Sebuah langkah besar yang penuh keberanian, meski cuma untuk bersilaturahmi dan ngegowes bareng....
Foto: Novriyadi/TNOLPenantian penuh pengharapan itu akhirnya mendapatkan 'pengobat'-nya, ketika event akbar yang telah direncanakan akhirnya digelar sesuai rencana, di Yogakarta, sejak tanggal 21 sampai 23 Januari 2012. Itulah Jambore Koskas, sebuah ajang kopdar akbar para peseda yang tergabung dalam Komunitas Sepeda Kaskus. Bagi Koskaser, yang telah menunggu-nunggu event ini selama berbulan-bulan, tentunya acara ini menjadi momen yang amat penting. Karena, selain ini merupakan kegiatan besar pertama yang mereka selenggarakan, juga karena dalam event ini mereka bisa saling berjumpa dan bersilaturahmi secara fisik –sebab, selama ini mereka memang lebih sering berinteraksi di alam maya, yaitu di Forum Kaskus. Soalnya, Koskas memang didirikan di media forum itu. Dan bisa dibilang, markas online mereka, ya di sana itu.
Foto: Novriyadi/TNOLDalam acara ini, setidaknya ada sekitar 56 anggota Koskas yang hadir. Dan mereka datang dari berbagai daerah, mulai dari Yogyakarta sendiri, Bandung, Jakarta, Depok, Tangerang, Solo, Semarang, Surabaya; bahkan juga dari Kalimantan. Tapi ini belum seberapa, mengingat jumlah anggota Koskas yang sebenarnya jauh lebih besar dari yang bisa hadir itu, dan tersebar di seantero Nusantara.
Foto: Novriyadi/TNOL
Ide untuk membuat acara jambore ini, sebenarnya sudah muncul sejak April 2011. Asal muasalnya adalah saat Sepeda Koskas Jogja (SKJ) menjamu Koskas Jakarta Selatan (KJS) yang datang berkunjung ke Yogyakarta. Nah, pada moment itulah terbetik ide untuk mengadakan jambore, yang tujuannya adalah untuk mengundang kopdar seluruh anggota Koskas dari berbagai regional, di seluruh Indonesia. “Tujuan kami mengadakan acara ini sebenarnya untuk saling bersilaturahmi antar anggota Koskas, yang tadinya hanya biasa berkomunikasi melalui dunia maya, kini bisa saling bertemu dan bertatap muka,” jelas Lugas, Ketua Jambore Kokas.
Menurut Lugas, dipilihnya Yogyakarta sebagai tuan rumah jambore ini, adalah berdasarkan polling forum di dunia maya. Dalam polling itu, Yogyakarta menjadi tempat yang paling banyak dipilih oleh anggota Koskas dari seluruh Indonesia.
Lugas juga mengatakan, jambore ini diharapkan akan menjadi agenda rutin yang diadakan oleh Koskas setiap tahun. Dan rencananya, dari tahun ke tahun, jambore akan diadakan secara bergilir dari satu regional ke regional lainnya.
Foto: Novriyadi/TNOLAcaranya sendiri berlangsung menarik dan sangat seru. Masing-masing peserta datang ke lokasi acara dengan menggunakan berbagai macam kendaraan. Ada yang datang mengunakan mobil pribadi, kereta api, pesawat, bahkan ada juga yang ‘ngebela-belain’ datang ke lokasi dengan 'ngegowes' sepeda. “Ada salah satu anggota, dari regional Semarang, datang ke lokasi acara menggunakan sepeda,” kata Lugas.
Acara jambore ini di mulai pada pukul 11 siang. Diawali dengan upacara di Youth Center, Sleman, kemudian dilanjutkan dengan sesi pengenalan diri dari masing-masing regional. Usai saling berkenalan, acara kemudian dilanjutkan dengan turing mengelilingi desa-desa di Kabupaten Sleman.
Foto: Novriyadi/TNOLSekitar pukul 12 siang, para penggila genjoters ini mulai melakukan turing menyusuri desa yang ada di sekitaran Sleman. Dalam acara ini, para peserta terlihat bersemangat sekali saat mengayuh sepedanya. Hal ini bisa dibilang wajar, karena tujuan kedatangan mereka ke acara ini, selain ingin bersilaturahmi, pastinya juga untuk bisa menikmati sensasi bersepeda di kawasan Yogya –yang dikenal sebagai wilayah yang paling banyak pengguna sepedanya di seantero Indonesia.
