Acara yang bertema ”Wajah dan Semangat Baru KKSS turut membangun integritas dan kemandirian bangsa” ini banyak memberi makna bagi masyarakat Sulawesi Selatan khususnya . Karena, selain tali silaturahmi antar masyarakat Sulawesi Selatan juga untuk turut memikirkan pembangunan dan peningkatan kualitas diri masyarakatnya.
Benny Amir/OttyBPP KKSS didirikan oleh antara lain Manai Sophiaan, Andi Baso Amir, Haji M.Assad, Prof Nurdin Shahadat dengan dewan kehormatan antara lain Jusuf Kalla, BJ Habibie, H.M.Alie Yafie, dan lain-lain. Sementara itu dewan penyantun antara lain Bedu Amang, Agum Gumelar, H.A.M.Ghalib dan dewan pakar antara lain Tanri Abeng.
Jusuf Kalla yang sambutannya sangat dinanti masyarakat, mengatakan bahwa bangsa kita memang merupakan bangsa yang besar karena punya tujuan hidup. Dan, itu ditunjukan dengan foto yang terpampang dimana-mana. Selain ada foto Presiden dan Wakil Presiden selalu ada lambang Garuda Pancasila.
Benny Amir”Dan, lambang ini tak pernah, meski foto presiden dan wakil presidennya selalu berubah,” ujar Jusuf Kalla. Ini menunjukkan bahwa perbedaan yang ada di tanah air seperti suku, adat, budaya, dan bahasa merupakan sebuah kekuatan. Dan, inilah sebenarnya yang memunculkan semangat persatuan nasional.
OttyJusuf Kalla yang akrab dengan sapaan JK mengurai pengalamannya saat bertemu dengan seorang gubernur di wilayah Timur Indonesia. Gubernur itu sempat bertanya pada JK, kenapa orang Sulawesi Selatan cepat majunya dibanding masyarakatnya?
JK pun menjawab,” Karena orang Sulawesi Selatan itu cita-citanya banyak dan biasa kerja keras, makanya berhasil dan maju,” ujarnya. Tak cuma itu, JK juga menambahkan bahwa Orang Bugis itu sangat setia dan punya semangat persatuan yang tinggi, di manapun berada.
IstimewaJK juga menyinggung kalimat yang selalu diserukan oleh almarhum M.Yusuf, di mana beliau pernah berkata bahwa hanya dengan semangat yang memberi kita kekuatan.
”Jadi, jangan pernah katakan orang Sulawesi Selatan tak sanggup menjadi pemimpin. Kalau menunjuknya ke saya, Jusuf Kalla, tak apa-apa, tapi kalau yang ditunjuk masyarakat Sulawesi Selatan, itu tak boleh!”
Benny AmirMenyinggung masalah kehormatan, JK sekali lagi mengingatkan,”Kita hanya bisa dihargai kalau kita bisa menjaga kehormatan kita,” urainya. Maka itu kita harus bekerja sebaik-baiknya.
JK mencontohkan, orang Sulawesi Selatan memang paling lambat sekolah dan baru menghasilkan sarjana sekitar tahun 1949, tapi dengan semangat tinggi, saat ini sudah sejajar dengan daerah lainnya. Hal ini terjadi karena dengan kerja keras dan semangat tinggi.