Ikut menyuarakan penggunaan sepeda, khususnya sepeda onthel bagi masyarakat, Komunitas Onthel Die Oud Batavia (ODOB) menggelar 'Ekspedisi Gowes Sepeda Onthel Jakarta–Puncak–Jakarta'...
Siap menggenjot onthel/ Foto-foto: Safari TNOLEkspedisi gowes sepeda onthel tersebut diawali dari basecamp ODOB di Cibubur, Jumat (27/1) pukul 19.00 WIB dan akan sampai di Ciawi pada pukul 03.00 WIB dinihari atau Sabtu (28/1). Di Ciawi, tim ekspedisi beristirahat dan akan melanjutkan gowes kembali pada pukul 07.00 WIB ke Puncak Pass–RM Rindu Alam. Tiba di Puncak Pass, tim akan mengibarkan bendara ODOB dan beberapa bendara dari komunitas onthel lainnya yang telah mendukung ekspedisi tersebut.
Gowes onthel dengan jarak tempuh 178 km (pp) ini diikuti oleh delapan anggota ODOB, baik tua maupun yang muda. Kedelapan anggota tim genjoters tersebut adalah Andre Pranaza, Agus Wahyudi, Nanung Nugroho, Mahbudi, Sapto Nugroho, Cahyo Adi, Abdul Latif, Didi Jayadi, Joko dan Bayu. Adapun rute Ekspedisi Gowes Sepeda Onthel Jakarta-Puncak-Jakarta yang ditempuh 24 jam ini, adalah Leuwinanggung–Tapos–Pasar Cibinong–Pajajaran Bogor–Tajur–Gadog–Puncak Pass.
Tema ekspedisi yang dilakukan ODOB kali ini adalah 'Satu Cita untuk Onthelis Indonesia'. Artinya, keberhasilan yang diperoleh ODOB dalam ekspedisi kali ini, akan dipersembahkan juga untuk onthelis Indonesia. Tak heran, ekspedisi ODOB ini pun diketahui pula oleh onthelis se-Nusantara seperti dari Aceh, Lampung, Palangkaraya, Jakarta, Depok, Bogor, Bandung, Semarang dan Yogyakarta.
Ekspedisi untuk onthelis IndonesiaSebagai legalitas, maka ekspedisi yang dilakukan ODOB juga diketahui oleh seluruh keluarga, sahabat onthelis Jabodetabek, pejabat kepolisian Pondok Gede Bekasi dan handai taulan. Oleh karenanya, ekspedisi yang dilalukan ODOB adalah resmi untuk komunitas dan untuk onthelis Indonesia. Bahkan dalam perjalanannya, ODOB juga akan disambut oleh perwakilan komunitas onthel dari Depok dan Cibinong, Bogor-Jawa Barat.
Andre Pranaza, Ketua ODOB mengatakan, ekspedisi gowes yang dilakukan ODOB kali ini juga sebagai kado istimewa yang akan dipersembahkan untuk ulang tahun Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) sebagai induk organisasi pecinta sepeda onthel di Indonesia yang ke-empat. KOSTI akan merayakan ulang tahunnya pada bulan Februari 2012 mendatang.
Setia dengan sepeda onthel“Kami melaksanakan ini untuk memecahkan rekor atas nama komunitas dan onthelis Indonesia yang InsyaAllah akan dicatat sebagai data konkret di khasanah Komunitas Sepeda Tua Indonesia,” kata Andre Pranaza yang ditemui TNOL ketika tiba di Cibinong, Bogor-Jawa Barat, Jumat (27/1) malam.
Ia mengatakan, ekspedisi kali ini juga untuk mengetahui kekuatan fisik dan sepeda onthel masing-masing. Apalagi sepeda yang dipakai adalah sepeda tua yang digunakan untuk melewati sejumlah jalanan yang menanjak. “Kami menyadari bahwa perjalanan ini akan full menanjak, karenanya kami akan mendorong sepeda secara tim sampai ke titik finish di RM Rindu Alam,” paparnya.
Ekspedisi di awal tahun 2012 ini, sambung Andre, juga untuk memberi semangat kepada onthelis agar tetap menggunakan onthelnya dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Apalagi, dengan bersepeda terutama onthel, juga akan membuat tubuh sehat dan mengurangi polusi udara yang sekarang ini menjadi kekhawatiran semua pihak.
Andre Prananza“Sekarang ini sudah banyak yang malas menggunakan onthel, maka kita mengkampanyekan agar bersemangat kembali menggunakan onthel,” jelasnya.
Aktivitas ODOB menggowes ke sejumlah daerah memang tak perlu diragukan lagi. Pada HUT keduanya, ODOB juga napak tilas dengan gowes dari Jakarta-Bogor dengan jarak tempuh 88 km. Saat itu, rute yang dilalui adalah ruas jalan yang pernah dibangun oleh Herman Willem Daendels, Gubernur Jenderal Batavia kala itu, seperti Jalan Raya Bogor, Jalan Padjadjaran dan Jalan Batutulis.
Sementara untuk menyambut hari Sumpah Pemuda, ODOB juga menggowes ke Cirebon, Jawa Barat dengan jarak 216 km. Andre menuturkan, aktivitasnya menggowes ke sejumlah daerah untuk menunjukkan bahwa ODOB juga bisa sejajar dengan onthelis lainnya.
Selain itu, gowes Jakarta-Cirebon juga untuk menunjukkan bahwa ODOB adalah tim goweser jarak jauh. “Kami ingin ODOB bisa sejajar dengan komunitas lain. Apalagi ODOB memang ingin membentuk tim goweser jarak jauh sendiri. Sejauh ini ODOB hanya gowes Jabodetabek,” tandasnya. (Sbh)
Comments
RSS feed for comments to this post