Dalam turing kali ini, rute yang di tempuh ternyata lumayan jauh, kurang lebih sekitar 30 km dari pusat acara, yang berlokasi di Kabupaten Sleman, persisnya di Gedung Youth Center, Sleman, Yogyakarta. Dengan menyusuri jalan-jalan pedesaan seperti Seyegan, Minggir, Selokan Mataram, hingga Kali Progo, para peserta jambore disuguhi pemandangan yang mungkin tidak akan ditemukan di tempat asal mereka. Sejauh mata memandang, yang terlihat adalah hijaunya persawahan, juga aktivitas bertani masyarakat Sleman, serta sapaan ramah penduduk lokal. Dan juga, hembusan angin sejuk Yogyakarta tengah hari itu, menjadi penambah semangat bagi para peserta untuk terus ngeggowes sepeda mereka melintasi jalan. “Kalau suasananya begini, saya kuat naik sepeda ke mana aja,” kata salah satu peserta jambore.
Karena indahnya panorama, maka tak mengherankan kalau momen ini lantas dimanfaatkan oleh para peserta untuk foto bersama. Di beberapa titik, seperti di Selokan Mataram, dan jembatan Kali Progo, para peserta menyempatkan diri untuk 'bernarsis ria'.
Hari Kedua
Usai melakukan tur keliling desa, para peserta jambore kini harus mengikuti kegiatan bersepeda di hari kedua. Nah, untuk hari kedua ini, agenda bersepeda dibagi menjadi dua rute, satu rute untuk on-road, satu lagi untuk off-road.
Untuk rute on-road, rute yang dilalui adalah wisata candi, yakni mengunjungi beberapa candi yang ada di Yogyakarta seperti Candi Sambasari, Prambanan, Plaosan serta Candi Kalasan. Rute yang mereka lalui juga cukup 'fantastis', karena harus melewati beberapa kabupaten. Dalam pelaksaan sepedaan on road ini, para peserta juga ditemani oleh beberapa anggota komunitas dari Yogyakarta, seperti Federal Jogja dan SPSS (Sabtu Pagi Sepeda Santai).
Sedangkan di jalur off-road, rute yang dilalui adalah wilayah Turgo, yang memang terkenal sebagai rute yang sulit dan ekstrem. Di track yang biasa digunakan untuk event UKDI (Unifikasi Komunitas Downhill Indonesia ) ini, para peserta harus berhadapan dengan licin serta beceknya tanah, akar-akar pohon yang besar, serta terjalnya track yang harus dilalui.
Satu demi satu peserta dapat melalui rute ini, tapi tentu banyak pula di antara mereka yang terjatuh, namun kembali bangkit dan mengayuh sepedanya lagi, bahkan ada salah satu peserta dari Semarang, yang sampai cidera dan terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit, karena cidera lututnya lumayan serius.
Setelah peserta puas di jalur Turgo, kemudian perjalanan dilanjutkan, yaitu kembali ke Youth Center. Dan setelah hampir 3 jam lamanya menempuh perjalanan, akhirnya peserta off-road sampai juga di lokasi.
Sudah selesai? Tentu saja belum. Karena di malam harinya, mereka harus melanjutkan dengan perjalanan bersepeda malam atau Night Ride (NR), yaitu berkeliling-keliling kota Yogya pada pukul 22.00 WIB. Jadi, bisa dibayangkan bagaimana letihnya kondisi fisik mereka karena mengikuti jambore ini. Tapi hebat sekali mereka ini, walaupun jadwal acaranya padat, toh mereka tetap bersemangat dan terus mengikuti hingga akhir acara.
Foto: Novriyadi/TNOLAkhirnya –seperti kata pepatah: ada saat berjumpa pasti ada saat berpisah, maka jambore ini pun di tutup, yaitu pada keesokan harinya, Senin, 23 Januari 2012, bertepatan dengan Imlek. Rasa puas serta gembira begitu jelas terpancar pada wajah-wajah peserta, kendati juga terlihat lelah. Namun di atas segala rasa itu, adalah rasa bahagia karena telah bisa saling bertemu dan bersilaturahmi dengan sesama anggota Koskas-lah yang paling mendominasi.
Tetap semangat, dan sampai jumpa di jambore berikutnya, Koskaser!
Comments
RSS feed for comments to this post