Bepergian ke Solo, onthelis Konci tak mau menyiakan kesempatan untuk memborong oleh-oleh demi 'dekoncis'...
'Dekoncis', Bunda Siti Mahnin bergaya dengan baju 'none' Belanda/ Foto-foto: Dok.
KOMUNITAS Onthel Cibinong (KONCI) ikut menghadiri Jambore Sepeda Kuno yang digelar oleh Solo Sepeda Kuno (SSK) di Solo, akhir Oktober 2011 lalu. Saat menghadiri jambore tersebut, KONCI yang diwakili oleh Bunda Siti Mahnin dan Suhandriarto tak lupa membawa oleh-oleh.
Dekoncis, sebutan untuk anggota KONCI tersebut, membeli sejumlah celana batik, baju lurik dan baju hem. Semua benda-benda tersebut dibeli Bunda sebagai oleh-oleh untuk dekoncis yang tidak sempat ikut dalam kegiatan jambore tersebut. Mudah-mudahan dengan mendapatkan oleh-oleh ada kesan tersendiri bagi para dekoncis.
Onthelis berkumpul di Jambore Kota Solo“Ini semua Bunda lakukan karena sayang banget sama KONCI. Mudah-mudahan KONCI bisa dikenal di kalangan komunitas onthel lain, walaupun baru berusia 10 bulan,” kata Bunda Siti Mahnin kepada TNOL.
Menurutnya, keberangkatan dua dekoncis ke Solo dilakukan pada hari Jumat (28/10) sore. Berangkat ke Solo menggunakan bus eksekutif Pahala Kencana dari agen di Cibinong, Bogor. Sampai di Solo atau di Terminal Tirtonadi pada hari Sabtu pukul 03.00 pagi. Ternyata, ketika sampai belum dipesankan hotel oleh panitia.
“Bunda kira sudah bisa langsung istirahat. Akhirnya Bunda terpaksa menyewa onthel mencari hotel untuk menginap,” jelasnya.
Untungnya, ibu satu anak ini tidak asing dengan Kota Solo. Karena sebelumnya ia pernah tinggal dan sekolah SMA di Solo. Oleh karena itu, ketika mencari hotel, Bunda tidak tersesat menyusuri Kota Solo. Akhirnya, Hotel Keprabon pun dipilih sebagai tempat menginap.
“Lumayanlah buat istirahat,” ujarnya.
Onthel ikutan 'mejeng'Setelah beristirahat, tepat pukul 07.00 WIB, Bunda bersama Suhandriarto mendatangi lokasi jambore yang bertempat di alun-alun Kota Solo. Ternyata di lokasi sudah banyak onthelis yang hadir, seperti Ratu Farah Diba dan lainnya.
Di lokasi, Bunda juga bertemu dengan onthelis lainnya. Meski baru mengenal, namun langsung akrab dan seperti sudah lama berkenalan. Terlebih, diantara onthelis kerap memberikan komentar dalam akun KONCI di jejaring sosial.
“Di lokasi juga sudah ada bursa klitikan, tapi belum begitu ramai karena waktunya masih pagi,” paparnya.
Bergaya lagi ah...!Di saat menunggu acara itulah, Bunda dan Suhandriarto menyusuri Kota Solo di waktu pagi. Menyurusi Kota Solo juga sebagai ajang nostalgia. Saat menggowes onthel ternyata kondisi jalan masih seperti dulu. Tidak mengalami banyak perubahan.
“Jalan-jalannya masih seperti dulu. Jadi Bunda nggak mungkin kesasar lah,” paparnya.
Saat jalan-jalan, tidak ketinggalan Bunda mendatangi Pasar Klewer yang sangat terkenal tersebut. Di pasar itulah dekoncis membeli sejumlah busana sebagai oleh-oleh untuk dekoncis.
Usai berbelanja, rasa lapar datang. Akhirnya dekoncis mendatangi Warung Tengkleng di dekat Pasar Klewer yang sangat terkenal. Terutama, karena citarasa masakannya paling enak di Kota Solo. Di Warung Tengkleng ini, ada menu 'tengkleng' dari tulang muda kambing. Usai bersantap, dekoncis kembali mendatangi lokasi jambore.
Foto bersama onthelis lain...Di lokasi jambore, Bunda beli aksesoris buat sepeda. Sementara Suhandriarto membeli kostum baju hitam Baduy, kaos Madura dan aksesoris lainnya. Jambore sepeda kuno sendiri dibuka tepat pukul 20.00 WIB. Acara jambore dibuka dengan potong tumpeng serta disediakan juga jajanan pasar.
Esok harinya yang merupakan puncak acara yakni Jelajah Kota Solo, Bunda mengenakan baju panjang putih gaya none Belanda. Selama ini Bunda memang dikenal sebagai onthelis yang kerap mengenakan baju none Belanda.
Yang bergaya unik bukan hanya Bunda seorang, karena onthelis lainnya dari berbagai komunitas juga mengenakan baju yang unik. Acara Jelajah Kota Solo dibuka oleh Walikota Solo, Joko Widodo dan berakhir pada pukul 12.00 WIB. Usai gowes bersama peserta mendapatkan makan siang. Selain itu, mendapatkan pin, bendera kecil segitiga dan ID card. (Sbh)
Comments
RSS feed for comments to this post