirnya, rasa kantuk menyerang.
Foto: Dok. Jambore KoskasJambore Koskas hari pertama, Sabtu, 21 Januari 2012
Stasiun Jogja Lempuyangan, sekitar pukul 08:00 WIB. Setelah beberapa orang peserta menyelesaikan urusan panggilan alam yang sempat tertahan, rombongan ini pun bergerak meninggalkan stasiun. Berb
Tersenyum simpul bahwa kami dijemput dengan truk ¾ warna putih. Memori kembali melayang pada pengalaman acara 'Kondangan' pertama dulu. Dejavu. Tanpa ragu, satu per satu anggota rombongan menaiki truk terbuka ini. Berasa seperti pasukan tempur yang akan diturunkan ke medan laga. Berangkat!
Foto: Dok. Jambore KoskasMelintasi jalan utama Kota Jogja, di atas truk terbuka, bukanlah hal yang biasa terjadi. Namun inilah yang terjadi pada kami. Sebuah kebanggaan tersendiri bisa merasakan sesuatu yang amat jarang terjadi. Inilah berkah dari jambore.
Sejenak berhenti, di sebuah rumah makan di Jalan Magelang, untuk memuaskan rasa lapar dan haus dengan semangkok sop daging, dan beberapa tempe goreng, plus teh manis, menjadikan pagi ini terasa begitu cerah.
Foto: Dok. Jambore KoskasTerminal Jombor, belok kiri. Wah, terhampar sawah dengan padi yang menghijau, memanjakan mata dengan pemandangan yang sangat jarang dijumpai di Kota Jakarta. Dan, akh... menghirup udara yang berlimpah oksigen ini menjadikan pikiran serasa semakin segar, sungguh sebuah karunia yang luar biasa dari Yang Maha Esa. Perjalanan semalam terbayar lunas!
Youth Center Sleman, kira-kira delapan kilometer dari Tugu, Jogja, merupakan tujuan kami. Tempat dilaksanakannya Jambore Koskas yang pertama ini. Seperti layaknya sebuah tempat penyelenggaraan jambore, kami pun disambut oleh pramuka!
Ya, benar s
Setibanya di penginapan, kami pun disambut dengan ramah oleh panitia pelaksana (SKJ –Sepeda Kaskus Jogja), dan peserta lain yang sudah tiba lebih dahulu (Koskas Bandung, Koskas Semarang, Koskas Kalimantan Selatan, Koskas Surabaya). Salam kring-kring.
Setelah menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar, dan bersih-bersih diri, acara jambore pun digulirkan. Diawali dengan perkenalan singkat oleh para peserta, plus kata sambutan dari tuan rumah. Kemudian dilanjutkan dengan persiapan gowes lintas pedesaan, menggantikan rencana awal, yakni gowes to museum. Perubahan ini dikarenakan lalu lintas Kota Jogja yang sedemikian padat, karena bertepatan dengan libur panjang. Buat apa jauh-jauh ke Jogja kalau akhirnya kena macet juga? Jadilah gowes lintas pedesaan menjadi menu sepedaan pertama kami.
Foto: Dok. Jambore KoskasRombongan besar peserta Jambore Koskas bergerak meninggalkan Youth Center. Sepeda berjalan beriringan, menikmati hamparan sawah dan alam pedesaan yang masih asri. Ditingkahi dengan gelak tawa, dan tarikan napas saat melahap jalan yang menanjak, serta senyum puas saat menikmati jalan yang menurun. Sepeda-sepeda yang sudah sampai lebih dahulu, sudah selesai dirakit dan disetel oleh pihak panpel (terima kasih banyak). Sedikit pemanasan, dan adaptasi sepeda, dilakukan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Foto: Dok. Jambore KoskasKetika sore menjelang, kami pun kembali ke Youth Center. Wajah-wajah ceria terpancar, setelah sekitar 40 kilometer gowes lintas pedesaaan. Gurat-gurat kelelahan dan kedinginan, masih terpancar, tapi tidak mengurangi rasa gembira setelah gowes lintas pedesaan. Istirahat sejenak, sebelum melanjutkan ke acara berikutnya.
Rencananya, malam Minggu ini kami akan gowes malam-malam (Night Ride/NR), namun apa daya, turun hujan yang cukup deras. Kendala alam merupakan rintangan yang tidak bisa dilawan. Akhirnya, kami pun menghabiskan malam di Youth Center, sembari bercengkerama dengan peserta yang lain. Hingga akhirnya rasa kantuk menyerang.
Bersambung....
Comments
ditunggu bagian ke dua
:BATA:
sayang ane masuk siang waktu itu jadi ga bisa ikut
asyik banget acaranya
RSS feed for comments to this post